Tindak Lanjut Kolaborasi dengan Prancis, Menekraf Hadiri "Strategic Cultural Dialogue" di Paris

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani oleh kedua kementerian di Jakarta pada Mei lalu, saat kunjungan Presiden Emmanuel Macron.

Diterbitkan 18 Juli 2025, 10:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Menekraf bertemu Menteri Kebudayaan Perancis bahas kerjasama budaya dan ekonomi kreatif.
  • Indonesia usulkan lima inisiatif tindak lanjut MoU, termasuk pengembangan kapasitas.
  • Indonesia ingin belajar dari Perancis tentang kebijakan ekonomi kreatif inklusif.

Liputan6.com, Jakarta Dalam rangka penguatan kerja sama bilateral di bidang budaya dan ekonomi kreatif, Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya, dan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, memenuhi undangan Menteri Kebudayaan Perancis, Rachida Dati, dalam forum "Strategic Cultural Dialogue" di Paris.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani oleh kedua kementerian di Jakarta pada Mei lalu, saat kunjungan Presiden Emmanuel Macron.

Ini juga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto yang hadir sebagai tamu kehormatan pada perayaan nasional Bastille Day 2025.

Pertemuan ini menjadi momentum strategis penguatan hubungan diplomatik Indonesia–Prancis, khususnya di sektor budaya dan ekonomi kreatif.

Turut hadir 15 perwakilan dari berbagai pemangku kepentingan Prancis, termasuk asosiasi dan pelaku industri kreatif di sektor film, gim, fesyen, musik, penerbitan, seni pertunjukan, serta organisasi yang fokus pada pengelolaan budaya seperti museum dan pelestarian warisan budaya (heritage).

Dalam kesempatan ini, Menekraf Teuku Riefky menyampaikan tiga poin utama. Pertama, pentingnya komitmen bersama untuk mengimplementasikan program-program konkret guna memperkuat ekosistem ekonomi kreatif kedua negara.

Kedua, mengusulkan lima inisiatif tindak lanjut MoU, yang mencakup pengembangan kapasitas, pertukaran talenta, serta kolaborasi riset kebijakan.

Ketiga, ia menekankan keinginan Indonesia untuk belajar dari pengalaman Prancis dalam perumusan kebijakan dan perangkat regulasi ekonomi kreatif yang kuat dan inklusif.

Sebagai bagian dari kunjungan kerja, Menteri Teuku dan delegasi juga melakukan diskusi mendalam di tiga subsektor Utama, film, animasi, dan game.

Dalam bidang film, delegasi Indonesia mengunjungi markas Centre National du Cinéma et de l'image animée (CNC) dan berdiskusi langsung dengan Presiden CNC serta para ahli senior. Sementara untuk animasi, delegasi akan mengadakan dialog dengan Gobelin School, institusi animasi terbaik dunia.

Pertemuan ini mencerminkan komitmen bersama dalam memajukan sektor ekonomi kreatif sebagai kekuatan diplomasi budaya dan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo.

 

Agenda Konkret Kunjungan Menakref dan Menbud ke Prancis

Adapun tindak lanjut konkret dari kunjungan ini meliputi:

a) Penguatan Ekraf Bijak melalui riset bersama untuk penyusunan kebijakan sektor film, termasuk studi kelembagaan dan kajian kebijakan pajak sinema (earmark tax policy);

b) Penguatan Talenta Ekraf melalui pelatihan dengan institusi Prancis dan pendampingan teknis dari CNC dalam bidang film dan permainan video;

c) Penguatan Sinergi Ekraf untuk membangun jejaring antara pelaku industri kreatif Indonesia dan Prancis.

Infografis

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6