Prabowo: Tak Ada Rencana Reshuffle Kabinet, Tim Saya Bekerja dengan Baik

Prabowo mengatakan, kritikan dari masyarakat untuk para menterinya merupakan hal yang biasa.

Diperbarui 12 Juni 2025, 17:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak ada rencana untuk melakukan reshuffle kabinet karena menilai kinerja menterinya baik.
  • Prabowo menyampaikan bahwa kritikan terhadap menteri adalah hal biasa dalam pemerintahan dan demokrasi.
  • Sebelumnya, Prabowo telah memperingatkan pejabat yang tidak mampu bekerja dengan baik untuk mengundurkan diri.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan hingga kini tidak berencana melakukan reshuffle atau perombakan kabinet Indonesia Maju. Prabowo menilai para menterinya bekerja semakin baik.

"Saya tidak, saya tidak ada rencana mau reshuffle (kabinet). Sementara, saya menilai tim saya bekerja dengan baik. Dan kita buktikan minggu demi minggu hasil capaian yang kita lakukan," jelas Prabowo di JCC Senayan Jakarta, Kamis (12/6/2025).

"Untuk supaya tidak ada spekulasi dalam arti saya sekarang sampai saat ini, saya menilai bahwa menteri-menteri saya bekerja dengan baik, terus terang saja," sambungnya.

Menurut dia, kritikan dari masyarakat untuk para menterinya merupakan hal yang biasa. Prabowo menyebut pemerintah tak bisa memuaskan semua masyarakat.

"Bahwa di sana-sini, ada kritik itu baik dan itu biasa. Dalam pemerintahan, dalam demokrasi, kritik biasa, dan kita tidak bisa memuaskan semua orang," ujarnya.

Namun, Prabowo mengaku dirinya sebagai Presiden RI puas dengan kinerja para jajaran menterinya. Terkait ada menteri yang salah bicara, dia menyebut hal tersebut merupakan hal biasa.

"Saya sebagai pengguna, sebagai users, saya merasa menteri-menteri saya bekerja dengan baik. Kadang-kadang ada salah bicara, itu biasa. Tapi mereka kerja keras, niat mereka baik, kita sudah kompak, kita sudah punya tim yang baik," tutur Prabowo.

Prabowo Minta Menteri Tak Mampu Kerja untuk Mundur

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta pejabat negara yang tak mampu bekerja dengan baik mundur dari jabatannya. Prabowo tak segan memberhentikan pejabat yang tak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.

"Semua pejabat yang tidak mampu melaksanakan tugas, lebih baik mundur sebelum saya berhentikan," kata Prabowo saat memberikan amanat dalam Upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Senin (2/6/2025).

Dia mengatakan Indonesia merupakan negara kaya, namun masih banyak kekurangan dan tantangan yang harus diselesaikan. Prabowo mengungkap salah satu kekurangan Indonesia yakni, banyak para pejabat pemerintah yang melakukan penyelewengan dan korupsi.

"Kekurangan kita terutama menurut pendapat saya adalah sikap mental para elit bangsa, terutama mereka-mereka yang pegang jabatan jabatan penting sebagai wakil rakyat, sebagai utusan rakyat, dan sebagai mandateris rakyat," jelasnya.

"Saya sebagai Presiden RI melihat masih terlalu banyak penyelewengan, masih terlalu banyak korupsi, masih terlalu banyak manipulasi yang dilaksanakan justru di tubuh pemerintahan di tubuh kekuasaan," sambung Prabowo.

Kekayaan Indonesia Harus Dinikmati Rakyat

Prabowo menekankan kekayaan Indonesia harus dinikmati seluruh masyarakat. Dia berkomitmen untuk memberhentikan semua penyelewengan dan kebocoran yang merugikan masyarakat.

"Saya percaya dan saya yakin pada saat ini bangsa Indonesia di tengah tantangan global kekuatan kita hanya bisa datang kalau kita kompak bersatu. Kita hanya bisa kuat kalau negara kita bersih dari penyelewengan korupsi, manipulasi, dan penipuan," tutur Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6