KTT ASEAN 2025: Indonesia Bakal Angkat Isu Geopolitik Indo-Pasifik, Myanmar, hingga LCS

KTT ASEAN 2025 akan digelar di Kuala Lumpur, Malaysia pada 26-27 Mei besok. Presiden Prabowo Subianto bersama rombongan terbatas telah bertolak ke Malaysia untuk menghadiri KTT ke-46 ASEAN tersebut.

Diterbitkan 25 Mei 2025, 19:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen memperkuat ASEAN sebagai kawasan yang stabil, inklusif, dan berdaya saing di tengah perubahan geopolitik global yang terus berkembang.

Menurut dia, hal itu akan disampaikan saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2025 yang bakal membahas sejumlah isu strategis di kawasan Indo-Pasifik.

"Dalam KTT ASEAN 2025, Indonesia akan mengangkat isu-isu strategis yang mencerminkan dinamika kawasan dan global," kaya Dave Laksono dalam keterangan tertulis diterima, Minggu (25/4/2025).

Dave menambahkan, di tengah persaingan politik dan geoekonomi antara kekuatan besar dunia, Indonesia diyakini bakal memperkuat peran ASEAN sebagai kawasan yang stabil, inklusif, dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.

Politikus Golkar ini pun menyampaikan pandangan Indonesia terhadap eskalasi persaingan di kawasan Asia Tenggara dan Indo-Pasifik secara lebih luas.

 

Dorong Solusi Damai

Dia mencatat, fokus utamanya adalah mencakup respons ASEAN terhadap ketegangan geopolitik, upaya menjaga stabilitas regional, serta pentingnya memperkuat kerja sama nyata melalui ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP).

"Indonesia akan mengangkat sejumlah isu mendesak yang membutuhkan penyelesaian segera, seperti konflik politik berkepanjangan di Myanmar serta meningkatnya kejahatan lintas batas, yang menjadi perhatian khusus bagi Indonesia," tegas Dave.

"Dalam hal ini, Indonesia akan mendorong ASEAN untuk memperkuat kapasitas kolektifnya dalam merespons krisis dan mempercepat implementasi langkah-langkah konkret yang dapat mengurangi ketegangan dan mendorong solusi damai," imbuhnya.

    

Singgung Laut China Selatan

Soal Laut China Selatan (LCS), Dave kembali menyatakan posisi  Indonesia akan tetap berperan sebagai mediator yang menjunjung tinggi prinsip hukum internasional, termasuk UNCLOS 1982.

"Indonesia juga akan mendorong kelanjutan perundingan Code of Conduct (COC) antara ASEAN dan Tiongkok untuk menghindari eskalasi dan menjaga stabilitas kawasan," dia menandasi.

Sebagai informasi, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-46 ASEAN akan berlangsung pada 26-27 Mei 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto beserta rombongan terbatas telah lepas landas melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta menuju Bandar Udara Tentera Udara Diraja Malaysia Subang, Minggu, sekitar pukul 16.30 WIB. Kepala negara bertolak dengan didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6