Hasto Tiga Periode Jadi Sekjen, PDIP: Kalau Mau Semua Muda, Bikin Saja Partai Sendiri

Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Yevri Hanteru Sitorus membantah bahwa tak ada regenerasi dalam susunan kepenguran DPP PDIP periode 2025-2030.

Diperbarui 15 Agustus 2025, 15:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Yevri Hanteru Sitorus membantah bahwa tak ada regenerasi dalam susunan kepenguran DPP PDIP periode 2025-2030.

Diketahui, Hasto Kristiyanto ditunjuk lagi sebagai Sekretaris Jenderal DPP PDIP untuk kali ketiga.

 

"Regenerasi itu konteksnya apa? Apakah kita semua mau umur 17 tahun mengurus partai? Mengurus negara? Dulu yang masuk KPK itu semua orang-orang muda bukan? Kan begitu nih," ujar Deddy di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025). 

Dia menuturkan, untuk mengurus partai butuh kematangan dan tidak asal muda saja.

"Soal regenerasi, silakan lihat kepala daerah, anggota legislatif dari PDI Perjuangan. Karena untuk mengelola partai dalam situasi yang begini sulit, tidak saja bagi pemerintah, tapi dalam konteks penegakan hukum, supremasi sipil, saya kira perlu kematangan," ungkap Deddy.

Menurut dia, jika ingin memiliki pengurus yang semua orang muda, Deddy mempersilakan pihak yang protes untuk mendirikan partainya sendiri. Sebab, PDIP sudah berjalan regenerasi di jalur kepala daerah.

"Kalau mau muda-muda semua pengurusnya, bikin saja partai sendiri. Kami punya sistem regenerasi yang berjalan. Baik dari mulai anggota DPRD, bupati, wali kota, gubernur, bahkan kemarin Presiden," pungkasnya.

Yakin Tetap Solid

Anggota DPR Fraksi PDIP Aria Bima meyakini terpilihnya kembali Hasto Kristiyanto sebagai Sekjen PDIP menunjukkan soliditas kuat di internal partai.

“Ibu Ketua Umum sudah memilih beliau ya, maka soliditas partai itu sangat penting. Dan ini bisa menunjukkan partai pasca reformasi yang masih sama-sama sampai hari ini solid. Dan mewujudkan kemenangan ketiga kali saat pileg dalam kepemimpinan Pak Hasto saya kira cukup teruji ya,” tutur Aria di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Keputusan Megawati Soekarnoputri memilih Hasto sebagai Sekjen disebutnya sebagai langkah tepat untuk menjadikan PDIP sebagai partai nasional terkuat.

 

Megawati Punya Hak

“Saya kira mengenai Pak Hasto adalah keputusan murni dari Ibu Megawati. Dan itu adalah keputusan untuk partai, 80 Tahun Indonesia merdeka ini untuk bisa menjadi fondasi ke 100 tahun. Karena negara nasional butuh partai nasional yang kuat. Dan mungkin pilihan Pak Hasto untuk menjadikan salah satu partai nasional yang kuat adalah tepat pilihan Ibu Megawati,” jelas dia.

Aria menegaskan, Megawati sebagai Ketum PDIP memiliki hak menentukan susunan kepengurusan partai. Sehingga, seluruh internal patuh atas keputusan tersebut.

“Formatur tunggal terikat. Ibu Megawati adalah formatur tunggal terikat, ya. Terikat otomatis sebagai Ketua Umum. Kemudian formatur tunggal menentukan format kepengurusan dan pengurusan itu sendiri,” Aria menandaskan.

PDIP: Don't Change The Winner Team

Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menyatakan, terpilihnya Hasto Kristiyanto sebagai Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (Sekjen PDIP) merupakan strategi mempertahankan kemenangan.

Ia menyinggung selama Hasto Kristiyanto menjadi Sekjen, PDIP telah menang tiga kali secara berurutan.

 "Ya kalau kita lihat perjalanan dari 2010 Pak Hasto sudah di kesekjenan sebagai wakil sekjen. Kemudian sekjen 2 periode dan sekarang periode ke tiga," ujar Hugo di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (15/8/2025).

"Kalau di dalam sepakbola itu apa istilahnya, don't change the winner team. Nah ini kan kemenangan ketiga bagi PDIP dan Pak Hasto ada disitu," sambung dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6