Wamenkop Ferry Yakin PP Aisyiyah Bisa Bantu Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono mengatakan, peranan perempuan khususnya di Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah memiliki peranan penting untuk membantu pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terlebih dalam mengembangkan Koperasi Desa Merah Putih.

Diperbarui 19 Mei 2025, 20:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono mengatakan, peranan perempuan khususnya di Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah memiliki peranan penting untuk membantu pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terlebih dalam mengembangkan Koperasi Desa Merah Putih.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri Milad PP ‘Aisyiyah ke 108 tahun di Yogyakarta, Senin (19/5/2025). Dalam kesempatan itu pula, pihaknya menandatangani nota kesepahaman terkait dengan penguatan dan pengembangan koperasi.

"Peran perempuan Aisyiyah sangat penting. Dengan tugas yang sangat berat oleh presiden, Insyaallah pendirian koperasi desa merah putih ini dapat menghadirkan manfaat yang besar bagi masyarakat," kata Ferry seperti dikutip dalam laman Muhammadiyah, Senin (19/5/2025).

Menurut dia, penguatan koperasi desa adalah langkah penting untuk mendorong ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dia juga menyampaikan apresiasi mendalam terhadap kiprah ‘Aisyiyah dalam memperjuangkan pemberdayaan masyarakat, khususnya di tingkat desa.

Ferry juga mengapresiasi ikhtiar dan kolaborasi ‘Aisyiyah dalam memajukan semangat Qoryah Thayibah yang dinilainya selaras dengan visi Presiden RI, Prabowo Subianto.

"Apa yang telah di ikhtiarkan dari Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ini merupakan hasil partisipasi dari Masyarakat. Maka dalam hal ini negara hadir untuk turut terlibat memberikan solusi aktif untuk masyarakat," kata dia.

 

 

Tak Ingin Masyarakat Desa Tertinggal

"Presiden ingin membentuk koperasi desa sebanyak 80 ribu di seluruh Indonesia," tegas Ferry.

Ia menekankan, koperasi ini akan menjadi alat strategis dalam memerangi praktik rentenir dan pinjaman online yang selama ini menjerat masyarakat kecil dengan bunga tinggi.

Pemerintah, lanjut Ferry juga sedang menyelesaikan aspek legal dari program koperasi desa ini pada bulan Juli mendatang. Diharapkan, koperasi-koperasi tersebut bisa mulai beroperasi pada Oktober 2025.

Tak hanya koperasi, Ferry juga menyebutkan bahwa pemerintah berencana membangun apotek dan klinik di desa. Fasilitas kesehatan ini akan melengkapi upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat desa agar tak tertinggal dari wilayah perkotaan dalam hal pelayanan dasar.

Program ini, menurut Ferry, merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo untuk menghadirkan kembali kehadiran nyata pemerintah di pedesaan. "Presiden ingin pemerintah kembali hadir di desa," jelas dia.

 

Ketahanan Pangan

Sementara, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah menegaskan, di era sekarang yang masih dihadapkan masalah ketahanan pangan sampai perubahan iklim, maka organisasinya sangat memberi perhatian terhadap ini.

"‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan, menaruh perhatian pada isu ketahanan pangan mengingat pentingnya peran perempuan dalam mewujudkan ketahanan pangan," jelas dia.

Karena itu, pihaknya mengingatkan akan gerakan Qaryah Thayyibah yang secara harfiah berarti desa yang baik atau unggul, di mana ‘Aisyiyah berusaha untuk mewujudkan desa yang berkemajuan sehingga tercipta masyarakat yang maju, adil, makmur, dan bermartabat.

Turut menghadiri acara ini, yakni Bupati Kulon Progo Agung Setyawan, Ketua PP Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman, dan jajaran lainnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6