TNI Ungkap Kronologi Brimob Disebut Tangkap Anggota BAIS saat Demo Anarkis

Keberadaan personel BAIS TNI di lokasi keramaian massa adalah bagian dari tugas intelijen untuk melakukan pemantauan aksi unjuk rasa di Jakarta.

Diterbitkan 05 September 2025, 17:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • TNI membantah penangkapan anggota BAIS Mayor SS oleh Brimob saat demo ricuh.
  • Informasi tersebut hoaks, berpotensi adu domba TNI dan Polri.
  • Mayor SS bertugas memantau aksi unjuk rasa, bukan sebagai provokator.

Liputan6.com, Jakarta - Tentara Nasional Indonesia (TNI) menegaskan kabar yang menyebut anggota Badan Intelijen Strategis atau BAIS TNI ditangkap Brimob Polri saat demo ricuh beberapa waktu lalu adalah tidak benar.

TNI menyebut informasi yang beredar di media sosial tersebut merupakan hoaks yang berpotensi mengadu domba dua institusi negara.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Freddy Ardianzah mengakui foto yang beredar memang benar menampilkan anggota BAIS. Dia pun mengungkap inisial prajurit tersebut yaitu Mayor SS. Namun demikian, Freddy membantah keras narasi yang menyebut Mayor SS provokator.

“Bahwa foto ini memang benar adalah anggota BAIS TNI, karena sudah jelas disitu ada kartu tanda anggota. Tapi yang saya sangkal adalah narasinya, BAIS TNI dituduh provokator dan perusuh demo. Ini perlu kami jelaskan, karena seperti saya sampaikan tadi, begitu foto, kemudian video konten yang salah, itu jelas-jelas hoaks,” ujar Freddy dalam jumpa pers di Mabes TNI, Jakarta, Jumat (5/9/2025).

Freddy menjelaskan, keberadaan personel BAIS di lokasi keramaian massa adalah bagian dari tugas intelijen untuk melakukan pemantauan aksi unjuk rasa di Jakarta.

"Personel kami bertugas melakukan monitor, bukan sebagai provokator,” tegasnya.

 

Kronologi Brimob Bertemu Anggota BAIS yang Disebut Ada Penangkapan

Ferrdy pun menjabarkan kronologi bagaimana peristiwa persinggungan antara Brimob Polri dengan anggota BAIS yang dimaksud. Berikut Kronologi Kejadian Versi TNI: 

 

15.25 – 17.05 WIB:

Massa bentrok dengan pasukan Brimob di bawah Fly Over Slipi.

 

17.05 – 22.00 WIB:

Massa berhasil dipukul mundur menuju kawasan Pejompongan.

 

22.00 – 22.30 WIB:

Massa terpecah ke dua arah, yakni Pejompongan dan Benhil.

 

22.30 – 23.15 WIB:

Brimob yang awalnya di Benhil bergabung memperkuat pasukan di Pejompongan. Mayor SS bersama empat rekannya ikut bergerak mengikuti di belakang pasukan Brimob.

 

23.25 WIB:

Mayor SS dan rekannya memantau situasi di area pom bensin. Karena terpisah akibat asap gas air mata, Mayor SS terlihat duduk di atas motor yang terparkir. Saat itu, rombongan Brimob bermotor tiba dan salah satu anggotanya menarik Mayor SS ke arah mobil rantis.

 

Bantah Jadi Provokator

Freddy menegaskan, peristiwa itu terjadi karena situasi di lapangan yang penuh ketegangan, bukan karena Mayor SS tertangkap melakukan provokasi.

"Tidak ada penangkapan oleh Polri, tidak ada upaya provokasi. Itu murni tugas negara,” tegasnya.

TNI meminta publik bijak menyikapi informasi yang beredar di media sosial agar tidak mudah terprovokasi oleh hoaks yang berpotensi memecah belah.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6