Demo Sopir Truk di Kemenhub dan DPR, Ratusan Personel Polisi Disiagakan

Susatyo mengingatkan kepada seluruh personel yang terlibat pengamanan selalu bertindak persuasif, tidak memprovokasi dan terprovokasi, mengedepankan negosiasi, pelayanan yang humanis serta menjaga keamanan dan keselamatan.

Diperbarui 07 Juli 2025, 15:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Polisi kerahkan 7.107 personel amankan demo sopir truk di Jakarta.
  • Massa dari 9 kelompok demo di 11 lokasi Jakarta Pusat.
  • Isu utama: Pemerintah diminta kaji ulang RUU ODOL.

Liputan6.com, Jakarta - Polisi mengerahkan 7.107 personel untuk mengawal aksi unjuk rasa sopir truk yang berlangsung di Jakarta pada hari ini, Rabu (2/7/2025).

"Jumlah kekuatan pengamanan ada 7.107 personel," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro dalam keterangannya, Rabu.

Tercatat sembilan kelompok massa menggelar demo di 11 lokasi berbeda di wilayah Jakarta Pusat. Salah satunya isu yang diangkat menuntut pemerintah mengkaji ulang RUU Over Dimensi Over Loading (ODOL).

Total, 500 orang yang tergabung dari pelbagai Organisasi Pengemudi Indonesia (RBPI, APPN, ASLI, KSLI, APPN & Sarbumusi) menggelar aksi di tiga titik yakni pintu belakang Kemenhub RI di Jalan Abdul Muis, Kantor Kemenko Infrastruktur di Jalan MH Thamrin, dan depan Gedung DPR/MPR RI.

Terkait hal ini, Susatyo mengingatkan kepada seluruh personel yang terlibat pengamanan selalu bertindak persuasif, tidak memprovokasi dan terprovokasi, mengedepankan negosiasi, pelayanan yang humanis serta menjaga keamanan dan keselamatan.

 

Imbau Demo Tertib

Susatyo juga mengimbau kepada para koordinator lapangan (korlap) dan orator untuk melakukan orasi dengan santun dan tidak memprovokasi massa.

"Lakukan unjuk rasa dengan damai, tidak memaksakan kehendak, tidak anarkis dan tidak merusak fasilitas umum. Hormati dan hargai pengguna jalan yang lain yang akan melintas di bundaran Patung Kuda Monas, dan beberapa lokasi lainnya," ujar dia.

"Personel yang terlibat pengamanan tidak ada yang membawa senjata api. Hormati dan hargai saudara kita yang akan menyampaikan pendapatnya di muka dengan humanis dan profesional," tandas Susatyo.

 

Skenario Arus Lalin

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin mengatakan, pihaknya telah menyiapkan skenario pengalihan arus lalu lintas di sekitar lokasi. Namun, pemberlakuan bersifat situasional.

"Sama seperti aksi-aksi yang lainnya, saat ini akses ke Merdeka Selatan yang dari Patung Kuda kami alihkan," tandas dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6