Bangun 10 Septic Tank Komunal, Pramono Ingin Akhiri Kebiasaan BAB Sembarangan di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, ingin persoalan buang air besar sembarangan (BABS) di wilayah Jakarta bisa dituntaskan di era kepemimpinannya.

Diperbarui 28 Juli 2025, 13:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur DKI target tuntaskan BABS dengan septic tank komunal.
  • 10 titik septic tank di Jaktim targetkan 921 KK teratasi.
  • Program sanitasi Pemprov DKI meliputi perubahan perilaku warga.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, ingin persoalan buang air besar sembarangan (BABS) di wilayah Jakarta bisa dituntaskan di era kepemimpinannya.

Oleh sebab itu, peletakan batu pertama septic tank komunal terintegrasi teknologi tepat guna biogas dan septic tank skala rumah tangga dilakukan di Rusunami Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Senin (28/7/2025).

Langkah ini menjadi salah satu cara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong percepatan layanan sanitasi layak bagi seluruh warga ibu kota. Pasalnya, warga selama ini masih BABS seperti di got hingga kali.

“Persoalan buang air besar sembarangan ini masih menjadi persoalan yang mendapatkan perhatian kita Pemprov DKI Jakarta,” kata Pramono.

Walaupun, kata Pramono, jika dibandingkan dengan daerah lainnya, BABS di Jakarta sudah relatif cukup rendah. Misalnya, di wilayah Jakarta Timur, Pemerintah Kota (Pemkot) diklaim secara serius melakukan penanganan.

“Seperti yang dilihat sekarang di Bidara Cina ini, Pemerintah Jakarta dalam hal ini Jakarta Timur sudah secara serius, sungguh-sungguh menyelesaikan ini,” ungkapnya.

 

Program Sanitasi

Pramono menambahkan, program sanitasi ini bukan semata soal pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencakup perubahan perilaku warga. Melalui program ini, warga diharapkan tidak lagi BABS.

Dia menargetkan seluruh warga Jakarta memiliki akses terhadap sanitasi yang layak dan aman segera mungkin. Dengan pembangunan septic tank komunal berbasis biogas, ia berharap persoalan BABS dapat teratasi sekaligus menciptakan energi ramah lingkungan.

“Sanitasi memang bersifat pribadi, tetapi karena kami terus berkomunikasi dengan masyarakat, RW, dan wali kota, maka persoalan seperti ini harus segera diselesaikan. Saya minta Wali Kota melaporkan dan memastikan penanganannya, terutama di wilayah padat penduduk, agar benar-benar tuntas,” kata dia.

Sementara itu, menurut Wali Kota Jakarta Timur (Jaktim), Munjirin ada 10 titik peletakan batu pertama septic tank komunal terintegrasi teknologi tepat guna biogas dan septic tank skala rumah tangga yang dilakukan di Jakarta Timur.

 

Daftar 10 Titik Peletakan Batu Pertama Septic Tank

Rinciannya, di Rusunami Bidara Cina, Rawa Bunga, Rambutan, Pekayon, Pinang Ranti, Cipinang Melayu, Penggilingan, Kayu Manis, Cipinang, dan Kelurahan Klender.

“Jadi ada 10 titik dan totalnya itu, dari 10 titik itu bisa mengentaskan 921 KK, jiwanya itu 2.936 jiwa. Dan ini ada yang modelnya pake biogas, ada yang pake safety tank komunal tapi pribadi, itu yang dibantu juga dengan CSR,” kata Munjirin.

“Ada yang swadaya, ada yang komunal tapi nggak pake biogas. Jadi ada empat cara pembuatan,” sambung dia.

Munjirin bilang, di Jakarta Timur kebiasaan BABS masih banyak. Meski begitu, ia menampik bahwa Jakarta Timur menjadi daerah yang paling banyak warganya melakukan BABS.

“Kita tidak termasuk mayoritas, tapi kita menganggap bahwa itu adalah penting dan harus kita selesaikan. Ada wilayah lain yang lebih banyak dari kita,” ucap dia.

Adapun program ini, dibiayai dengan sejumlah skema, yakni Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Kemudian, serta swadaya masyarakat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6