Menhut Raja Juli Akan Lakukan Hilirisasi Agroforestri: Buka Lapangan Kerja

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan sejumlah program untuk mencapai hilirisasi di sektor kehutanan. Salah satunya, Kementerian Kehutanan akan melakukan agroforestri.

Diterbitkan 24 Mei 2025, 03:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan sejumlah program untuk mencapai hilirisasi di sektor kehutanan. Salah satunya, Kementerian Kehutanan akan melakukan agroforestri.

"Ada banyak juga terutama untuk agroforestri," kata Raja Juli Antoni usai menghadiri rapat terbatas terkait hilirisasi dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (23/5/2025).

Menurut dia, program hilirisasi ini akan meningkatkan devisa dan mengurangi impor. Tidak hanya itu, Raja Juli menyampaikam, hilirisasi juga dapat membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat.

"Pak Presiden setuju semua karena ini akan meningkatkan devisa kita, mengurangi impor dan tentu membuka lapangan kerja," kata Menhut.

Sebagai informasi, Kementerian Kehutanan berupaya meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk agroforestri melalui hilirisasi. Dengan adanya hilirisasi agroforestri, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan menjaga keberlanjutan sumber daya hutan.

Tidak hanya itu, hilirisasi ini juga diharapkan dapat membantu Indonesia mencapai swasembada pangan dan meningkatkan daya saing produk hasil hutan di pasar global.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan 18 proyek hilirisasi senilai hampir 45 miliar dolar AS, dan proyek itu bakal dimulai pada Juni 2025.

Proyek hilirisasi itu mencakup hilirisasi nikel, bauksit, refinery, storage, gasifikasi (DME) batu bara, kemudian hilirisasi sektor perikanan, pertanian, kehutanan, dan pengembangan ekosistem baterai mobil milik Indonesia.

"Juni kami akan groundbreaking untuk ekosistem baterai CATL yang bekerja sama dengan BUMN. Setelah itu, kami akan masuk pada tahap berikutnya lagi," kata Bahlil setelah rapat terbatas Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (24/5/2025).

Pembiayaan Proyek Hilirisasi Sebagian Besar Berasal dari Danantara

Terkait pendanaan, Bahlil menyatakan bahwa sebagian besar pembiayaan proyek diharapkan berasal dari entitas nasional Danantara. Kepemilikan saham dalam proyek juga akan diupayakan tetap dalam kendali negara sesuai arahan Prabowo.

"Saya yakinkan bahwa arahan Bapak Presiden Prabowo, ini proyek merah putih. Artinya kita usahakan, maksimalkan agar semua mayoritasnya ada di negara," tutur Bahlil.

 

Infografis

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6