Siswa SMAN 9 Tambun Selatan Demo Soal Dugaan Pungli, Dedi Mulyadi Turun Tangan

Ratusan siswa SMAN 9 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolah pada Selasa 3 Juni 2025.

Diterbitkan 05 Juni 2025, 18:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ratusan siswa SMAN 9 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolah pada Selasa 3 Juni 2025. Mereka menuntut transparansi pengelolaan dana sekolah dan menyoroti dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang selama ini dibungkus dalam bentuk sumbangan.

Beberapa praktik yang disorot siswa antara lain sumbangan akademik dan non-akademik serta dugaan pengadaan snack fiktif. Menurut mereka, praktik tersebut telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.

"Katanya (sumbangan) untuk gedung, tapi sampai sekarang masih gini-gini aja, emang tidak dibatasi untuk sumbangan, sukarela aja, orangtua saya sudah bayar setiap tahun Rp500 ribu," kata salah satu siswa kelas XI.

Salah satu pungutan yang juga dipersoalkan adalah infak untuk pengadaan AC di masjid sekolah sebesar Rp20 ribu setiap hari per kelas. Namun, meski sudah dikumpulkan sejak beberapa tahun lalu, AC yang dijanjikan tak kunjung terpasang.

Selain itu, siswa juga menyinggung soal dugaan pengadaan fiktif. Mereka mengaku dipaksa menandatangani sejumlah lembar bukti penerimaan snack untuk berbagai kegiatan yang telah lama berlangsung.

 

Dinonaktifkan

Sebagai buntut dari aksi tersebut, Kepala SMAN 9 Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Kurniawati, dinonaktifkan dari jabatannya. Kebijakan ini diambil oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah III Jawa Barat menyusul sorotan terhadap dugaan pungli dan penyimpangan pengadaan barang di sekolah tersebut.

Kabar dinonaktifkannya Kurniawati dibenarkan oleh Humas SMAN 9 Tambun Selatan, Syahri Ramadan.

"Betul, melalui KCD, tapi kami belum tahu mulai kapan dinonaktifkannya, nanti mungkin disampaikan ke kami dan guru-guru lainnya," kata Syahri, Kamis (5/6/2025).

Ia juga membenarkan bahwa keputusan itu berkaitan langsung dengan isu dugaan pungli dan pengadaan snack fiktif yang mencuat dalam demonstrasi siswa pada Selasa (3/6) lalu.

"Betul, betul terkait aksi (demo siswa) kemarin, berbagai macam dugaan-dugaan itu (pungutan liar)," ucapnya.

 

Audit Pungli Berkedok Sumbangan di Sekolah

Selain dinonaktifkan, lanjut Syahri, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga akan melakukan audit sebagai tindak lanjut dari adanya dugaan pungutan liar berkedok sumbangan dan pengadaan snack fiktif.

"Yang disampaikan Pak Dedi Mulyadi itu terkait pengauditan nanti yang akan dilakukan, agar pengauditan itu bisa berjalan dengan lancar," ungkapnya.

Setelah aksi demonstrasi siswa pada Selasa kemarin, Kurniawati yang baru menjabat sebagai kepala SMAN 9 Tambun Selatan selama dua tahun itu tidak masuk sekolah hingga hari ini. Namun demikian, proses belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa.

"Sudah dua hari ini beliau (Kurniawati) tidak hadir di sekolah, proses belajar mengajar berjalan dengan baik, tidak ada demo susulan, sampai hari ini juga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan," katanya.

"Ini semua ada hikmahnya, sehingga hal-hal transparansi terhadap penggunaan anggaran bisa lebih baik, anak-anak ini perlu hak-haknya dipenuhi, dan kejadian ini menjadi pelajaran bagi siapapun yang akan menjadi pimpinan di SMAN 9 ini setidaknya merangkul siswa, guru dan seluruh warga yang ada di sekitar sekolah," tambah Syahri.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6