Doa Awal dan Akhir Tahun Hijriah: Lafadz, Makna, dan Keutamaannya

Meski tak ada teks doa yang secara baku berasal dari Rasulullah ﷺ, umat Muslim dianjurkan berdoa dengan penuh kesadaran dan pengharapan. Berikut doa awal dan akhir tahun hijriah.

Diterbitkan 26 Juni 2025, 14:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Momen awal tahun Hijriah sering dimanfaatkan umat Islam untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta. Di antara tradisi yang melekat adalah membaca doa akhir dan awal tahun sebagai bentuk introspeksi diri atas apa yang telah terjadi, sekaligus menyusun harapan untuk masa depan.

Doa-doa ini biasa dipanjatkan menjelang pergantian tahun, terutama setelah sholat Ashar atau Maghrib, dalam suasana hening yang sarat makna.

Meski tak ada teks doa yang secara baku berasal dari Rasulullah ﷺ, umat Muslim tetap dianjurkan untuk berdoa dengan penuh kesadaran dan pengharapan. Melalui lantunan doa, mereka memohon ampun atas kesalahan yang telah lalu, meminta agar amal baik diterima, dan memohon keberkahan untuk tahun yang akan datang.

Tradisi ini bukan sekadar ritual, tetapi juga ruang untuk menyucikan niat dan mengisi tahun baru dengan semangat yang lebih baik.

Berikut adalah beberapa poin penting mengenai Doa awal dan Akhir Tahun Hijriah yang perlu diketahui:

 

Doa Awal Tahun Hijriah

Doa ini umumnya berisi ungkapan permohonan ampun atas segala kesalahan dan dosa yang telah dilakukan. Umat Muslim dapat memanjatkan doa ini dalam bahasa Arab, Latin, atau terjemahan bahasa Indonesia. Beberapa kalimat yang sering terdapat dalam doa ini antara lain:

Permohonan ampun atas dosa-dosa yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Permohonan agar Allah SWT menerima amal baik dan memberikan keberkahan di tahun yang akan datang.Dengan menggunakan bahasa yang dipahami, umat Muslim dapat lebih merasakan kedekatan dengan Allah SWT saat memanjatkan doa.

Adapun doa awal tahun, dapat membaca lafadz ini.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ عُمُرِي آخِرَهُ، وَخَيْرَ عَمَلِي خَوَاتِمَهُ، وَخَيْرَ أَيَّامِي يَوْمَ أَلْقَاكَ

Allāhumma aj‘al khayra ‘umurī ākhirah, wa khayra ‘amalī khawātimah, wa khayra ayyāmī yauma alqāk.

"Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku pada akhir hidupku, sebaik-baik amal perbuatanku adalah penutupnya, dan sebaik-baik hariku adalah hari ketika aku bertemu dengan-Mu." (HR. Al-Hakim, dinilai hasan oleh Al-Albani dalam Silsilah Ahadits Shahihah No. 1836).

 

 

Doa Akhir Tahun

اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ، وَنَسِيتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ، وَحَلِمْتَ عَنِّي بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي، وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جُرْئَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ مِنْهُ فَاغْفِرْ لِي، وَمَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ تُرْضَاهُ وَوَعَدْتَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ، فَأَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ يَا كَرِيمُ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّي، وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

Artinya:“Ya Allah, apa saja yang telah aku kerjakan dalam tahun ini dari hal-hal yang Engkau larang dan aku belum bertaubat darinya, padahal Engkau tidak meridhainya dan aku telah melupakannya sementara Engkau tidak melupakannya, dan Engkau bersabar (tidak menghukumku) padahal Engkau berkuasa menghukumku, dan Engkau memanggilku untuk bertaubat setelah aku berani melakukan maksiat kepada-Mu — maka ya Allah, aku mohon ampun kepada-Mu, ampunilah aku. Dan apa saja amal kebaikan yang telah aku kerjakan yang Engkau ridhoi dan telah Engkau janjikan pahala atasnya, maka aku mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan, terimalah amalku itu, dan janganlah Engkau putus harapanku dari-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih.”

Bila ingin membaca doa yang lebih ringkas, bisa mengucapkan kalimat ini.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Allāhumma ighfir lī wa tub ‘alayya, innaka anta at-Tawwābu ar-Raḥīm.

"Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi).

Keutamaan Membaca Doa

 

1. Doa adalah Inti Ibadah. Rasulullah ﷺ bersabda:

"الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ"

“Doa itu adalah ibadah.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi; shahih menurut Al-Albani)

2. Allah Memerintahkan Kita untuk Berdoa

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ

“Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan untukmu...”(QS. Ghafir: 60)

3. Doa Menghapus Dosa dan Musibah. Rasulullah ﷺ bersabda:“Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah selain doa.”(HR. At-Tirmidzi)

4. Doa Menenangkan Hati. Berdoa adalah bentuk komunikasi langsung dengan Allah. Dalam proses itu, hati menjadi lebih tenang, seperti dalam firman-Nya:

أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”(QS. Ar-Ra’d: 28)

5. Doa Menunjukkan Tawakkal dan Keimanan. Berdoa menunjukkan bahwa seseorang menyandarkan harapannya kepada Allah. Ini adalah tanda tawakkal dan tauhid yang kuat.

6. Doa adalah Senjata Orang Beriman. Rasulullah ﷺ bersabda: “Doa adalah senjata orang beriman, tiang agama, dan cahaya langit dan bumi.”(HR. Al-Hakim, hasan)

7. Allah Tak Pernah Bosan Mengabulkan. Berbeda dengan manusia, Allah tidak akan pernah bosan atau marah ketika hamba-Nya berulang kali meminta:

“Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Allah murka kepadanya.”(HR. At-Tirmidzi, hasan)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6