Kondisi Terkini Jelang Demo di DPR, Jalan Gatot Subroto 'Memerah'

Ruas Jalan Gatot Soebroto tepatnya di depan Gedung DPR/MPR mulai ditutup sejak pukul 10.32 Wib.

Diperbarui 26 Agustus 2025, 05:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Jalan Gatot Subroto ditutup imbas seruan demo 25 Agustus 2025, menyebabkan kemacetan parah.
  • Ribuan personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan unjuk rasa secara humanis.
  • Tuntutan utama demo meliputi pembubaran DPR dan pengusutan dugaan korupsi.

Liputan6.com, Jakarta - Ruas Jalan Gatot Subroto tepatnya di depan Gedung DPR/MPR mulai ditutup sejak pukul 10.32 Wib, Senin (25/8/2025). Penutupan dilakukan seiring seruan demo 25 Agustus hari ini.

Pantauan Liputan6.com di depan Gedung DPR, penutupan jalan sudah dilakukan di persimpangan menuju Jalan Gerbang Pemuda. Sementara ruas tol dalam kota yang mengarah ke Slipi terpantau masih normal dengan lalu lintas ramai lancar.

Imbas Penutupan, Gatot Subroto Macet

Dilihat dari aplikasi Google Maps, dampak penutupan itu membuat lalu lintas di Jalan Gatot Subroto ke arah Senayan sudah merah alias macet parah. Warga di Jakarta disarankan tidak melintasi jalur tersebut agar tak terjebak kemacetan.

Sampai berita ini diturunkan, aksi unjuk rasa belum dimulai. Pendemo masih terus berdatangan. Namun demikian kepolisian sudah berjaga ketat di lokasi.

Ribuan Polisi Dikerahkan

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, 1.250 personel gabungan Polri, TNI, dan Pemda DKI akan mengawal jalannya aksi unjuk rasa. Susatyo menekankan pengamanan dilakukan humanis, tanpa senjata api.

Seruan Demo 25 Agustus 2025 di Media Sosial

Rencana aksi demonstrasi besar-besaran pada Senin, 25 Agustus 2025 menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Seruan ini menyebar luas melalui platform X (sebelumnya Twitter) dan pesan berantai WhatsApp, dengan akun-akun berpengikut ribuan turut menyebarkan ajakan tersebut.

Lokasi utama yang disebut-sebut menjadi titik kumpul massa adalah Gedung DPR RI di Senayan, Jakarta. Selain itu, sempat muncul pula rencana aksi di Alun-Alun Kabupaten Pati, Jawa Tengah, sebagai kelanjutan dari "demo Pati jilid 2", meski rencana ini kini terancam batal.

Ramai tersebar pula, tuntutan utama pada pendemo adalah pembubaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI). Beberapa seruan bahkan mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengeluarkan dekrit guna membubarkan lembaga legislatif tersebut.

Tidak hanya itu, ada pula tuntutan agar mengusut dugaan korupsi yang melibatkan keluarga Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Serta mendesak pemakzulan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6