Jemaah Lansia Bakal Suruh Anak-anaknya Segera Daftar Haji Usai Ikut Jalan Kaki 10 KM Saat Puncak Haji

Menurut Muna Musi, jemaah haji asal Halmahera Barat, Maluku Utara, ibadah haji adalah ibadah yang menuntut fisik yang prima. Semakin muda semakin baik melakukannya.

Diperbarui 20 Juni 2025, 14:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jeddah - Namanya Muna Musi. Jemaah haji asal Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara, itu termasuk dalam rombongan Kloter UPG 13. Ia tiba di Tanah Suci tanpa pendamping karena sang suami sudah berpulang ke Rahmatullah lebih dulu.

Di usianya yang ke-66 tahun, Muna tampak bugar. Ia pun menceritakan pengalamannya yang harus berjalan kaki hingga 10 kilometer saat puncak haji 2025. 

Saat itu, ia dan rombongan akan melakukan lempar jumrah Aqabah di Jamarat pada 6 Juni 2025. Sebelumnya, ia diantarkan dengan bus sampai ke tenda di Mina. Begitu subuh, ia berjalan kaki dari Mina ke Jamarat sejauh tujuh kilometer. 

Karena hotel tempatnya menginap selama di Makkah masuk Sektor 3 yang jaraknya lebih dekat daripada ke tenda, sekitar 3 kilometer, ia berinisiatif untuk melakukan tanazul mandiri. Namun, ia harus membawa kembali bawaan, khususnya pakaian, yang ditaruh di tenda di Mina agar tidak perlu bolak-balik ke tenda.

"Pulang ke Mina ambil barang-barang itu lalu ke hotel. Kami ikut (lewat) di terowongan. Tidak rasa sakit (saat itu), tapi pulang di hotel, tidur, baru rasa sakit (kaki). Tapi enak juga karena semangat tuh," celotehnya ditemui di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, Kamis, 19 Juni 2025.

 

 

Dengarkan Saran Tenaga Kesehatan

Ternyata, staminanya yang terjaga itu berkat olahraga rutin sebelum berangkat. Setidaknya dalam tiga bulan sebelum terbang, ia berjalan kaki sekitar 30 menit setiap hari.

"Jalan, ini apa, biasa kan kita punya otot. Jalan-jalan naik ini kayak ketinggian, turun, jalan. Sampai kita latih juga jalan," ia menerangkan.

Kebiasaan berolahraganya itu merupakan saran dari tenaga kesehatan setempat. Ia sadar bahwa di usianya yang sudah lanjut, ia dituntut lebih ekstra menjaga diri di Tanah Suci. "Ibu kan sudah 66 tahun... Sudah tua, lansia loh. Tapi ya kuat, gitu lah," tutur pensiunan guru SD itu. Ia juga rutin meminum suplemen dan obat-obatan bila perlu sesuai pesan menantunya yang seorang perawat.

Kesadarannya semakin bertambah begitu menjalankan serangkaian ibadah haji bersama rombongan KBIHU-nya. Nyaris semua kegiatan melibatkan kekuatan fisik, seperti tawaf, sai, dan melempar jumrah. "Tawaf kan tujuh kali, sama sa'i tujuh kali," kata dia.

"Saya bilang, oh jadi ini kalau mau pergi haji, itu harus musti fisiknya, musti harus masih muda-muda lah. Tua-tua jangan. Kalau tua sudah tidak bisa bikin apa-apa," imbuhnya lagi.

 

Pesan untuk Anak Muda

 

Pengalaman berharga selama di Tanah Suci itu memberinya hikmah. Ia berencana menyuruh dua anaknya yang kini berusia 32 tahun dan 27 tahun untuk segera mendaftar haji. Semakin cepat, semakin baik karena waktu tunggu naik haji juga panjang. Ia sendiri mendaftar sejak 2014, baru bisa menunaikannya 11 tahun kemudian.

"Nanti diingatkan lah supaya mereka pergi haji sudah. Jangan kalau bilang sampai tua tidak enak. Kita harus kerja (bergerak) ini, itu, ini, kan harus kerja sendiri. Kalau ustaz tidak bawa kita (beribadah), kita sendiri yang pergi (ke Masjidil Haram)," ujarnya.

Selain menunaikan ibadah wajib, Muna berhasil menyelesaikan tiga kali umrah sunnah selama di Tanah Haram. Beberapa dilakukannya tanpa didampingi pembimbing ibadah, baik naik taksi maupun menumpang bus shalawat yang beroperasi 24 jam di luar puncak musim haji.

"Bawa (badal) mama, bawa (badal) suami, bawa diri sendiri. Alhamdulillah," ungkapnya.

Setelah menyelesaikan ibadahnya di Tanah Suci, Muna tak sabar ingin segera tiba di rumahnya. Ia sudah kangen dengan masakan rumahan, terutama papeda, pisang rebus, dan sayur garu.

"Itu enak loh. Sayurnya sayur kacang panjang sama kangkung sama jantung pisang. Itu dicampur, baru diulek-ulek, ditumis," ia menerangkan, sedangkan saya hanya bisa membayangkan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6