Polisi Masih Cari Penyebab Kematian Diplomat Kemlu di Menteng Meski Punya Riwayat Penyakit

Penyebab kematian ADP, Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Luar Negeri, masih penuh teka-teki.

Diperbarui 28 Juli 2025, 13:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • ADP, pegawai Kemlu, ditemukan meninggal; penyebab belum pasti.
  • Korban punya riwayat GERD dan kolesterol; polisi tunggu hasil autopsi.
  • Polisi periksa saksi (istri, tetangga, rekan) dan gelar olah TKP.

Liputan6.com, Jakarta Penyebab kematian seorang pegawai Kementerian Luar Negeri (Kemlu) insial ADP (39), masih penuh teka-teki.

Meski diketahui punya riwayat penyakit GERD dan kolesterol, namun polisi belum mau terburu-buru menyimpulkan korban meninggal karena sakit.

Hal itu disampaikan Wakasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Sigit Karyono. Dia menjelaskan, riwayat penyakit korban diutarakan oleh istri korban saat menjalani pemeriksaan.

"Memang dia punya sakit lah ya, punya gerd, sakit kolesterol aja sebenarnya," kata Sigit dalam keterangannya, Kamis (10/7/2025).

Sigit mengatakan, pihaknya belum mau menyimpulkan hal itu menjadi penyebab kematiannya. "Nanti akan kita padukan dengan hasil autopsi, apakah obat ini diminum atau bagaimana. Nanti kita lihat," ucap dia.

Sigit mengatakan, sejauh ini lima orang saksi udah dimintai keterangan. Mulai dari istri korban, penjaga kos, tetangga sekitar, sampe rekan korban.

"Penjaga yang pertama kali memberitahu kepada kita bahwa korban tidak bisa dihubungin kemudian karena penjaga ini takut, akhirnya penjaga ini membawa tetangganya," ucap dia.

 

Menggelar Olah TKP

Dia mengatakan, pihaknya juga sudah berulang kali menggelar olah TKP. Terakhir, tim Pusat Identifikasi Bareskrim Polri turun tangan untuk membuat perkara lebih terang.

"Apakah korban ini benar-benar meninggal karena apa gitu kan, sementara prosesnya masih dalam proses penyelidikan, masih banyak pemeriksaan yang akan kita lakukan pemeriksaan ahli maupun pemeriksaan terhadap ahli forensik dan CCTV," ucap dia.

Dari hasil olah TKP, tidak ada barang korban yang hilang. Dokumen dan barang berharga masih utuh.

"Enggak ada (yang hilang)," ucap dia.

Lebih lanjut, Sigit mengatakan, proses penyelidikan masih berlangsung. pihaknya akan memeriksa sejumlah ahli seperti ahli digital, ahli CCTV dan ahli forensik.

"Kita akan lihat hasil autopsi Kemudian kita akan lihat juga medical record beliau korban Kemudian kita akan cek juga ahli forensik terkait ke beliau itu didalam itu sendiri," tandas dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6