Berawal dari Aroma Menyengat, Seorang Pekerja Ditemukan Tewas di Atas Plafon Mushola

Saat ditemukan, korban dalam kondisi terlentang dengan wajah menghitam, memakai kaos kuning dan celana panjang biru.

Diterbitkan 30 Juli 2025, 17:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Mayat ditemukan di plafon musholla gudang PT. TSF Pulomas Selatan.
  • Korban adalah R (37), teknisi perusahaan, terakhir perbaiki pompa air.
  • Polisi lakukan olah TKP, autopsi di RS Kramat Jati untuk penyelidikan.

Liputan6.com, Jakarta - Pekerja di kawasan industri Pulomas Selatan digemparkan dengan penemuan sesosok mayat dengan kondisi mengenaskan.

Jasad ditemukan di atas plafon musholla sebuah gudang milik PT. TSF, Selasa, 29 Juli 2025 sore. Saat ditemukan, korban dalam kondisi terlentang dengan wajah menghitam, memakai kaos kuning dan celana panjang biru.

"Ditemukan mayat yang berada di atas Plafon Mushola dengan posisi mayat terlentang dengan wajah berwarna hitam dengan menggunakan kaos warna kuning dan celana panjang berwarna biru," kata Kapolsek Pulogadung, Kompol Suroto saat dikonfirmasi, Rabu (30/7/2025).

Dia menjelaskan, kejadian bermula saat seorang karyawan perusahaan mencium aroma menyengat di sekitar gudang. Ia lalu menghubungi karyawan lainnya, untuk memeriksa plafon musholla Benar saja, ternyata ditemukan satu jenazah.

"Mayat diturunkan dari atas Plafon. Adapun pada saat ditemukan kaki kanan korban terlilit sebuah kabel listrik," ujar dia.

 

Penyelidikan

Terkait temuan itu, Polsek Pulogadung bersama Polres Metro Jakarta Timur turun tangan melakukan penyelidikan.

Hasilnya, jenazah teridenfikasi sebagai R (37), seorang teknisi perusahaan yang sudah dua hari tak masuk kerja. Terakhir, R memperbaiki pompa air, setelah selesai memperbaiki pompa air.

"Korban menggunakan kaos berwarna kuning dan celana panjang berwarna biru," ucap dia.

 

Autopsi

Suroto mengatakan, pihaknya telah melakukan Olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. Guna kepentingan penyelidikan, jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Kramat Jati.

"Jenazah akan dilakukan visum atau autopsi," tandas dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6