Profil Wakasad Baru Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Jenderal Berkarir Moncer Berdarah Kopassus

Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa resmi menjabat Wakasad menggantikan Letjen TNI Tandyo Budi Revita yang diangkat menjadi wakil Panglima TNI.

Diperbarui 20 Agustus 2025, 18:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menunjuk Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa sebagia wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad). Saleh menggantikan Letjen TNI Tandyo Budi Revita yang diangkat menjadi Wakil Panglima TNI.

Penunjukkan itu mengacu pada Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1102/VIII/2025 tertanggal 15 Agustus 2025, tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan TNI. Siapakah Letjen Muhammad Saleh?

Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa adalah perwira tinggi TNI AD yang memiliki rekam jejak cemerlang di militer, khususnya di Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

 

Menguasai Bidang Kopassus

Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa lahir di Ternate, Maluku Utara, pada 14 Maret 1969. Sejak muda, Saleh dikenal sebagai pribadi yang disiplin dan berprestasi dalam menjalani karier militernya.

Perwira tinggi ini merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1991 dan satu angkatan dengan Jenderal Agus Subiyanto. Ia berasal dari kecabangan Infanteri dengan spesialisasi di Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menempuh berbagai pendidikan militer bergengsi. Seperti Sesarcabif, Dik PARA, dan Dik PARA Utama yang memperkuat kemampuannya di bidang operasi khusus.

Ia juga menyelesaikan Dik Komando pada tahun 1992, Diklapa I dan II, serta Dikreg Seskoad. Pendidikan strategis lainnya termasuk Sesko TNI pada tahun 2015 dan Lemhannas RI yang membekalinya dengan wawasan kepemimpinan tingkat nasional.

Bidang Kopassus paling dikuasai Saleh . Pengalaman di pasukan elite ini memberikan bekal operasional dan kepemimpinan yang sangat berharga dalam menjalankan berbagai tugas strategis TNI AD.

Sederet Jabatan Strategis di Kopassus

Karier Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa dimulai dari jabatan-jabatan strategis di Kopassus. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Batalyon 23 Grup 2/Kopassus dan Wakil Asisten Operasi (Waasops) Danjen Kopassus. Pengalaman ini memperkuat kemampuan operasionalnya dalam menangani misi-misi khusus.

Pada periode 2012-2013, ia dipercaya memimpin Grup 1/Kopassus, salah satu unit elite terpenting dalam struktur Kopassus. Setelah itu, ia mengemban tugas sebagai Asisten Operasi (Asops) Kasdam Iskandar Muda dari 2013-2015, yang memberikan pengalaman dalam pengelolaan wilayah strategis.

Perjalanan kariernya berlanjut dengan berbagai jabatan penting, termasuk Danrem 132/Tadulako (2016-2017), Kasdam Jaya (2019-2021), dan Kaskogabwilhan II (2021-2022). Puncak kariernya sebelum menjadi Wakasad adalah sebagai Pangkostrad dari Desember 2023 hingga Juli 2024.

Sebelum diangkat menjadi Wakasad, ia sempat menjabat sebagai Inspektur Jenderal TNI dari Juli 2024 hingga Agustus 2025. Pengalaman di berbagai jabatan strategis ini membuatnya memiliki pemahaman komprehensif tentang struktur dan operasional TNI AD.

Sosok Peduli Pengembangan Budaya dan Perdamaian

Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa tidak hanya dikenal sebagai perwira militer yang kompeten, tetapi juga sosok yang peduli terhadap pengembangan budaya dan perdamaian. Pada 8 Oktober 2016, ia merilis buku berjudul 'Menuai Damai di Tanah Poso' yang menceritakan potensi adat istiadat dan kearifan budaya lokal.

Buku tersebut menggambarkan visinya tentang bagaimana kearifan budaya lokal dapat digali menjadi potensi wisata yang menjanjikan. Karya ini mencerminkan pemahaman mendalam tentang pentingnya pendekatan budaya dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di daerah-daerah rawan konflik.

Ia dikenal sebagai sosok yang rendah hati, serta tetap menjalin hubungan baik dengan rekan sejawat maupun bawahan. Gaya kepemimpinannya yang humanis menjadi salah satu kekuatan dalam memimpin berbagai satuan yang pernah dipimpinnya.

Sepanjang kariernya, Saleh Mustafa telah menerima berbagai penghargaan atas dedikasi dan kontribusinya dalam menjaga kedaulatan serta keamanan negara. Pengalaman dan kompetensinya diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam tugasnya sebagai Wakasad yang baru.

Harta Kekayaan Wakasad Letjen Muhammad Saleh Mustafa

Mengutip LHKPN KPK, harta kekayaan Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa senilai Rp 13.098.360.893. Dia terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada tanggal 12 Februari 2025 saat menjabat Inspektur Jenderal TNI.

Rincian harta kekayaan Letjen TNI Muhammad Saleh yakni, tanah dan bangunan senilai Rp 5.800.000.000. Tersebar di Jakarta Timur dan Kota Bandung. Tanah dan bangunan itu ada yang didapat dari penghasilan sendiri, ada pula yang warisan.

Untuk kendaraan bergerak, total nilainya mencapai Rp 1.109.000.000.000. Berupa dua unit sepeda motor dan empat unit mobil.

Dia juga melaporkan memiliki surat berharga Rp 600.000.000. Kemudian kas dan setara kas Rp 5.589.360.893. Letjen Muhammad Saleh tercatat tidak memiliki utang.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6