Sidak RSUD Cengkareng, Legislator DKI Hardiyanto Kenneth Respons Aduan Pasien soal Ruangan Penuh

Saat memeriksa langsung ke lokasi, Kenneth menemukan 6 ruangan HCU memang masih penuh pada Kamis (22/5) malam, sehingga pasien belum bisa masuk HCU.

Diperbarui 24 Mei 2025, 15:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth meninjau pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (21/3/2025). Tinjauan dilakukan menyusul aduan soal pasien yang belum mendapat ruangan High Care Unit (HCU) dan masih tertahan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sejak Kamis (22/5) malam.

"Jadi semalam ada warga mengadu lewat Instagram saya, makanya saya coba respon. Hari ini ketemu lah dengan yang bersangkutan. Jadi, pada prinsipnya, suami dari ibu ini butuh ruangan HCU," kata Kenneth seperti dikutip Sabtu (24/5/2025).

Dia menjelaskan, warga pengadu bernama Sri Astuti dan pasiennya adalah suamianya sendiri, Kusumah Sandi yang divonis terserang virus saraf dan infeksi tulang belakang.

Saat memeriksa langsung ke lokasi, Kenneth menemukan 6 ruangan HCU memang masih penuh pada Kamis (22/5) malam, sehingga pasien belum bisa masuk HCU.

"Jadi memang dari semalam penuh ya (ruangan HCU). Setelah itu saya panggil pimpinan rumah sakit, Dokter Lysbeth Pandjaitan. Dia lagi rapat, lalu ditinggal rapatnya, dia turun ke bawah. Alhamdulillah, puji Tuhan, saya melihat respon dari RSUD Cengkareng ini sangat bagus," ujar Kenneth.

Setelah bertemu langsung dengan keluarga pasien dan berkoordinasi dengan pihak RSUD, pasien langsung dipindahkan ke HCU.

Kenneth mengapresiasi respons cepat RSUD Cengkareng. Menurut dia, pelayanan di rumah sakit harus dilakukan dari hati dengan mengikuti aturan yang ada.

"Kalau menurut saya kan pelayanan ini kembali kepada hati saja. Semua aturan sudah ada. Jadi intinya aturan itu dilaksanakan saja," imbuhnya.

 

Penjelasan Dirut RSUD Cengkareng

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Cengkareng Dokter Lysbeth Pandjaitan membenarkan bahwa ruang HCU pada saat itu sedang penuh. Namun ketika kosong, pasien membutuhkan langsung diberi tempat.

"Paginya kita cek sudah kosong dan bisa. Dengan adanya kunjungan ini, mudah-mudahan bisa bekerja sama lagi dengan baik dapat melayani masyarakat dengan lebih cepat dan tepat," harap Lysbeth.

Mengenai antrean di ruangan IGD, Lysbeth menjelaskan pihaknya memiliki bed management system (sistem manajemen tempat tidur). Saat ini, IGD butuh waktu kurang lebih empat jam untuk mendapatkan ruangan.

"Untuk daftar antrian pasien yang untuk IGD, kami memiliki namanya sistem manajemen bed yang mengatur pasien yang datang, jam berapa kemudian di ruangan, diatur juga apakah ada ketersediaan bed-nya. Mereka mengkomunikasikan secara digital dan juga by phone," unar Lysbeth.

"Tapi memang untuk beberapa pasien yang butuh ruangan seperti ICU atau HCU, itu yang waktu perawatannya untuk ICU lama, kita butuh manajemen yang lebih baik lagi, tapi kita bisa atur," imbuhnya menutup.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6