Menteri Yandri: Pemuda Boleh Pakai BUMdes untuk Bangun Desanya

Dengan berbagai kegiatan positif, Yandri yakin, segala macam bentuk kegiatan negatif yang rentan menimpa pemuda, seperti narkoba, judi online, hingga kecanduan minuman keras, bisa teratasi.

Diterbitkan 17 Juni 2025, 03:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal (Kemendesa PDT) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), menggelar apel Pemuda Pelopor Siaga Membangun Desa di Desa Jatake, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Senin (16/6/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertinggal, Yandri Susanto mengatakan, ratusan pemuda dan pemudi Indonesia digerakkan dalam pembangunan desa, lantaran masih memiliki semangat yang tinggi dan paham juga dalam berorganisasi.

"Untuk membangun desa ini kita tidak bisa sendiri, sehingga butuh pemuda untuk bisa membangun desa dari sisi kesejahteraan dan perekonomian. Kita paham, banyak pemuda pemudi kita tertarik di kota dengan organisasi dan lain-lain, tapi dengan program ini, kolaborasi kita dengan kemenpora, pemuda bisa jadi pemantik gerakan kolaboratif lintas sektor yang melibatkan pemuda sebagai agen transformasi desa," tuturnya.

Pemuda-pemudi desa juga dapat berkontribusi dalam memajukan desa melalui beragam langkah. Di antaranya adalah dengan ikut menjalankan sekaligus menyukseskan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

 

Atasi Kegiatan Negatif Pemuda

"Apalagi tadi laporan dari Pak Bupati Tangerang, Koperasi Desa Merah Putih dan hampir di seluruh Indonesia hampir 100 persen sudah terbentuk sekarang," katanya.

Dengan berbagai kegiatan positif tersebut, Yandri yakin, segala macam bentuk kegiatan negatif yang rentan menimpa pemuda, seperti narkoba, judi online, hingga kecanduan minuman keras, bisa teratasi.

Sementara itu, Menpora Dito Ariotedjo menekankan pentingnya kehadiran Pemuda Pelopor Desa sebagai penggerak pembangunan berbasis inovasi dan kolaborasi. Sehingga, tahun 2025 ini, pemerintah meluncurkan Lomba Pemuda Pelopor Desa 2025 dengan lima kategori utama.

Yakni kewirausahaan, seni dan budaya, ekonomi digital, lingkungan, serta sosial kemasyarakatan.

"Lima kategori ini bukan sekadar kompetisi, melainkan alat transformasi desa agar lebih mandiri dan sejahtera. Bayangkan jika setiap desa punya satu inspirator dan motivator dari kalangan muda Indonesia akan melesat jauh ke depan," katanya.

Sementara, dalam apel tersebut juga dihadiri ratusan alumni pemuda pelopor desa, pendamping desa, dan berbagai unsur desa lainnya.

Infografis

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6