Liputan6.com, Jakarta - Polisi terus memburu penjarah rumah anggota DPR sekaligus artis Uya Kuya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Dari sembilan orang yang diamankan, tujuh orang diduga sebagai terduga pelaku penjarah.
"Dari 9 orang tersebut statusnya 7 terduga pelaku dan 2 saksi," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Dicky Fertoffan dalam keterangannya, Selasa (2/9/2025).
Dalam kasus ini, Dicky mengatakan, polisi turut menyita pelbagai barang bukti yang digondol massa saat kejadian. Salah satunya seekor kucing.
Advertisement
"Hasil pengembangan hari ini berhasil mengamankan berbagai macam barang bukti, termasuk 1 ekor kucing," ucap dia.
Dia menegaskan, proses identifikasi terhadap pelaku lain masih berjalan. Dia menekankan, seluruh pelaku yang terlibat akan ditangkap.
"Penjarahan lainnya sedang dalam proses identifikasi oleh unit Jatanras Satreskrim Jaktim hingga tuntas," tandas Dicky.
Sebelumnya, rumah Anggota Komisi IX DPR Surya Utama atau Uya Kuya digeruduk massa pada Sabtu malam 30 September 2025. Hal itu diketahui dari unggahan video sosial media Instagram.
"Breaking News! Rumah Uya Kuya Digeruduk oleh Massa dan Dijarah," tulis akun Instagram @ceritabekasi.co, Sabtu malam 30 September 2025.
Dalam video itu, nampak massa menggeruduk masuk ke rumah Uya Kuya. Terlihat foto Uya Kuya dan keluarga terpajang setelah pintu masuk rumah. Massa juga nampak menjarah barang-barang milik Uya Kuya dan langsung naik ke lantai atas rumah Uya Kuya.
Â
9 Penjarah Rumah Uya Kuya Ditangkap, Jumlah Pelaku Banyak Kini Diburu Polisi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5334637/original/092636100_1756725260-WhatsApp_Image_2025-09-01_at_17.35.11.jpeg)
Polisi menangkap sembilan orang terduga penjarah rumah Anggota Komisi IX DPR RI Surya Utama atau disapa Uya Kuya di kawasan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur pada Sabtu malam 30 Agustus 2025.
"Betul, untuk saat ini kami sudah menangkap sembilan orang," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Dicky Fertoffan saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu 31 Agustus 2025.
Penangkapan dilakukan setelah kepolisian mengantongi bukti rekaman video serta sejumlah barang yang dibawa para pelaku. Barang bukti yang berhasil diamankan berupa sejumlah perabotan dari rumah Uya Kuya.
Mereka ditangkap di tempat kejadian perkara pada Sabtu (30/8). Polisi juga menelusuri jejak para pelaku melalui rekaman video, termasuk siaran langsung di media sosial yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
“Semua yang terekam dalam video masih terus kita cari. Ada barang-barang yang memang ada di tempat kejadian perkara (TKP), kurang lebih beberapa perabotan," ujar Dicky.
Dicky menyebut, jumlah pelaku penjarahan sebenarnya cukup banyak. Namun, hingga kini baru sembilan orang yang berhasil ditangkap dan akan terus dilakukan pendalaman kasus.
"Masih didalami peran mereka. Pelaku lainnya masih terus kita kembangkan karena jumlahnya banyak sekali," ucap Dicky.
Dicky menjelaskan, penjarahan terjadi meski sebelumnya petugas Polsek Duren Sawit telah memberikan imbauan kepada massa agar tidak melakukan tindakan pidana.
Namun, upaya itu gagal karena jumlah massa yang terlalu besar. "Polsek sudah mencoba lakukan imbauan, tapi tidak berhasil. Akhirnya dilaporkan kepada Kapolres dan langsung dilakukan penindakan oleh tim gabungan Reskrim dan Samapta," kata Dicky.
Hingga kini, polisi masih melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku lainnya yang belum teridentifikasi dan terus berjaga di wilayah setempat.
Â
Advertisement
Detik-Detik Penjarahan Rumah Uya Kuya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5334636/original/066403500_1756725260-WhatsApp_Image_2025-09-01_at_17.35.10.jpeg)
Kasus penjarahan di rumah Uya Kuya itu menjadi sorotan publik setelah kediaman politisi itu diserbu massa. Beredar sebuah video yang menampilkan kediaman artis sekaligus anggota DPR di kawasan Jakarta Timur itu didatangi massa, Sabtu (30/8) malam.
Massa berhasil merobohkan pagar rumah Uya Kuya dan langsung menerobos masuk hingga ke lantai dua untuk menjarah apa pun yang ada di rumah tersebut. Terdengar suara massa berteriak bersahut-sahutan, "Hancurkan" dan benda-benda rumah yang pecah.
Uya Kuya sempat memberikan klarifikasi atas tindakan joget-joget di gedung MPR/DPR bersamaan dengan momen diumumkannya kenaikan tunjangan DPR RI, termasuk tunjangan rumah sebesar Rp50 juta setiap bulan.
Menurut Uya Kuya dalam klarifikasinya, joget-joget itu tidak ada kaitan dengan kenaikan tunjangan DPR. Mereka berjoget hanya mengikuti irama lagu untuk tujuan menghargai musisi yang tampil.
Polisi sempat memberi imbauan agar massa membubarkan diri karena tindakannya tergolong pidana. Namun jumlah massa terlalu banyak dan tak bisa dihalau.
“Maka Polsek melaporkan hal tersebut kepada Kapolres dan langsung dilakukan penindakan oleh tim gabungan reskrim dan Samapta," ucap dia.
Dicky memastikan masih terus memburu pelaku lain yang terekam dalam video maupun siaran langsung di media sosial. “Benar (dicari)," tandas dia.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5331244/original/022657600_1756398432-Untitled-3.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/569920/original/073763900_1744978909-20250226_142410.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5334638/original/030542600_1756725261-WhatsApp_Image_2025-09-01_at_18.01.52.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/618/original/015378900_1751874433-WhatsApp_Image_2025-07-06_at_20.36.08_5b85adcb.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259121/original/085743200_1781464083-063_2281573951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540213/original/078998400_1774689981-AP26086742238879.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5241643/original/000306500_1749004088-AP25154539148672.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258799/original/021874200_1781411244-brasil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8658507/original/009732800_1782681457-000_B8LH2L7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8512971/original/012018800_1782436430-000_B8CY2VE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8623031/original/006534100_1782616032-063_2283182531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8660431/original/044103500_1782685503-Canada_s_Stephen_Eustaquio.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8659951/original/005175900_1782684619-000_B8LH2KW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8659756/original/038409700_1782684252-063_2283754697.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8480622/original/006833100_1782392396-AFSEL.jpg)