Komisi I DPR: Tidak Ada Darurat Militer, Adanya Supremasi Sipil

Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono membantah heboh isu yang menyebut Kementerian Pertahanan sedang menyiapkan penerapan darurat militer.

Diperbarui 03 September 2025, 16:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Wakil Ketua Komisi I DPR membantah isu darurat militer.
  • Wakil Panglima TNI juga menegaskan tidak ada darurat militer.
  • TNI dan Polri solid, Polri memimpin penanganan kerusuhan.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono membantah heboh isu yang menyebut Kementerian Pertahanan sedang menyiapkan penerapan darurat militer.

"Enggak ada (darurat militer), enggak ada darurat militer," kata Dave di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (3/9/2025).

Dave juga menyatakan tak ada pembahasan terkait darurat militer saat rapat bersama Kemenhan Senin (1/9/2025) lalu.

"Tidak (pembahasan), tidak ada darurat militer, sekarang semuanya sudah normal, supremasi sipil," pungkasnya.

Jawaban TNI

Sebelumnya, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita membantah isu bakal ada penerapan darurat militer pasca banyaknya kerusuhan dan penjarahan di berbagai daerah. Tandyo mengklaim pihaknya solid bersama Polri.

“Saat tanggal 30 Pak Presiden memanggil Panglima TNI dan Kapolri menyampaikan statement itu dan kita solid jadi satu, bagaimana untuk mengelola ini sama-sama, jadi tidak ada kita mau ngambil alih, tidak ada,” kata Tandyo di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (1/9/2025).

Tandyo menegaskan tak ada rencana mengambil alih menjadi darurat militer. Ia menegaskan bahwa Polri selalu di depan dan pihaknya hanya membantu.

“Karena itu disampaikan bahwa yang di depan kan Polri dulu, Polri baru setelah itu ada kondisi seperti ini ya barulah kita jadi satu dengan Polri tidak ada keinginan kita untuk mengambil terima,” ungkapnya.

Dugaan Cipta Kondisi Kerusuhan

Selain itu, Tandyo juga membantah isu bahwa TNI melakukan cipta kondisi terkait kerusuhan belakangan.

“Saya kira apa yang kemampuan TNI untuk mencipta kondisi. Kita kan di belakang terus di belakang polri,” pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6