Komitmen Keberlanjutan Melalui Program Tanam Bibit Mangrove di Lombok Utara NTB

Program penanaman 500 bibit mangrove dilakukan di Pantai Nipah, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Diperbarui 19 Juni 2025, 00:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Langkah awal dalam perjalanan keberlanjutan dengan mencanangkan komitmen integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam seluruh kegiatan usaha dilakukan PT Sucorinvest Asset Management (Sucor AM).

Sebagai bentuk nyata dari komitmen ini, Sucor AM melaksanakan program penanaman 500 bibit mangrove di Pantai Nipah, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bekerjasama dengan Yayasan BenihBaik dan disaksikan langsung oleh Kepala Desa Malaka Amaludin Ikhwan.

Menurut Direktur dan Ketua Komite ESG PT Sucorinvest Asset Management Fajrin Hermansyah, langkah tersebut sejalan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan serta mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs).

Dia menjelaskan, program ini tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan melalui restorasi kawasan pesisir, tetapi juga mendorong dampak sosial dan ekonomi yang positif melalui pemberdayaan masyarakat lokal dan peningkatan kesejahteraan berbasis lingkungan.

"Kami percaya bahwa keberlanjutan bukan sekadar tren, melainkan keharusan. Komitmen ini adalah awal dari transformasi jangka panjang kami untuk memastikan bahwa investasi hari ini membawa kebaikan bagi masa depan," ujar Fajrin, melalui keterangan tertulis, Rabu (18/6/2025).

Dia mengatakan, melalui kolaborasi dengan platform TanamKebaikan.com, proses penanaman hingga pemantauan siklus hidup pohon dilakukan secara transparan dan berbasis data, termasuk penghitungan potensi penyerapan karbon dan manfaat ekologis lainnya.

"Program ini turut melibatkan masyarakat setempat dalam proses tanam, perawatan, dan monitoring, sehingga menciptakan peluang kerja sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup," papar Fajrin.

"Sucor AM menargetkan inisiatif keberlanjutan ini akan berkembang ke berbagai daerah lainnya di Indonesia, menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menerapkan prinsip ESG secara konsisten dan terukur," tandas dia.

 

Penanaman Bibit Mangrove di Pesisir Pantai Desa Air Tawar Riau Saat Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025

Sebelumnya, Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia setiap tahunnya jatuh pada 5 Juni. Dan saat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Sambu Group yang merupakan perusahaan penanaman modal dalam negeri (PMDN) melalui unit usahanya, PT Pulau Sambu di Guntung turut memeriahkan.

Corporate Communication Manager Sambu Group Dwianto Arif menjelaskan, kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama, kata dia, kegiatan yang bertajuk 'School Less Waste' di Sekolah Dwipa Abadi, Desa Air Tawar, Kecamatan Kateman, Indragiri Hilir, Riau.

"Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan budaya ramah lingkungan dan mengurangi sampah di lingkungan sekolah. Kegiatan yang melibatkan seluruh warga Sekolah Dwipa Abadi tersebut bertekad membantu menciptakan lingkungan sehat bersih lestari sejak dini," ujar Dwianto, melalui keterangan tertulis, Selasa 10 Juni 2025.

Pada tahap kedua, lanjut dia, bertepatan dengan hari Lingkungan Hidup Sedunia, yakni pada 5 Juni 2025 melalui penanaman bibit mangrove di pesisir Pantai Desa Air Tawar, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

 

Kelestarian Lingkungan

Kegiatan tersebut, menurut Dwianto, mengusung tema 'Tanam Mangrove Hari Ini, Lindungi Pesisir Esok Hari'. Sebanyak 1.400 bibit mangrove jenis Avicennia berhasil ditanam bersama lebih dari 200 peserta yang antusias ikut turun langsung ambil bagian dalam penghijauan pesisir.

"Kegiatan penanaman mangrove ini menjadi wujud nyata komitmen kami dalam menjaga kelestarian lingkungan, terutama ekosistem pesisir," ucap Diwanto Arif.

"Mangrove memiliki banyak manfaat yang sangat penting untuk melindungi wilayah pesisir dari abrasi pantai, mencegah intrusi laut, menjaga habitat berbagai macam satwa, dan mendukung kehidupan masyarakat sekitar," sambung dia.

Menurut Dwianto Arif, kegiatan ini juga sejalan dengan pilar kelestarian lingkungan yang selalu dipegang teguh oleh Sambu Group dalam menjalankan usahanya.

"Kami berharap inisiasi ini dapat menginspirasi banyak pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan hidup, khususnya di Indragiri Hilir," terang dia.

Dwianto mengatakan, rangkaian kegiatan berlanjut pada tahap ketiga, yang dilaksanakan pada 10 Juni 2025 bertempat di Kantor Desa Air Tawar. Pada tahap ini, tema yang diusung adalah 'Green at Home', yang berfokus pada edukasi pengelolaan sampah rumah tangga.

"Dalam kegiatan ini, masyarakat diberikan pelatihan praktis mengenai cara membuat kompos dan Eco-Enzyme secara mandiri, sebagai upaya memangkas volume sampah rumah tangga sekaligus memanfaatkan limbah organik menjadi produk bermanfaat," ucap dia.

"Kami ingin masyarakat memiliki kesadaran lebih dalam mengelola sampah rumah tangga dengan cara yang lebih ramah lingkungan. Dengan adanya demo pembuatan kompos dan Eco-Enzyme, diharapkan masyarakat dapat langsung mempraktikkannya di rumah secara tepat," sambung Dwianto.

 

Agenda Lingkungan Global

Melalui tiga kegiatan ini, lanjut Dwianto, Sambu Group menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda lingkungan global sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan.

"Lingkungan hidup adalah warisan berharga yang harus dijaga bersama. Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia, semoga kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat sangat penting untuk mewujudkan masa depan yang lestari dan berkelanjutan," tutup Dwianto Arif.

Sementara itu, Danramil 06 Kateman Lettu Inf Delmy Armansyah yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian PT Pulau Sambu di Guntung terhadap kelestarian lingkungan.

"Kami mendukung penuh aksi nyata seperti ini. Pohon mangrove dapat mengurangi dampak risiko banjir. Sistem perakaran yang kuat dapat membantu meredam gelombang air laut, sehingga mengurangi kerusakan akibat bajir pasang. Dalam jangka panjang penanaman mangrove ini akan memberi rasa aman dan nyaman warga dari ancaman bencana," kata Delmy.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6