Organisasi Pemuda Lintas Iman Minta Pemerintah Dengarkan Aspirasi Rakyat

Dengarkan tuntutan rakyat serta evaluasi setiap kebijakan dan program pemerintah yang dinilai merugikan dan membebani rakyat.

Diperbarui 31 Agustus 2025, 14:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Organisasi Pemuda Lintas Iman berduka atas korban demonstrasi yang luka dan meninggal.
  • Mendesak pemerintah dan DPR dengar rakyat, serta partai berhentikan anggota provokatif.
  • Ajak masyarakat jaga kondusifitas, tolak anarkis, Polri-TNI jaga keamanan terukur.

Liputan6.com, Jakarta - Organisasi Pemuda Lintas Iman menyampaikan simpati dan dukacita yang mendalam kepada seluruh korban dalam aksi demonstrasi di beberapa daerah beberapa hari ini, bahkan ada yang sampai mengalami luka-luka dan meninggal dunia.

Dimana Organisasi Pemuda Lintas Iman terdiri dari, Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla, Ketum GP Ansor Addin Jauharuddin, Ketum PP Pemuda Katolik Stefanus, Ketum DPP GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat, Ketum Pemuda Konghucu Kris Tan, Ketum Pemuda Peradah Putu Yoga Saputra, Waketum Pemuda Gemabudhi Wiryawan, Ketum Pemuda GPII Masri Ikoni, dan Ketum Pemuda Mathla'ul Anwar Ahmad Nawawi.

Untuk menghindari adanya kericuhan lagi, Sahat Sinurat pun meminta pemerintah dan DPR untuk mendengar tuntutan rakyat

"Dengar tuntutan rakyat serta mengevaluasi setiap kebijakan dan program pemerintah yang dinilai merugikan dan membebani rakyat," kata Sahat dalam keterangan resmi pada Minggu 31 Agustus 2025.

Selain itu mendesak pimpinan Partai Politik segera memberhentikan para anggota DPR RI dan pengurus Partai yang mengeluarkan pernyataan yang provokatif dan melukai hati rakyat serta menginstruksikan kepada seluruh kader Partai untuk menjaga ucapan serta lebih berempati kepada persoalan rakyat.

"Mengajak seluruh elemen masyarakat yang menyampaikan tuntutan dan aspirasi, untuk menjaga kondusifitas dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah," tambah Gusma dari PP Pemuda Katolik.

 

Jangan Terprovokasi

Kemudian tidak terprovokasi untuk melakukan aksi anarkis seperti perusakan, pembakaran, dan penjarahan yang merugikan sesama masyarakat.

Selanjutnya, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menjaga satu sama lain, menolak demo anarkis, dan tidak terpengaruh dengan penggiringan isu yang menyinggung suku, agama, etnis, dan golongan (SARA) untuk mencegah terulangnya peristiwa kerusuhan 98.

"Meminta Polri dan TNI untuk menjaga keamanan dengan terukur, tidak represif kepada masyarakat yang melakukan aksi demo damai, serta menindak tegas para pelaku aksi anarkis yang memicu huru-hara serta melakukan perusakan, pembakaran, dan penjarahan," jelas Dzulfikar dari PP Pemuda Muhammadiyah.

 

Bangun Ruang Dialog

Di saat yang sama, Gus Addin dari GP Ansor juga menginstruksikan kepada seluruh kader organisasi agar bersama-sama dengan masyarakat.

"Mari para kader bergotong-royong, bahu-membahu, membangun ruang dialog dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan semua elemen masyarakat, menjaga fasilitas umum, serta membantu kesulitan masyarakat di daerah masing-masing," jelas Gus Addin.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6