110 Rumah Nelayan Dirombak Jadi Hunian Layak dengan Fasilitas Lengkap di Tangerang

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus menggencarkan program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi rumah layak huni yang sehat.

Diterbitkan 15 Juli 2025, 14:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemkab Tangerang fokus pada program RTLH untuk atasi kemiskinan.
  • 110 unit rumah nelayan dibangun di Tanjung Kait dengan fasilitas lengkap.
  • Program didanai APBD dan pihak ketiga, target 1.000 unit/tahun.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus menggencarkan program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi rumah layak huni yang sehat. Program ini menjadi bagian dari strategi penanggulangan kemiskinan serta upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Sebanyak 110 unit rumah nelayan dibangun di kawasan Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk. Hunian dengan fasilitas lengkap tersebut merupakan bagian dari program unggulan Pemkab Tangerang yang diberi nama Sistem Lingkungan yang Aman, Ramah, dan Berkesinambungan (SELARAS). Melalui program ini, setiap tahun ditargetkan 1.000 unit RTLH direnovasi.

Pembangunan dilakukan melalui skema pembiayaan yang bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang dan didukung oleh kolaborasi dengan pihak ketiga, seperti Habitat for Humanity Indonesia.

“Ketika sudah masuk dalam program unggulan, maka penanganan rumah tidak layak huni dan kawasan kumuh menjadi prioritas, termasuk pembiayaannya," ujar Bupati Tangerang Mochamad Maesyal Rasyid, Selasa (15/7/2025).

Maesyal telah melakukan groundbreaking pembangunan 110 unit rumah di Tanjung Kait, Sabtu 12 Juli 2025 lalu. Ia meninjau pembangunan permukiman nelayan dengan paket komplit tersebut dengan cara berkeliling mengecek bangunan, jalan dan melihat laut yang rencananya untuk dermaga.

 

Hunian Layak

Bupati Maesyal menjelaskan, hunian Kampung Nelayan Tanjung Kait ini dibangun dengan paket komplit. Nantinya kawasan yang semula kumuh ditata menjadi hunian layak dan sehat bagi para nelayan dengan fasilitas utama dan pendukung, seperti infrastruktur jalan, air bersih, penerangan, pusat pelayanan terpadu (Posyandu) dan balai warga.

Sarana lain berupa dermaga dan tempat pengelolaan hasil laut atau Tempat Pengumpulan Ikan (TPI) dan Titik Penjualan Makanan Laut (TPML).

"Ayah nelayan aktivitas ke laut, anaknya sekolah SD, SMP, SMA gratis. Ibu-ibu nanti mengolah hasil laut yang dibawa pulang suaminya. Jadi istri nelayan harus bisa menopang pendapatan suaminya dengan memanfaatkan dermaga perahu dengan mengolah hasil laut tersebut," kata Maesyal.

Pusat Komunitas dan Posyandu

Nantinya setelah menjadi kawasan hunian akan dilengkapi fasilitas Pusat Komunitas dan Posyandu. Pemkab Tangerang juga membuat Ruang Terbuka Hijau dan tempat pengolahan sampah sementara.

"Selain membangun kawasan hunian sehat dengan infrastruktur yang komplit, Pemkab Tangerang juga akan membangun dermaga khusus bagi para nelayan di lokasi tersebut. Dermaga ini untuk memudahkan lalu lintas dan aktivitas nelayan," kata Maesyal.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6