Komisi VI DPR Dukung Inovasi Pengelolaan Limbah Sampah di Tol Bakter

Kawendra menekankan pentingnya penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap proyek infrastruktur, khususnya di lingkungan badan usaha milik negara (BUMN).

Diperbarui 31 Juli 2025, 13:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Komisi VI DPR RI mendukung pengelolaan limbah sampah Tol Bakter yang inovatif.
  • Inisiatif ini melibatkan masyarakat sekitar dan berdayakan kelompok wanita tani.
  • Pengelolaan limbah bagian dari ESG, perlu dukungan pemerintah dan swasta.

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian menyatakan dukungannya terhadap inovasi pengelolaan limbah sampah di ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter), Lampung. Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk nyata pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Inisiatif pengelolaan limbah yang melibatkan masyarakat sekitar, termasuk pemberdayaan kelompok wanita tani (KWT) untuk mengolah limbah menjadi produk inovatif, merupakan solusi kreatif yang perlu didukung dan direplikasi di wilayah lain,” ujar Kawendra dalam kunjungannya, Rabu (30/7/2025).

Kawendra, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional, menekankan pentingnya penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap proyek infrastruktur, khususnya di lingkungan badan usaha milik negara (BUMN).

“Pengelolaan limbah harus menjadi bagian dari strategi ESG. Dukungan dari semua pihak, baik pemerintah pusat, daerah, maupun swasta, sangat penting agar program ini berjalan secara konsisten,” tegasnya.

 

Kedepankan Pendekatan Kolaboratif

Sementara itu, Project Manager Tol Bakter Riadiano Muhammad mengapresiasi perhatian yang diberikan anggota Komisi VI DPR terhadap upaya pengelolaan limbah di ruas tol tersebut.

“Kami percaya bahwa keberhasilan pengelolaan infrastruktur tidak hanya diukur dari sisi operasional dan pelayanan pengguna jalan, tetapi juga dari sejauh mana kami mampu menjaga lingkungan sekitar dan memberdayakan masyarakat,” kata Riadiano.

Ia menjelaskan bahwa pengelolaan limbah di sepanjang Tol Bakter telah dilakukan secara bertahap dengan pendekatan kolaboratif.

“Program ini telah memberikan manfaat langsung, tidak hanya dari sisi kebersihan lingkungan tol, tapi juga mendatangkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6