Mengintip Cara Pramono Anung Buat Rekrutmen Damkar Jakarta Bebas Pungli

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan cara agar rekrutmen Damkar Jakarta bebas dari pungutan liar.

Diperbarui 05 Agustus 2025, 15:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Rekrutmen Damkar Jakarta dilakukan online untuk minimalisir pungli.
  • Tidak ada pungutan liar karena pendaftaran dilakukan secara online.
  • Rekrutmen terbuka bagi warga luar Jakarta karena kota terbuka.

Liputan6.com, Jakarta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan cara agar rekrutmen Damkar Jakarta bebas dari pungutan liar. Dia menyebut, seluruh proses rekrutmen dilakukan secara online sehingga meminimalisir aksi pungli.

"Karena pendaftarannya saja pakai online," kata Pramono saat dijumpai di Balai Kota Jakarta, Selasa (5/8/2025).

Pramono memastikan, tidak ada pungutan liar dalam perekrutan Pemadam Kebakaran (Damkar) Jakarta. Dia mengaku belum mendapatkan laporan pungli penerimaan Damkar.

"Enggak benar itu (ada pungutan liar), enggak ada. Karena pendaftarannya saja pakai online. Saya jamin enggak ada," ujar Pramono.

Mantan Seskab ini menjelaskan, mekanisme rekrutmen Damkar sepenuhnya diatur oleh instansi tersebut. Terlebih, selama ini Damkar telah membangun citra yang baik di masyarakat. Untuk itu, dia pun memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada pihak Damkar terkait rekrutmen 1.000 personel baru.

“Rekrutmen seperti biasa, terbuka. Tapi karena yang membedakan PPSU ini kan prosesnya berjenjang, kalau Damkar maka sepenuhnya diadakan di Damkar dan karena performa dari Damkar sangat baik, saya terus terang memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada Damkar,” ujar Pramono.

Meski kepercayaan penuh terkait rekrutmen tersebut diberikan kepada Damkar, dia mengungkapkan proses akhir perekrutan tersebut nantinya tetap berdasarkan persetujuan dari Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Dengan begitu, perekrutan tetap berjalan secara adil dan transparan.

Jumlah Petugas Damkar Tak Ideal

Sebelumnya, Pramono mengatakan penerimaan anggota Damkar dilakukan karena kurangnya jumlah personel di Jakarta. Dari total 267 kelurahan di Jakarta, saat ini hanya terdapat 170 pos pemadam kebakaran.

Dari jumlah personel, saat ini Jakarta memiliki sekitar 4.000 personel, padahal kebutuhan idealnya mencapai 10.000 hingga 11.000 orang.

Rekrutmen petugas Damkar ini tak hanya diperuntukkan bagi warga Jakarta. Artinya warga luar Jakarta juga boleh ikut mendaftar.

“Sebagai bagian dari kota terbuka, orang menaruh harapan untuk bisa menggantungkan nasib bekerja di Jakarta. Untuk itu saya tetap akan menjalankan secara terbuka, walaupun kemudian ini menjadi beban bagi Kota Jakarta,” kata Pramono.

Pramono tak menampik, jumlah pengangguran di Tanah Air masih sangat tinggi. Menurut dia, rata-rata para pencari kerja di ibu kota bukan lah warga Jakarta.

“Jakarta ini sebagai kota yang terbuka, memang harus saya akui apa adanya bahwa sekarang ini begitu berbagai pembukaan lowongan itu yang mendaftar banyak sekali dan rata-rata bukan warga Jakarta, karena kan KTP-nya dilihat. Termasuk yang sekarang bentar lagi kita buka untuk Damkar tadi,” jelas Pramono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6