Berapa Harga Statue Iron Man Sahroni yang Dijarah?

Menjawab rasa penasaran publik, konten kreator mainan Medy Renaldy membuat unggahan khusus yang membahas harga statue tersebut.

Diperbarui 01 September 2025, 16:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rumah milik Politsi NasDem, Ahmad Sahroni, yang terletak di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, menjadi sasaran penjarahan massa. Dalam insiden tersebut, dua patung karakter superhero—Iron Man dan Spider-Man—dilaporkan hilang dan mengalami kerusakan.

Peristiwa ini menarik perhatian warganet, yang kemudian bertanya-tanya, berapa harga statue yang dimiliki Sahroni tersebut. Menjawab rasa penasaran publik, konten kreator mainan Medy Renaldy membuat unggahan khusus yang membahas harga dua statue itu.

Dalam videonya, Medy memperlihatkan bagian kaki dari patung Iron Man Mark II yang terlihat dijarah dalam sebuah foto. Ia menjelaskan bahwa patung berukuran life-size seperti itu rata-rata memiliki harga ratusan juta rupiah.

Sebagai contoh, ia menampilkan harga di salah satu toko online yang mencapai Rp 235 juta, berdasarkan penelusurannya.

Tak hanya satu, Ahmad Sahroni juga memiliki patung Iron Man Mark 85 berukuran serupa, yang menurut Medy bernilai sekitar Rp 168 juta.

Selain itu, patung Spider-Man yang juga ikut rusak dalam kejadian tersebut diperkirakan bernilai Rp 127 juta. Dalam video penjarahan yang beredar di media sosial, patung Spider-Man terlihat dalam kondisi hancur.

Medy Renaldy mengungkapkan kekagumannya terhadap koleksi tersebut dan berharap suatu hari bisa memiliki patung serupa dengan hasil jerih payahnya sendiri.

“Semoga suatu saat saya bisa membelinya dengan uang halal,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

 

Massa Rusak Rumah Anggota DPR Ahmad Sahroni

Massa mendatangi rumah anggota DPR RI Fraksi NasDem Ahmad Sahroni di Jalan Swasembada, Kebon Bawang, Tanjung Priok, pada Sabtu (30/8/2025) sore.

Ratusan warga datang dan melakukan aksi pelemparan terhadap rumah anggota DPR RI dari Partai Nasdem tersebut.

Massa ini datang ke rumah mantan Wakil Ketua Komisi III tersebut, mereka tak hanya meneriaki tapi juga melempari rumah sehingga merusak bangunan bertingkat tersebut.

Bersasarkan informasi yang didapatkan, massa mulai berkumpul di depan rumah sekitar pukul 15.00 WIB dan terus melakukan aksi pelemparan dan mendobrak pagar. demikian dikutip dari Antara.

Warga juga masuk ke dalam rumah dan merusak kendaraan milik Ahmad Sahroni yang terparkir di garasi rumah.

 

NasDem Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach Sebagai Anggota DPR

Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach buntut pernyataanya yang menimbulkan kemarahan masyarakat. Sahroni menuai kritik tajam setelah dinilai merendahkan mereka yang menyerukan pembubaran DPR.

Sementara, Nafa Urbach dikritik publik setelah mendukung tunjangan rumah anggota DPR sebesar Rp 50 juta per bulan. Pernyataannya itu dianggap tak peka terhadap kondisi ekonomi rakyat.

"Bahwa dalam perjalanan mengemban aspirasi masyarakat ternyata ada pernyataan dari pada wakil rakyat khususnya Anggota DPR- RI dari Fraksi Partai NasDem yang telah menyinggung dan mencederai perasaan rakyat, dan hal tersebut merupakan penyimpangan terhadap perjuangan Partai NasDem,” demikian kutipan siaran pers Nasdem yang ditandatangani Surya Paloh pada Minggu (31/8/2025).

NasDem akan menonatifkan Sahroni dan Nafa per tanggal 1 September 2025. Kedunya akan dinonaktifkan dari anggota DPR RI dari Fraksi NasDem.

“Bahwa atas pertimbangan hal hal tersebut diatas dengan ini DPP Partai NasDem menyatakan terhitung sejak hari Senin, 1 September 2025, DPP Partai NasDem menonaktifkan saudara Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach sebagai Anggota DPR-RI dari Fraksi Partai NasDem,” tulisnya.

Surya Paloh menekankan kepada seluruh kader NasDem agar mengutamakan aspirasi publik karena menjadi bagian dari perjuangan partai.

"Sesungguhnya aspirasi masyarakat harus tetap menjadi acuan utama dalam perjuangan Partai NasDem," tutup Paloh.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6