Kisah Haru Adelia di Sekolah Rakyat: Dulu Tidur Berdesakan, Kini Punya Ranjang Sendiri

Dia pun bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atas hadirnya Sekolah Rakyat.

Diperbarui 14 September 2025, 11:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Adelia, siswa SRMA, kini memiliki fasilitas layak setelah hidup sulit.
  • Sekolah Rakyat gratis ini membantu anak keluarga miskin dengan fasilitas setara.
  • Program ini juga mengentaskan kemiskinan keluarga siswa melalui berbagai bantuan.

Liputan6.com, Jakarta- Adelia Eka Tri Septiani (16) tak pernah membayangkan hidupnya bisa berubah sedrastis ini setelah bergabung menjadi siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Kota Bekasi, Jawa Barat.

Kini dia memiliki ranjang sendiri, bahkan sebuah meja tulis kecil. Sesuatu yang dulu terasa mustahil, sebab bertahun-tahun dia terbiasa berdesakan di sepetak kamar sempit bersama nenek dan tiga adiknya.

Dia pun bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atas hadirnya Sekolah Rakyat.

Di tengah rasa syukur, Adelia terkadang masih diselimuti rasa haru. Dia teringat pada adik-adiknya di rumah, yang setiap hari hanya menyantap telur atau mie instan pendamping nasi.

“Saya di sini makan enggak perlu mikir lagi, makan tinggal makan. Tapi saya kepikiran adik saya, adik di rumah makan apa,” ucapnya lirih saat ditemui di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, beberapa waktu lalu.

Kedekatan Adelia dengan adik-adik dan neneknya terjalin sejak sang ibu menikah kembali, sementara sang ayah terjerat jeruji besi akibat kecanduan narkoba. Adelia hanya menemukan pelukan nenek dan tanggung jawab besar terhadap ketiga adiknya yang masih kecil. 

Kehidupan keluarga ini bergantung pada jualan kopi dan teh sang nenek yang tak menentu hasilnya. Dalam sehari keuntungan penjualannya hanya sekitar Rp 15 ribu hingga Rp20 ribu per hari.

Jumlah itu tentu jauh dari cukup untuk menopang kebutuhan hidup, apalagi membiayai sekolah cucunya.

Meski begitu, kondisi perekonominan yang pas-pasan tak menghalangi nenek dan adik-adiknya untuk sesekali datang menjenguk. 

“Kakak di sana semangat ya. Kalau kakak di-bully, tenang, aku selalu doain kakak di rumah,” ucap salah satu adik Adelia ketika berkunjung ke Sekolah Rakyat.

Sekolah Rakyat Jembatan Menuju Cita-Cita Besar

Sekolah Rakyat untuk Anak Keluarga Miskin

Sekolah Rakyat hadir untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrim. Sekolah berkonsep asrama ini gratis dan menghadirkan kurikulum serta fasilitas setara sekolah unggulan. 

Tahun ini Kementerian Sosial menargetkan 165 Sekolah Rakyat rintisan sudah beroperasi di berbagai wilayah di Indonesia dengan daya tampung 15 ribu lebih siswa.

Selain memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas, Sekolah Rakyat juga menjadi program pengentasan kemiskinan terpadu. Baik para siswa maupun keluarganya akan mendapat manfaat dari program-program prioritas. Di antaranya, cek kesehatan gratis, makan bergizi gratis, dan jaminan kesehatan gratis atau PBI JK.

Sementara orang tua siswa akan mendapat bantuan perbaikan rumah, masuk menjadi anggota Kopdes Merah Putih, dan program 3 juta rumah, serta program-program pemberdayaan lainnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6