Bertemu Mensesneg, BEM SI Minta Dibentuk Tim Investigasi Dugaan Makar

Para perwakilan mahasiswa meminta agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset segera disahkan.

Diterbitkan 05 September 2025, 01:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BEM SI Kerakyatan bertemu Mensesneg menyampaikan tuntutan penting.
  • Tuntutan utama meliputi pengesahan RUU Perampasan Aset dan tim investigasi makar.
  • Pemerintah berjanji menindaklanjuti aspirasi mahasiswa secepatnya.

Liputan6.com, Jakarta - Badan Eskeskutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan menyampaikan sejumlah tuntutan saat bertemu Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana Negara Jakarta, Kamis (4/9/2025).

Prabowo Subianto berhalangan hadir dikarenakan menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Istiqlal.

"Kebetulan memang tadi sebetulnya Pak Presiden ingin menemui kami namun ada acara Maulid di Istiqlal kebetulan. Belum sempat ketemu sama Bapak Presiden," kata salah satu perwakilan BEM SI Kerakyatan bernama Pasha usai bertemu Mensesneg di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/9/2025) malam.

Kepada Prasetyo, para mahasiswa meminta agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset segera disahkan. Selain itu, BEM SI Kerakyatan meminta Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk tim investigasi terkait dugaan makar dalam aksi demo berujung ricuh.

"Pertama, mungkin kami menekan dengan keras bahwa untuk segera mensahkan RUU Perampasan Aset yang kemarin sudah kami sampaikan di DPR RI," ujarnya.

"Namun mungkin untuk hari ini, kami segera secara lantang juga atas nama BEM SI Kerakyatan menyampaikan bahwa kami dengan tegas untuk menuntut dan menekan Bapak Presiden Republik Indonesia untuk segera membentuk tim investigasi terkait dugaan makar," sambung Pasha.

Pasha menuturkan Prasetyo menanggapi positif tuntutan-tuntutan para mahasiswa. Menurut dia, Prasetyo juga berjanji akan menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada Prabowo.

"Tadi Bapak Mensesneg sudah memberikan respons yang cukup positif dan segera akan disampaikan ke Bapak Presiden," tutur dia.

 

Akomodir 17+8 Tuntutan Rakyat

Sementara itu, Ketua BEM UPN Veteran Yogyakarta, Kaleb menjelaskan mahasiswa juga mendesak pemerintah mengakomodir '17+8 Tuntutan Rakyat'. Dia menyebut Mensesneg dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto berjanji akan mengakomodir tuntutan masyarakat itu.

"Pak Mensesneg pun mengiyakan untuk bisa mengakomodir setiap aspirasi yang sedang trending per hari ini 17+8, seperti itu," ucap Kaleb.

Disisi lain, Bem SI Kerakyatan juga mendesak pemerintah menegakkan supremasi sipil dan menolak militerisme. Mereka memandang  militer menjadi alat negara dan berada di barak.

BEM SI mengajak masyarakat mengawal semua tuntutan yang disampaikan. Pemerintah menjanjikan tuntutan yang disampaikan mahasiswa akan ditindaklanjuti dalam tempo sesingkat-singkatnya.

"Untuk kepastian waktu, kami belum bisa memastikan sendiri karena dari Bapak Mensesneg dan Bapak Mendiktisaintek itu juga pasti akan mengakomodir segala tuntutan masyarakat dan akan dilakukan dalam waktu ataupun tempo secepat-cepatnya," ujar Koordinator Wilayah Bem SI Kerakyatan untuk Banten, Paloma.

"Artinya apapun tuntutannya, per hari ini kita sampaikan langsung ke lembaga eksekutif pun harus tetap masyarakat dan kami, rekan-rekan mahasiswa, kawal," imbuh dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6