Doa Kaesang untuk Jadi Ketum PSI dan Kelakarnya soal Jokowi yang Batal Maju

Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep kembali maju dalam Pemilu Raya, sementara singkatan PSI memiliki beragam makna penting di berbagai sektor global.

Diterbitkan 15 Juli 2025, 21:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, meminta doa kepada para kader agar kembali terpilih sebagai pemimpin partai pada periode berikutnya, di mana diketahui dia memilih untuk maju lagi dan berlaga dalam ajang Pemilu Raya.

Hal ini disampaikan saat bertemu sejumlah kader PSI di Cipedak, Jagakarta, Jakarta Selatan, Selasa (15/7/2025).

"Saya ingin maju sekali lagi untuk menjadi Ketua Umum di PSI. Saya minta doanya dari ama inang semuanya, semoga semuanya lancar tidak ada halangan sama sekali," ungkap Kaesang dalam keterangannya.

Dalam momen tersebut, dia sempat berkelakar bahwa ayahnya yang merupakan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi bisa saja maju di ajang Pemilu Raya PSI.

Namun, Kaesang mengungkapkan, mundurnya Jokowi dari pendaftaran karena mengetahui putranya turut maju sebagai kandidat.

"Karena kan kalau mau mencalonkan sebagai ketua umum PSI harus mendaftar saya kira kemarin ketika saya mendaftar, beliau (Jokowi) agak sedikit takut ketika saya mendaftar. Insecure bahasa Jakselnya," kelakar dia.

Kaesang pun menuturkan, tetap akan memberikan bantuan kepada warga jika ternyata tidak kembali terpilih sebagai Ketua Umum PSI.

"Izin saya minta doanya dari ama inang semua di sini. Saya. Terlepas nanti saya menjadi ketua umum atau tidak, saya akan tetap komitmen," pungkasnya.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan menggelar kongres pada 19–20 Juli 2025 di Solo, Jawa Tengah. Dalam kesempatan itu, partai tersebut akan re-branding di mana salah satunya mengubah logo mereka.

Terkait wacana tersebut, Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi menyambut baik perubahan logo PSI. Di mana kini tak lagi menggunakan bunga mawar.

Diketahui, beredar di Solo terlihat logo seperti gajah, lengkap dengan mencantumkan tulisan 'PSI Partai Super Tbk'.

"Menurut saya yang pertama, PSI Partai Super Tbk. Saya kira apa tapi dalam implementasi dan pelaksanaan seperti apa kan belum ya. Paling tidak partai super Tbk sudah dipakai oleh PSI," kata dia di kediaman pribadinya, Solo, Senin (14/7/2025).

Mantan Wali Kota Solo itu menyatakan bahwa dengan konsep Partai Super Tbk, PSI ingin membangun rasa kepemilikan yang kuat di antara para anggotanya.

Tak hanya itu, PSI juga merupakan partai yang sangat terbuka untuk siapapun. "Partai yang milik seluruh anggota, terbuka untuk semuanya," kata Jokowi.

Puji Pemilihan Raya

Jokowi juga menegaskan, dalam pemilu raya pemilihan calon ketua umum partai yang baru akan menggunakan sistem e-voting. Menurutnya sistem pemilihan menggunakan cara seperti itu merupakan terobosan yang sangat baik dalam memilih calon ketua umum.

"Dan yang paling penting ini ada pemilu raya, ada pemilihan ketua dan dilaksanakan dengan e-voting, dengan voting online. Satu angota satu suara yang ikut berpartisipasi. Saya kita itu sebuah hal yang sangat baik," ujar dia.

Sedangkan terkait perubahan logo partai dari bunga mawar menjadi gajah, ayah Wakil Presiden Gibran Rakabumiing Raka itu mengatakan bahwa perubahan logo dinilai sebagai kebijakan yang baik. Pasalnya, perubahan tersebut akan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

"Ya baik-baik saja, sebuah brand kan perlu terus diperbarui, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, disesuaikan dengan  kalau dalam  bisnis itu permintaan pasar. Lha brand itu bisa diubah, bisa diganti total. Saya kira baik-baik saja. Tadi saya juga baru melihat di depan, ya keren," jelas dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6