7 Fakta Terkini Terkait Kasus Kematian Diplomat Muda Kemlu di Kamar Indekos

Seorang pegawai Kementerian Luar Negeri (Kemlu) insial ADP (39) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi wajah tertutup lakban di kamar indekosnya kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa 8 Juli 2025.

Diperbarui 28 Juli 2025, 13:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pegawai Kementerian Luar Negeri (Kemlu) insial ADP (39) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi wajah tertutup lakban di kamar indekosnya kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa 8 Juli 2025.

Aparat kepolisian pun saat ini tengah menyelidik jejak sidik jari pada lakban yang menutupi korban pegawai Kemlu tersebut.

"Kami menunggu hasil juga dari labfor Untuk pemeriksaan yang sisa lakbannya dan sidik jarinya segala macam yang tertempel gitu," kata Kapolsek Menteng Kompol Rezha Rahandhi saat dikonfirmasi, Rabu 9 Juli 2025.

Penyebab kematian ADP pun masih penuh teka-teki. Meski diketahui punya riwayat penyakit GERD dan kolesterol, namun polisi belum mau terburu-buru menyimpulkan korban meninggal karena sakit.

Hal itu disampaikan Wakasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Sigit Karyono. Dia menjelaskan, riwayat penyakit korban diutarakan oleh istri korban saat menjalani pemeriksaan.

"Memang dia punya sakit lah ya, punya gerd, sakit kolesterol aja sebenarnya," kata Sigit dalam keterangannya, Kamis 10 Juli 2025.

Polda Metro Jaya pun kini turun tangan menangani kasus tewasnya diplomat muda Kemlu tersebut. Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirkrimum) Polda Metro Jaya, AKBP Putu Kholis Aryana, membenarkan pihaknya kini mengambil alih proses penyelidikan kasus tersebut.

"Betul. Dalam penyelidikan," ujar dia dalam keterangannya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto juga telah angkat bicara. Menurut Kapolda, jajarannya masih mendalami semua hal yang berhubungan dengan kasus kematian diplomat muda itu hingga sepekan kedepan.

"Bukti-bukti masih dipelajari oleh tim forensik, mulai dari CCTV, hasil autopsi, sampai barang digital seperti laptop. Insya Allah seminggu lagi sudah ada kesimpulan," kata Karyoto di Jakarta, Jumat 11 Juli 2025.

Berikut sederet fakta terkini terkait kasus kematian diplomat muda pegawai Kemlu dihimpun Tim News Liputan6.com:

 

1. Polisi Selidiki Jejak Sidik Jari di Lakban

Seorang pegawai Kementerian Luar Negeri (Kemlu) insial ADP (39) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi wajah tertutup lakban di kamar indekosnya kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 8 Juli 2025. Polisi saat ini tengah menyelidik jejak sidik jari pada lakban yang menutupi korban.

"Kami menunggu hasil juga dari labfor Untuk pemeriksaan yang sisa lakbannya dan sidik jarinya segala macam yang tertempel gitu," kata Kapolsek Menteng Kompol Rezha Rahandhi saat dikonfirmasi, Rabu 9 Juli 2025.

Polisi hingga kini belum mendapatkan kesimpulan apakah ADP merupakan korban pembunuhan, sebab proses penyelidikan hingga kini masih berlangsung. Proses olah TKP juga telah dilakukan penyidik kemarin.

Reza mengatakan di kamar indekos korban dipasang pintu keamanan otomatis. Namun dicongkel oleh tetangga korban setelah mendapat izin dari pemilik kost.

"Memang ada, karena itu sudah sepengetahuan pemilik kos dan istri korban untuk mengetahui korban di dalam itu gimana keadaannya. Makanya meminta izin untuk dibuka paksa," ucapnya.

Di lokasi, penyidik juga mengamankan rekaman CCTV sebelum korban meninggal dunia. Rekaman itu saat ini tengah dalam penelitian di labolatorium forensik.

"CCTV sudah ada Sudah kita amankan cuman kan prosesnya tidak langsung seperti ini Karena itu kepotong-potong. Jadi kita harus recording ulang untuk menyatukan posisi selama satu malam itu," terang dia.

Sementara, terkait dengan kondisi kondisi korban, kata Rezah jenazah ADP telah dibawa ke kampung halaman oleh pihak keluarga dari RSCM ke Yogyakarta pagi tadi. Proses autposi juga sudah dinyatakan selesai.

Namun demikian, Rezha masih enggan membeberkan hasil daripada autopsi pada jenazah pegawai Kemlu itu.

"Tadi pagi ya sudah mengambil surat keterangan karena kan dari pihak RSCM juga mungkin sudah melakukan pemeriksaan hasil autopsi. Tinggal menunggu hasil sempurnanya dari pemeriksaan-pemeriksaan itu," tutup dia.

 

2. Penyebab Kematian Masih Dicari Meski Punya Riwayat Penyakit

Penyebab kematian seorang pegawai Kementerian Luar Negeri (Kemlu) insial ADP (39), masih penuh teka-teki.

Meski diketahui punya riwayat penyakit GERD dan kolesterol, namun polisi belum mau terburu-buru menyimpulkan korban meninggal karena sakit.

Hal itu disampaikan Wakasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Sigit Karyono. Dia menjelaskan, riwayat penyakit korban diutarakan oleh istri korban saat menjalani pemeriksaan.

"Memang dia punya sakit lah ya, punya gerd, sakit kolesterol aja sebenarnya," kata Sigit dalam keterangannya, Kamis 10 Juli 2025.

Sigit mengatakan, pihaknya belum mau menyimpulkan hal itu menjadi penyebab kematiannya. "Nanti akan kita padukan dengan hasil autopsi, apakah obat ini diminum atau bagaimana. Nanti kita lihat," ucap dia.

Sigit mengatakan, sejauh ini lima orang saksi udah dimintai keterangan. Mulai dari istri korban, penjaga kos, tetangga sekitar, sampe rekan korban.

"Penjaga yang pertama kali memberitahu kepada kita bahwa korban tidak bisa dihubungin kemudian karena penjaga ini takut, akhirnya penjaga ini membawa tetangganya," ucap dia.

Dia mengatakan, pihaknya juga sudah berulang kali menggelar olah TKP. Terakhir, tim Pusat Identifikasi Bareskrim Polri turun tangan untuk membuat perkara lebih terang.

"Apakah korban ini benar-benar meninggal karena apa gitu kan, sementara prosesnya masih dalam proses penyelidikan, masih banyak pemeriksaan yang akan kita lakukan pemeriksaan ahli maupun pemeriksaan terhadap ahli forensik dan CCTV," ucap dia.

Dari hasil olah TKP, tidak ada barang korban yang hilang. Dokumen dan barang berharga masih utuh.

"Enggak ada (yang hilang)," ucap dia.

Lebih lanjut, Sigit mengatakan, proses penyelidikan masih berlangsung. pihaknya akan memeriksa sejumlah ahli seperti ahli digital, ahli CCTV dan ahli forensik.

"Kita akan lihat hasil autopsi Kemudian kita akan lihat juga medical record beliau korban Kemudian kita akan cek juga ahli forensik terkait ke beliau itu didalam itu sendiri," tandas dia.

 

3. Polda Metro Jaya Ambil Alih Penyelidikan

Polda Metro Jaya kini turun tangan menangani kasus tewasnya diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), ADP. Korban tewas dengan kondisi kepala terlilit solasi, ditemukan di dalam rumah kos, Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa 8 Juli 2025 lalu.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirkrimum) Polda Metro Jaya, AKBP Putu Kholis Aryana, membenarkan pihaknya kini mengambil alih proses penyelidikan kasus tersebut.

"Betul. Dalam penyelidikan,” ujar dia dalam keterangannya, Kamis 10 Juli 2025.

Sementara itu, Kapolsek Menteng Kompol Rezha Rahandhi mengamini. Sebelumnya, penanganan kasus ini menjadi ranah Polsek Menteng dan Polres Metro Jakarta Pusat. Namun, kini Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah mengambil alih proses penyelidikan.

"Untuk saat ini, perkara penemuan jenazah di kos Gondangdia ditangani oleh Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya," singkat dia, Kamis.

 

4. Polda Metro Jaya soal Kemungkinan Ekshumasi Jenazah

Penyebab kematian seorang pegawai Kementerian Luar Negeri (Kemlu) insial ADP (39), masih penuh teka-teki. Karena itu wacana dilakukannya ekshumasi pun mencuat.

Terkait hal itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan, tidak menutup kemungkinan jika harus ada proses ekshumasi terhadap jasad yang bersangkutan.

"Ya nanti penyelidik yang akan mempertimbangkan ya (ekshumasi), ini masih terus dilakukan pendalaman. Tadi yang saya sampaikan, masih menunggu hasil autopsi, masih beberapa hal perlu dilakukan pendalaman lagi," kata dia di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat 11 Juli 2025.

Ade memastikan, tempat kejadian perkara (TKP) adalah gudang barang bukti, karenanya saat ini penyelidik masih berfokus di lokasi tersebut.

"TKP adalah gudang barang bukti. Oleh karena itu ketika petugas kepolisian datangi TKP, maka dilakukan status quo, mengamankan TKP, barang bukti lokasi harus orisinil, ya harus asli. TKP tidak boleh tercemar, dijaga," tegas dia.

Soal rekaman CCTV yang saat ini viral menyebar di sosial media, Ade menegaskan semua sudah masuk dalam catatan temuan.

Namun, apa hasil pendalaman dari CCTV, Ade mengaku belum dapat menyampaikannya ke publik saat ini.

"Apapun yang ditemukan di TKP, itu didatakan, didokumentasikan, kemudian ada beberapa barang bukti yang dilakukan pemeriksaan secara laboratoris. Yang ditanyakan tadi, ini juga masih dalam proses pemeriksaan pendalaman oleh penyelidik ya," dia menandasi.

 

5. Kapolda Janjikan Kesimpulan Kasus Kematian Diplomat Kemlu

Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto, angkat suara terkait kasus meninggalnya diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan, di kamar indekosnya, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat.

Menurut Kapolda, jajarannya masih mendalami semua hal yang berhubungan dengan kasus kematian diplomat muda itu hingga sepekan kedepan.

"Bukti-bukti masih dipelajari oleh tim forensik, mulai dari CCTV, hasil autopsi, sampai barang digital seperti laptop. Insya Allah seminggu lagi sudah ada kesimpulan," kata Karyoto di Jakarta, Jumat 11 Juli 2025.

Terkait hasil visum, Kapolda Metro Jaya memastikan tim penyelidik sudah bekerja. Termasuk soal temuan medis dan teknis dari olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Semuanya masih dipelajari. Sekarang penyelidikan sudah saya ambil alih di tingkat Polda," jelas jenderal polisi bintang dua ini.

Soal motif, Karyoto menyatakan dilakukan pendalaman melalui data dari perangkat digital milik korban. Jejak komunikasi lewat via ponsel dan media digital lainnya akan ditelusuri.

"Dari forensik nanti bisa ditelusuri, HP-nya siapa yang terakhir kontak, jam berapa, dia bicara dengan siapa. Itu bisa jadi petunjuk penting," ungkap Karyoto.

Karyoto menambahkan, sampai saat ini kepolisian belum memanggil saksi untuk dilibatkan dan digali keterangannya. Hal itu disebabkan karena polisi masih menunggu hasil visum.

"Nanti tergantung hasil visumnya ya. Kalau memang dibutuhkan kita minta keterangan ahli terkait, termasuk psikolog," beber Karyoto.

Meninggalnya diplomat Kemlu itu menyorot perhatian publik. Hal itu dikarenakan yang bersangkutan ditemukan tidak bernyawa di kamar kosnya di Gondangdia Kecil Jakarta Pusat dengan kondisi kepala terlakban dan pintu terkunci dari dalam pada 8 Juli 2025.

Sampai saat ini polisi masih terus memeriksa tempat kejadian perkara, menemukan petunjuk dan melihat rekaman CCTV.

 

6. Terekam CCTV, Begini Aktivitas Terakhir Diplomat Kemlu Sebelum Ditemukan Meninggal Dunia

Kasus kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), ADP, masih penuh teka-teki. Malam sebelum ditemukan tewas, aktivitas ADP sempat terekam kamera CCTV di sekitar rumah kos, Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat.

Dari video yang diterima, ADP keluar dari kamar kos pada Senin, 7 Juli 2025, pukul 23.21 WIB. Ia mengenakan batik biru dongker dan celana panjang hitam. ADP terlihat keluar sambil menenteng plastik kresek hitam.

Ia berjalan kaki keluar area sekitar kos. Tak lama setelah itu, pada pukul 23.25 WIB, ADP terlihat kembali. Namun, saat itu ia berjalan dengan tangan kosong dan langsung masuk ke dalam kamar kos.

Rekaman CCTV tersebut selaras dengan keterangan saksi. Dari hasil pemeriksaan, diketahui korban sempat terlihat pada Senin malam. Saat itu, ia sempat menyantap makanan di salah satu ruangan area kos, kemudian keluar untuk membuang sampah.

"Saat itu malam hari dia makan. Memang dibuktikan, kelihatan di CCTV itu memang dia keluar buang sampah. Jadi malam hari itu dia sekitar 22.30. Dia menyapa, 'Ayo, Mas,' gitu aja. Menyapa penjaga kosan. Karena kan penjaga kosannya itu kan di belakang," ujar Kapolsek Menteng, Kompol Rezha Rahandhi, kepada wartawan, Selasa malam 8 Juli 2025.

Sementara itu, korban juga sempat berkomunikasi dengan istrinya. Korban tinggal di kosan itu memang seorang diri. Sedangkan, istrinya saat itu sedang berada di Yogyakarta.

"Komunikasi terakhir itu jam 9 malam ke istrinya. Ya, istrinya pun mengiyakankan. Komunikasi (normal)," ucap dia.

Setelah itu, korban tak kelihatan lagi. Sampai keesokan paginya, istrinya gelisah karena korban tak lagi bisa dihubungi. Istri korban lalu menghubungi penjaga kos untuk memeriksa ke kamar.Kamudian saat dicek, korban sudah ditemukan meninggal dalam posisi tergeletak di atas kasur dengan kepala terbungkus solasi.

"Istrinya, subuh hari itu menelpon korban cuman tidak aktif. Jadi istrinya menghubungi si penjaga kosan, menanyakan keberadaannya dicek di ketok-ketok. Nah mungkin dari olah TKP, memang ada dibuka paksa untuk mengetahui korban di dalam bagaimana," ucap dia.

 

7. Detik-Detik Penjaga Kos Temukan Jenazah Diplomat Kemlu Tewas

Kematian seorang diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), berinisial ADP, masih menyisakan misteri. ADP ditemukan tewas dengan kepala terlilit lakban isolasi di kamar kosnya di kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (8/7/2025).

Rekaman CCTV di lokasi kejadian memperlihatkan dua orang yang berusaha membuka paksa kamar korban. Keduanya disebut bertindak atas permintaan istri ADP yang gelisah karena suaminya tak kunjung memberi kabar.

Dalam video tersebut, terlihat satu orang berkacamata mencongkel jendela kamar menggunakan obeng, sementara rekannya mendokumentasikan proses tersebut. Setelah berjibaku selama lebih dari dua menit, mereka berhasil membuka jendela, tetapi kembali kesulitan karena kamar terkunci dengan sistem Smart Doorlock.

Akhirnya, keduanya berhasil masuk dan langsung keluar mencari pertolongan dan dalam keadaan panik, lantaran kondisi korban yang sudah tak bernyawa dengan kepala terbungkus solasi.

Kepolisian mengaku masih menyelidiki secara menyeluruh untuk memastikan penyebab kematian. Kapolsek Menteng Kompol Rezha Rahandhi mengatakan, pihaknya sudah mengantongi rekaman CCTV, namun belum menemukan indikasi mencurigakan.

"Sudah ada dua [rekaman] yang kita periksa. Tapi masih biasa saja gambaran awalnya. Karena CCTV-nya juga masih pakai MMC, bukan rekaman sistem jaringan," ujar Rezha kepada wartawan, Selasa 8 Juli 2025.

Menurut dia, pihaknya juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi, antara lain pemilik kos, penjaga kos, dan kerabat korban. Namun sejauh ini belum ada petunjuk yang mengarah pada dugaan tindak pidana.

"Sampai saat ini sih belum kita mengarah ke sana ya. Rutinitas beliau katanya cuma kantor, pulang, makan, tidur. Informasi dari penjaga kos dan teman sekantornya pun serupa," jelas Rezha.

Penyidik kini masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mengungkap secara pasti penyebab kematian ADP.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6