Profil Ferry Irwandi, Aktivis Vokal yang Disebut Jenderal TNI Terindikasi Pidana

Ferry Irwandi dikenal sebagai aktivis yang juga konten kreator. Belakangan dia juga mendirikan Malaka Project yang kerap membahas isu-isu berkaitan bidang politik dan sosial.

Diperbarui 09 September 2025, 11:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Nama Ferry Irwandi tiba-tiba ramai diperbincangkan. Oleh Komandan Satuan Siber (Dansatsiber) TNI, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Juinta Omboh (J.O) Sembiring, pendiri Malaka Project itu disebut terindikasi pidana. Atas dasar itulah Juinta mendatangi Polda Metro Jaya untuk berkonsultasi.

Jenderal TNI tersebut tidak menjelaskan secara rinci bentuk indikasi pidana yang diduga dilakukan Ferry. Lantas siapakah sosok Ferry Irwandi?

Sosok Ferry Irwandi belakangan dikenal sebagai aktivis berani menyuarakan isu-isu sosial dan politik yang sensitif.  Pria kelahiran Jambi itu juga dikenal sebagai seorang konten kreator dan YouTuber. Beberapa tahun terakhir, dia juga mendirikan Malaka Project, sebuah inisiatif yang berfokus pada peningkatan akses dan kualitas pendidikan di Indonesia.

Perjalanan Pendidikan Ferry Irwandi

Dalam sejumlah penelusuran, Ferry dikenal sebagai pemuda yang cukup mencintai duania seni. Meski pada akhirnya dia memilih melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Selama berkuliah di STAN, Ferry tidak meninggalkan minatnya pada dunia kreatif. Ia aktif dalam kegiatan klub pencinta dan pembuat film bernama SCENE. Keterlibatannya dalam klub ini memungkinkan Ferry untuk tetap mengasah kemampuan kreatifnya sambil menempuh pendidikan formal di bidang akuntansi.

Setelah menyelesaikan pendidikan di STAN, Ferry melanjutkan pendidikan pascasarjana di Central Queensland University, Australia.

Karier Sebagai PNS di Kementerian Keuangan

Sebelum terjun sebagai kreator konten, Ferry pernah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Keuangan. Ia bergabung menjadi bagian dari tim humas Kemenkeu dengan peran sebagai videografer. Posisi ini memungkinkan Ferry untuk menggunakan kemampuan kreatifnya dalam konteks pekerjaan formal.

Selama hampir satu dekade, Ferry mengabdi di Kementerian Keuangan. Namun pada November 2022, Ferry resmi mengundurkan diri setelah hampir satu dekade mengabdi. Keputusan ini diambil untuk fokus pada jalur aktivisme serta dunia konten digital. Langkah berani ini menunjukkan komitmennya terhadap misi yang lebih besar dalam menyuarakan isu-isu sosial dan politik.

Perjalanan Sebagai Konten Kreator dan Aktivis

Ferry Irwandi kemudian aktif di YouTube sejak tahun 2010, jauh sebelum ia menjadi terkenal seperti sekarang. Konten dalam channel YouTube-nya mencakup beragam topik, termasuk politik, edukasi keuangan, stoikisme, dan isu sosial. 

Pada tahun 2023, Ferry meluncurkan Malaka Project, sebuah inisiatif bersama influencer lainnya, seperti Jerome Polin dan Coki Pardede. Proyek ini bertujuan meningkatkan akses pendidikan di Indonesia untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045. Malaka Project menjadi wujud nyata dari komitmen Ferry terhadap kemajuan pendidikan nasional.

Ferry juga cukup aktif di media sosial Instagram miliknya. Dia menyoroti gaya hidup anggota dewan. Dia jgua menyorot ketika rentetan demo terjadi di Jakarta dan sejumlah kota besar pada akhir Agustus 2025 kemarin. Termasuk ketika Rantis Brimob melintas tubuh Affan Kurniawan, seorang driver ojol.

Terindikasi Pidana

Sebelumnya, Komandan Satuan Siber (Dansatsiber) TNI, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Juinta Omboh (J.O) Sembiring tiba-tiba mendatangi Polda Metro Jaya, Senin (8/9/2025). Dia bicara tentang CEO Malaka Project Ferry Irwandi. 

Juinta Omboh mengaku kedatangannya untuk berkonsultasi dengan jajaran polisi di Polda Metro Jaya. Hasil diskusi, ada dugaan pidana yang dilakukan oleh Ferry Irwandi.

“Konsultasi kami ini terkait dengan kami menemukan beberapa fakta-fakta dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh saudara Ferry Irwandi," kata Juinta Omboh (J.O) Sembiring kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin.

Dia menjelaskan, dugaan itu diketahui setelah tim patroli siber melakukan penelusuran. Namun, Juinta Omboh (J.O) Sembiring belum berkenan membeberkan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Ferry Irwandi.

"Nanti kan ada penyidikan, nanti biar kita lanjutkan," ujar dia.

Dia berencana mengambil langkah hukum. "Sebagai warga negara yang taat dengan hukum, kami tentunya mengedepankan hukum, sehingga atas dugaan tindak pidana tersebut Kami akan melakukan langkah-langkah hukum," ucap dia.

 

Tanggapan Ferry Irwandi

Ferry Irwandi menanggapi indikasi pidana yang membuat Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Juinta Omboh (J.O) Sembiring mendatangi Polda Metro Jaya.

Ferry Irwandi mengatakan, sikap yang disampaikan murni pemikiran dan kegelisahannya atas kondisi negara ini.

"Saya sampaikan satu hal, ide tidak bisa dibunuh atau dipenjara,” ucap Ferry melalui akun instagram pribadinya, Senin (8/9/2025).

Ferry juga menegaskan akan menghadapi semua tuntutan dengan tenang. Dia mengaku bakal menghadapi dengan modal keberanian.

"Oh ya satu lagi, saya siap menghadapi semuanya, tenang saja, saya tidak pernah dididik jadi pengecut atau penakut," tegasnya.

Ferry mengirim pesan ke Brigjen Juinta. Ferry membantah pernah dihubungi oleh pihak Brigjen Juinta.

“Dear jenderal. Saya tidak lari kemana-kemana, setelah nomor saya didoxxing pun saya gak pernah ganti nomor, jadi sampai sekarang kalau bilang pernah coba kontak, saya tidak pernah dikontak. Terima kasih,” ujar Ferry melalui akun instagram pribadinya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6