Pemprov Jatim Kembali Torehkan Prestasi dalam Tranformasi Dunia Pendidikan

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam transformasi dunia pendidikan.

Diperbarui 26 Mei 2025, 08:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam transformasi dunia pendidikan.

Dalam ajang akbar Amazing You Training yang diselenggarakan oleh ESQ Leadership Center di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, penghargaan istimewa diberikan kepada Jawa Timur sebagai provinsi pertama di Indonesia yang menerapkan metode TalentDNA secara menyeluruh di sektor pendidikan.

Acara yang dihadiri oleh lebih dari 12.000 peserta dari berbagai daerah ini menjadi saksi apresiasi atas inovasi Jawa Timur dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis teknologi dan pengembangan karakter.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Founder ESQ Group Ary Ginanjar Agustian kepada perwakilan Pemprov Jatim yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aris Agung Paewai. Dalam sambutannya, Aris Agung menyampaikan antusiasmenya atas sinergi yang telah dibangun bersama ESQ.

"Hari ini kita melihat betapa amazingnya kegiatan bersama ESQ dan Dr. Ary. Kami di Pemprov Jatim telah melaksanakan TalentDNA bagi seluruh insan pendidikan, mulai dari pejabat di dinas, kepala sekolah, guru BK, hingga berbagai elemen lainnya," ujar Aris di ICE BSD Tangerang Selatan yang disampaikan melalui keterangan tertulis, Minggu (25/5/2025).

"Hasilnya luar biasa. Potensi yang selama ini tersembunyi, kini bisa terbaca dan dikembangkan," sambung dia.

Aris menjelaskan, TalentDNA adalah metode pemetaan potensi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mengukur berbagai aspek dalam diri seseorang, mulai dari cara berpikir, karakter, hingga kekuatan emosional dan sosial, melalui 45 instrumen pengukuran.

"Program ini terbukti efektif membantu para pendidik memahami potensi anak didik secara lebih personal, objektif, dan menyeluruh," papar dia.

 

Ciptakan Iklim Pendidikan

Menurut Aris, pendekatan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu individu, tetapi juga menciptakan iklim pendidikan yang lebih kolaboratif, inklusif, dan bebas dari konflik internal.

"Ketika kita tahu siapa diri kita dan siapa rekan kita, kolaborasi akan muncul secara alami. Tidak ada lagi asumsi atau konflik yang muncul karena salah paham karakter," kata dia.

Aris memaparkan, implementasi TalentDNA di Jawa Timur dimulai dari enam sekolah boarding unggulan yaitu SMA Taruna Nala, SMA Taruna Bhayangkara, SMA Taruna Brawijaya, SMA Taruna Madani, SMA Taruna Angkasa, dan SMA Pamong Praja. Sebanyak 1.200 siswa telah menjalani proses pemetaan potensi melalui TalentDNA.

Aris menjelaskan, sekolah boarding dipilih sebagai tahap awal karena kompleksitas dinamika sosial yang terjadi di dalamnya.

"Anak-anak tinggal bersama, berasal dari berbagai daerah, budaya, dan nilai. Mereka harus saling memahami untuk bisa hidup berdampingan dan belajar bersama," terang dia.

"TalentDNA memudahkan guru BK, wali asrama, dan kepala sekolah untuk memahami karakter masing-masing siswa, sehingga proses pembinaan jauh lebih efektif," sambung Aris.

 

Berdampak pada Personal

Tak hanya berhenti pada ranah institusional, Kepala Dinas Pendidikan Jatim ini juga mencontohkan bagaimana TalentDNA telah berdampak secara personal dalam keluarganya sendiri. Ia bersama istri dan ketiga anaknya telah menjalani pemetaan potensi menggunakan TalentDNA.

"Hasilnya luar biasa. Kami berlima ternyata memiliki karakter dan potensi yang sangat berbeda. Selama ini, banyak orang tua yang memaksakan mimpinya kepada anak tanpa tahu apakah itu sesuai. Dengan TalentDNA, kami jadi saling memahami dan bisa mendukung satu sama lain dengan cara yang lebih tepat," ungkap Aris.

Penghargaan yang diterima Pemprov Jatim ini bukan hanya simbol keberhasilan teknis, tetapi juga bukti nyata bahwa pendidikan berbasis karakter, teknologi, dan empati dapat diimplementasikan secara nyata di tingkat pemerintahan.

Dalam jangka panjang, pendekatan ini diharapkan dapat menjadi model nasional yang memperkuat pembangunan manusia Indonesia melalui pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

"Mudah-mudahan, semakin banyak SDM Jatim yang berprestasi, potensinya berkembang, dan ke depan bisa menjadi pemimpin-pemimpin nasional. Semua diawali dari pemetaan yang tepat, dan itulah keunggulan TalentDNA," tutup Aris.

"Melalui inisiatif ini, menunjukkan komitmen ESQ Corp dalam membangun Indonesia melalui pendidikan karakter dan pemetaan potensi berbasis teknologi dan nilai-nilai spiritual. Jawa Timur kini menjadi provinsi pelopor, dan semoga menjadi inspirasi bagi seluruh daerah di Indonesia," tandas dia.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam berbagai kesempatan menyatakan, masa depan pendidikan harus berangkat dari pemahaman akan potensi dan karakter anak.

"Dengan sistem yang mampu memetakan kekuatan setiap individu, maka pendidikan akan menjadi arena pertumbuhan, bukan sekadar tempat pengukuran," jelas Khofifah.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6