Tragis, Korban Tewas Longsor di Tambang Cirebon Bertambah Jadi 10 Orang

Korban tewas akibat longsor di lokasi tambang batu Gunung Kuda, Cirebon bertambah menjadi 10 orang, dengan beberapa korban masih dalam proses identifikasi.

Diterbitkan 30 Mei 2025, 19:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jumlah korban tewas akibat longsor di lokasi tambang galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, bertambah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut total korban meninggal dunia menjadi sembilan orang, dua di antaranya masih dalam proses identifikasi.

“Peristiwa yang terjadi pukul 10.00 WIB ini menyebabkan 10 orang pekerja tambang dilaporkan meninggal dunia. Dua diantaranya masih dalam proses indentifikasi," kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat (30/5/2025).

Selain itu, 6 orang lainnya mengalami luka-luka. Mereka langsung dilarikan ke RS Sumber Hurip dan puskesmas terdekat.

"Kaji cepat sementara juga mencatat terdapat 3 unit alat berat ekskavator dan 6 unit mobil truk tertimbun longsor," ujar dia.

Dia menerangkan, petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, dan warga berjibaku membongkar timbunan tanah. Satu alat berat ikut digunakan untuk mengangkat puing. Kondisi cuaca dilaporkan cerah. Namun, Operasi pencarian hari ini dihentikan pukul 17.00 WIB dan akan dilanjutkan esok hari.

BNPB mengimbau personel gabungan dan warga untuk berhati-hati dalam melakukan operasi di lapangan, khususnya terhadap potensi longsor susulan.

"Diharapkan dalam operasi pencarian ini tetap mengutamakan keselamatan dan memperhatikan kondisi alam sekitar. Apabila terjadi hujan dalam durasi lebih dari satu jam, maka disarankan untuk melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman untuk sementara waktu," tandas dia.

Penyelidikan Penyebab Longsor dan Status Pertambangan

Penyebab pasti terjadinya longsor di area tambang Gunung Kuda masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwajib. Dugaan sementara mengarah pada aktivitas pertambangan yang tidak sesuai standar keselamatan sebagai faktor utama penyebab longsor. Polisi telah memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk mempermudah proses investigasi dan mengamankan area tersebut.

Pemerintah daerah sedang mempertimbangkan opsi penghentian sementara aktivitas pertambangan di kawasan Gunung Kuda hingga investigasi selesai dilakukan. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang dan memastikan keselamatan para pekerja tambang serta masyarakat sekitar.

Kepolisian juga akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait dengan aktivitas pertambangan di Gunung Kuda untuk mengetahui apakah ada kelalaian atau pelanggaran yang menyebabkan terjadinya longsor. Hasil investigasi ini akan menjadi dasar untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Dampak Longsor Terhadap Masyarakat dan Lingkungan

Bencana longsor ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, tetapi juga memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Trauma dan kesedihan akibat kehilangan orang-orang terdekat menjadi beban berat yang harus dihadapi.

Dari sisi lingkungan, longsor ini menyebabkan kerusakan pada ekosistem di sekitar area pertambangan. Hutan dan lahan menjadi rusak, serta berpotensi menyebabkan pencemaran air dan tanah. Upaya rehabilitasi lingkungan perlu segera dilakukan untuk memulihkan kondisi alam seperti semula.

Pemerintah daerah bersama dengan berbagai pihak terkait akan memberikan bantuan dan dukungan kepada keluarga korban serta masyarakat yang terdampak bencana longsor. Bantuan ini meliputi pelayanan kesehatan, dukungan psikologis, serta bantuan материальная untuk meringankan beban ekonomi yang dihadapi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6