Airnav Gandeng BNN untuk Pastikan Lingkungan Penerbangan Bebas Narkoba

Avirianto juga menjelaskan, program kerja sama ini mencakup sosialisasi terpadu mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika serta pelaksanaan tes narkotika secara mendadak.

Diterbitkan 24 Juni 2025, 19:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • AirNav gandeng BNN wujudkan lingkungan kerja sehat bebas narkoba.
  • Prioritas utama AirNav adalah keselamatan penerbangan dari narkoba.
  • Sinergi BNN cegah narkoba di lingkup pegawai dan peredaran penerbangan.

Liputan6.com, Jakarta Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia, menggandeng Badab Narkotika Nasional (BNN), untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkotika, Selasa (24/6/2025).

Bukan hanya di kantor pusat, kerjasama tersebut berlaku untuk sekitar 300 kantor cabang Airnav di seluruh Indonesia. Dengan bekerjasama BNN Kota/Kabupaten setempat.

Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno menegaskan, keselamatan penerbangan adalah prioritas utama perusahaan. Oleh karena itu, keberadaan narkoba di lingkungan kerja tidak dapat ditoleransi. 

"Kerja sama ini merupakan langkah proaktif AirNav Indonesia dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari narkotika guna menjamin keselamatan, keamanan, dan kelancaran pelayanan navigasi penerbangan," ujarnya, pada acara penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerja Sama antara BNN dan AirNav Indonesia.

 

Tes Narkotika secara Mendadak

Kerja sama ini bertujuan memperkuat sinergi antara kedua institusi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di lingkungan kerja. 

Avirianto juga menjelaskan, program kerja sama ini mencakup sosialisasi terpadu mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika serta pelaksanaan tes narkotika secara mendadak. Program ini tidak hanya diterapkan di kantor pusat AirNav Indonesia, tetapi juga secara paralel dan serentak di 28 kantor cabang AirNav Indonesia serta 34 BNN Provinsi.  

"Tentu, nanti akan ada pengecekan kesehatan secara rutin, cek narkoba secara berkala, kita memastikan pegawai-pegawai kami pun bebas narkoba. Bila sudah demikian, maka kami bisa memberikan rasa aman penerbangan kepada masyarakat,"katanya.

 

Mencegah Peredaran Narkoba di Lingkup Penerbangan

Sementara dalam kesempatan yang sama, Kepala BNN, Komjen Pol. Marthinus Hukom mengungkapkan, perjanjian atau kerjasama ini penting, sebab, bukan hanya mampu mencegah kemungkinan pemakaian narkoba di lingkup pegawai, melainkan juga peredaran di lingkup penerbangan.

"Kita mampu mencegah perpindahan narkoba melalui pesawat terbang, saya berharap bisa dilakukan bukan hanya dengan Airnav saja, tapi seluruh stakeholder terkait," katanya.

Infografis

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6