Liputan6.com, Jakarta - Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta mengungkapkan penyebab yang membuat menurunnya stok beras premium di sejumlah retail modern di Jakarta.
Kepala Dinas KPKP Jakarta Hasudungan Sidabalok mengatakan, ada beberapa faktor yang memicu kondisi tersebut, salah satunya karena masih tingginya harga Gabah Kering Panen atau GKP yang tembus Rp 7.000 per kilogram (kg).
Tidak hanya itu, menipisnya pasokan beras premium di Jakarta juga dipengaruhi oleh kebijakan Badan Urusan Logistik (Bulog) yang saat ini masih berupaya memenuhi target stok beras untuk kebutuhan nasional.
Advertisement
"Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya distribusi beras premium ke retail modern, sehingga stok di pasaran menjadi terbatas," kata Hasudungan dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (9/9/2025).
Lalu, lanjut dia, faktor lainnya karena produsen beras premium di Jakarta Food Station Tjipinang Jaya (FSTJ), yang belum dapat melakukan produksi karena masih dalam proses penyidikan pihak kepolisian usai sejumlah pimpinan menjadi tersangka dalam kasus beras oplosan.
"Meski demikian, distribusi untuk pasar tradisional tetap terjaga, sehingga masyarakat masih bisa mendapatkan beras premium dengan baik," ucap Hasudungan.
Menurut dia, meski keberadaan beras premium seret dan untuk mengantisipasi kelangkaan, Pemprov Jakarta melalui Dinas KPKP menyalurkan beras premium bersubsidi dengan harga Rp 30.000 per kantong dengan isi 5 kg.
Selain itu, lanjut Hasudungan, distribusi beras medium Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) seharga Rp60.000 per kemasan 5 kilogram juga terus dilakukan. Dalam hal ini, kata dia, Pemprov Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan Bulog.
"Langkah ini diharapkan dapat menjaga keterjangkauan harga sekaligus memastikan ketersediaan pangan pokok bagi masyarakat," terang Hasudungan.
Â
Lakukan Pemantauan Harga dan Pasokan Pangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5107507/original/036121200_1737685904-WhatsApp_Image_2025-01-24_at_08.36.57_be2ca982.jpg)
Lebih lanjut, Hasudungan menjelaskan, pihaknya juga melakukan pemantauan harga dan pasokan pangan strategis secara rutin, baik langsung di pasar maupun melalui aplikasi Informasi Pangan Jakarta sebagai bagian dari sistem peringatan dini.
"Kemudian, upaya lain yang dilakukan ialah dengan melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan untuk menggelar bazar 'Pangan Keliling' yang menyediakan beras premium dan komoditas pangan lain di kantor pemerintahan hingga rumah susun," papar dia.
Hasudungan menyampaikan, Gubernur Jakarta Pramono Anung menginstruksikan agar Dinas KPKP memastikan ketersediaan beras premium dalam program pangan subsidi, sekaligus meningkatkan pengawasan mutu melalui pemeriksaan pre dan post market.
"Stok beras di Perum Bulog Divre Jakarta Banten dan PT Food Station Tjipinang Jaya saat ini mencapai 215.336 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan warga DKI Jakarta selama 82 hari kedepan," tandas Hasudungan.
Â
Advertisement
Harga Beras di 105 Kabupaten/Kota Akhirnya Turun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4590573/original/009744600_1695806360-Tekan_harga_beras_yang_makin_tinggi_dipasaran_beras_SPHP_di_terjunkan-ANGGA_3.jpg)
Sebelumnya, Perum Bulog mengklaim harga beras di pasar sudah mengalami penurunan. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, data terbaru menunjukkan jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga beras menurun tajam.
Jika dua pekan lalu tercatat 214 kabupaten/kota mengalami kenaikan, kini angka tersebut berkurang menjadi hanya 100 kabupaten/kota.
Sebaliknya, tren penurunan harga beras juga meluas. Dari yang sebelumnya hanya terjadi di 58 kabupaten/kota, pada minggu lalu penurunan harga beras tercatat di 105 kabupaten/kota.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan, pihaknya akan terus memastikan langkah-langkah pengendalian inflasi beras berjalan konsisten.
Ia mengklaim, turunnya jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga sekaligus meluasnya daerah dengan tren penurunan harga menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan mulai efektif.
"Kami akan terus memperkuat distribusi, memperluas pasar, dan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar harga beras tetap terkendali," ujar dia, Selasa (9/9/2025).
Dalam sepekan terakhir, Bulog mengambil langkah strategis dengan memperluas jaringan penjualan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) ke pasar-pasar strategis. Termasuk yang masuk dalam pencatatan panel SP2KP milik Kementerian Perdagangan.
"Langkah ini dilakukan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan beras dengan harga terjangkau di lokasi-lokasi utama yang mempengaruhi pergerakan indeks harga," imbuh dia.
Â
Prioritaskan Kota dengan Harga Beras Melambung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5316507/original/082049600_1755239908-75f7e08d-f76d-4ddf-8e0a-bbb7c662c9e9.jpeg)
Selain itu, perhatian khusus juga diberikan kepada kabupaten/kota yang sebelumnya mengalami lonjakan harga beras. Bulog menempatkan wilayah-wilayah tersebut sebagai prioritas intervensi melalui penyaluran beras SPHP yang lebih masif, guna menekan gejolak harga di tingkat konsumen.
Upaya pengendalian dilakukan dengan lintas kementerian/lembaga, baik di tingkat pusat maupun daerah. Termasuk sinergi pentahelix menggandeng TNI dan Polri, cendikiawan, ritel modern, pengecer di pasar tradisional dan KDMP (Koperasi Desa Merah Putih).
"Keterlibatan aparat ini bertujuan memperkuat kelancaran distribusi, menjaga keamanan rantai pasok, hingga memastikan program Gerakan Pangan Murah (GPM) berjalan tertib di lapangan," kata Rizal.
Lebih jauh, pengendalian inflasi pangan ini juga dibahas secara menyeluruh dalam rapat koordinasi nasional bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Pertanian, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, serta Perum Bulog.
Hasil rapat menegaskan bahwa keberhasilan menekan laju inflasi tidak bisa dilihat sebagai capaian satu institusi semata, melainkan hasil kerja kolektif seluruh pihak yang bergerak serentak di hulu maupun hilir.
"Kami tegaskan bahwa pengendalian inflasi pangan, khususnya beras, adalah hasil kerja bersama berkat koordinasi dan sinergi Pentahelix. Bulog hanya salah satu bagian penting dalam ekosistem tersebut," imbuh Rizal.
Menurut dia, Kemendagri serta TNI/Polri memainkan peran utama sebagai motor di lapangan. Sementara Bapanas sebagai regulator pangan, BPS sebagai penyedia data akurat, Kementan dalam mendukung produksi pangan, dan cendikiawan sebagai penyumbang saran.
"Dan tentunya atas koordinasi serta pengendalian oleh Menko Bidang Pangan, semua saling terkait dan saling melengkapi. Sinergi Pentahelix ini yang membuat pengendalian inflasi beras mulai menunjukkan hasil yang nyata," pungkas dia.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4598454/original/016574700_1696412490-beras_1.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4263355/original/097761400_1671175067-20221216-Beras-Impor-Faizal-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1371647/original/089298800_1476255507-DKI_Jakarta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/618/original/015378900_1751874433-WhatsApp_Image_2025-07-06_at_20.36.08_5b85adcb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8593999/original/023505700_1782562806-ekuador.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776135/original/014006000_1782843284-063_2284049459.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776134/original/059322300_1782843171-000_B8UA24W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3299157/original/094356500_1605660408-AP20322768020969.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8505254/original/095572100_1782426499-063_2283328466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710453/original/039368100_1782790641-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378845/original/006458400_1782257129-England_s_Harry_Kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715414/original/056650500_1782804083-AP26180851266408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4968712/original/040567300_1728906269-WhatsApp_Image_2024-10-14_at_18.36.10_bf9be244.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3938373/original/066479600_1645165606-20220218-Waspada_Cuaca_Ekstrem_di_Jakarta-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8684651/original/055299800_1782738048-62a4be94-12db-473e-bc05-0fbd8499c944.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5175380/original/036780300_1742987441-WhatsApp_Image_2025-03-26_at_17.43.47_75a174de.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3143781/original/016275000_1591254377-20200604-Banjir-Rob-Rendam-Pasar-Ikan-Muara-Baru-FANANI-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8582860/original/003906500_1782544025-1000569516.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8669118/original/079782400_1782704998-154851.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8679732/original/063438400_1782727549-WhatsApp_Image_2026-06-28_at_23.07.03.jpeg)