Begini Nasihat Wiranto Usai Demo Berujung Kericuhan

Presiden Prabowo Subianto memanggil Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Wiranto ke Istana. Sebelumnya, Prabowo memanggil Kepala BIN, Muhammad Herindra.

Diperbarui 04 September 2025, 15:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo memanggil Wiranto dan Kepala BIN bahas demo ricuh.
  • Wiranto menyatakan pemerintah dengarkan aspirasi namun tak semua tuntutan dipenuhi.
  • Wiranto imbau semua pihak menahan diri dan berkomunikasi baik.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memanggil Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Wiranto ke Istana. Sebelumnya, Prabowo memanggil Kepala BIN, Muhammad Herindra. Prabowo memanggil untuk membahas demo yang terjadi akhir pekan lalu.

Wiranto tak menjelaskan secara rinci hal apa yang akan dibahas dengan Prabowo di Istana. Namun, dia menuturkan, dipanggil Prabowo untuk membahas langkah-langkah pemerintah usai aksi demonstrasi berujung ricuh.

"Saya tentu menghadap beliau, dipanggil beliau, akan membicarakan hal-hal apa yang sebenarnya harus dilakukan pemerintah ya untuk mengatasi semua ini. Tapi kembali tadi, ya kalau semuanya bisa nahan diri, semua bisa bersikap nggak emosional, saya kira semuanya baik-baik saja," ujar Wiranto sebelum menghadap Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/9/2025).

Dia mengatakan, Presiden Prabowo Subianto selalu mendengarkan aspirasi atau tuntutan para pendemo. Hanya saja, kata dia, tak mungkin semua tuntutan pendemo dituruti oleh Prabowo.

"Sebagian apa yang diminta oleh para pendemo, oleh masyarakat ya tentu selalu didengar oleh Presiden ya dan Presiden juga tentu sedapat mungkin telah mendengarkan itu, kemudian memenuhi apa yang diminta," kata Wiranto

"Tentunya tidak serentak ya semua dipenuhi, kalau semua permintaan dipenuhi kan juga repot ya," sambungnya.

Dia menyerahkan kepada Prabowo soal penyerapan tuntutan-tuntutan para pendemo. Wiranto meyakini Prabowo sosok yang responsif terhadap harapan rakyat.

"Tentu kita menyerahkan saja kepada Presiden yang saya tahu beliau sangat memperhatikan, sangat mendengarkan dan responsif ya terhadap apa yang diharapkan rakyat," ujarnya.

 

Nasihat Wiranto

Wiranto mengingatkan semua pihak menjaga diri dan tidak terbakar emosi, serta melakukan hal-hal yang melanggar hukum. Menurut dia, semua masalah dapat dibahas dan dikomunikasikan dengan pemerintah.

"Karena semua masalah bisa dibicarakan dengan baik, bisa dikomunikasikan ya," tutur Wiranto.

Dia menyebut, seharusnya masyarakat malu dengan para pejuang dan pahlawan yang memerdekakan Indonesia. 

Wiranto menekankan pekerjaan bangsa Indonesia saat ini lebih mudah dibandingkan para pejuang kemerdekaan yang mempertaruhkan nyawanya.

"Harusnya ya kita malu ya pada para pendahulu kita yang telah memerdekakan negeri ini. Yang mereka tentu risiko mereka lebih berat dari kita karena mereka melawan penjajah, memerdekakan negeri ini. Sedangkan kita kan harus, harus hanya, apa ya, memelihara persatuan-kesatuan bangsa," jelas dia.

Wiranto menegaskan, apa yang dihadapi para founding fathers Indonesia lebih berat ketimbang apa yang dihadapi generasi sekarang. Oleh sebab itu, generasi saat ini sudah seharusnya menyadari kemerdekaan sekarang.

"Kerjaan yang tidak lebih berat dari apa yang dilaksanakan para pendahulu kita, yang bertaruh nyawa sehingga kalau semua bisa menyadari ini, saya kira ya semua akan baik-baik saja," sambung Wiranto. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo adalah seorang pengusaha, politisi, mantan perwira TNI Angkatan Darat dan presiden ke-8 RI.
    H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo adalah seorang pengusaha, politisi, mantan perwira TNI Angkatan Darat dan presiden ke-8 RI.
    Prabowo Subianto
  • Wiranto adalah Ketua Umum Partai Hanura dan kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan
    Wiranto adalah Ketua Umum Partai Hanura dan kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan
    Wiranto
  • Berbagai aksi demonstrasi terjadi di Jakarta dan Yogyakarta pada pertengahan Juni 2026, melibatkan mahasiswa dan elemen masyarakat dengan tuntutan beragam serta lokasi yang berbeda.
    Berbagai aksi demonstrasi terjadi di Jakarta dan Yogyakarta pada pertengahan Juni 2026, melibatkan mahasiswa dan elemen masyarakat dengan tuntutan beragam serta lokasi yang berbeda.
    Demo
  • Sorot
  • Harian Tren