Kapolda Metro Dilempari Botol Saat Temui Massa Demo

Kapolda Metro yang tadinya diterima di depan mahasiswa berubah jadi sasaran empuk lemparan botol. Petugas bertameng pun bergerak cepat maju ke barisan terdepan menghadapi amuk massa.

Diperbarui 29 Agustus 2025, 17:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Mahasiswa berunjuk rasa di Polda Metro Jaya menuntut keadilan atas kematian pengemudi ojol Affan Kurniawan.
  • Massa menuntut Kapolda mundur, pembebasan rekan, dan penghentian tindakan represif aparat.
  • Aksi memanas dengan lemparan botol dan pembakaran ban setelah jawaban Kapolda tidak memuaskan.

Liputan6.com, Jakarta- Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menemui massa aksi dari mahasiswa yang berunjuk rasa di Polda Metro Jaya, Jakarta, imbas insiden mobil rantis tabrak pengemudi ojek online atau ojol yakni Affan Kurniawan, hingga tewas saat demonstrasi DPR RI.

Pantauan Liputan6.com, Jumat (29/8/2025), massa aksi awalnya menanyakan tanggapan Kapolda Metro Jaya atas tuntutan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mundur dari jabatannya. Selain itu, mahasiswa meminta kepolisian seluruh Indonesia membebaskan rekan-rekannya yang ditangkap.

Mahasiswa juga meminta Polri berhenti melakukan tindakan represif terhadap rakyat. Apabila hal itu tetap terjadi sebagaimana yang dialami Affan Kurniawan dan khususnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya, mereka meminta Kapolda mundur pula dari jawabannya.

Mendengar tuntutan para mahasiswa itu, Asep menjawab akan menyampaikan semuanya ke pimpinan. Jawaban tersebut sontak menyulut emosi mahasiswa.

Botol Melayang, Ban Dibakar

Asep yang tadinya diterima di depan mahasiswa berubah jadi sasaran empuk lemparan botol. Petugas bertameng pun bergerak cepat maju ke barisan terdepan menghadapi amuk massa.

Beberapa menit kemudian, pintu gerbang satu lagi dijebol mahasiswa. Mereka membakar ban di jalan raya hingga menimbulkan asap hitam pekat.

Meski telah melewati pukul 17.00 WIB, massa aksi tetap bertahan. Beberapa lemparan botol masih terus melayang ke aparat yang berjaga.

Demo di Berbagai Daerah

Gelombang demonstrasi kembali terjadi usai seorang pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat demonstrasi di Jakarta pada Kamis, 28 Agustus 2025.

Aksi solidaritas dari komunitas ojol dan mahasiswa berlangsung di sejumlah titik, menuntut keadilan dan transparansi dalam penanganan kasus ini.

Di depan Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, massa datang mengenakan atribut berbagai layanan ojol, seperti Gojek, Grab, dan Maxim. Aksi memanas dengan pembakaran sampah dan pelemparan botol ke arah markas Brimob. Lalu lintas di sekitar flyover Senen mengalami kemacetan parah akibat aksi ini.

Solidaritas terhadap Affan juga terlihat di berbagai daerah lain. Di Bandung, Surabaya, dan Medan, komunitas ojol bersama mahasiswa menggelar aksi damai, menuntut keadilan dan perlindungan bagi pengemudi ojol. Mereka menyerukan agar aparat bertindak profesional dan tidak represif terhadap warga sipil.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6