Liputan6.com, Jakarta Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) masih melakukan investigasi terkait peristiwa ledakan amunisi kedaluwarsa di Garut, Jawa Barat, yang menewaskan 13 orang. Salah satunya dengan mendalami keterangan 25 prajurit TNI dan 21 sipil.
"Berkaitan dengan tim investigasi saat ini masih bekerja di lapangan, dan kami sampaikan bahwa tim investigasi sudah meminta keterangan beberapa saksi dari masyarakat ada 21 orang dan dari unsur TNI ada 25 orang," tutur Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana kepada wartawan, Kamis (15/5/2025).
Menurut Wahyu, tim investigasi masih mencocokkan setiap keterangan saksi dengan dihadapkan pada fakta-fakta yang didapat di lapangan, termasuk juga berkaitan dengan sejumlah barang bukti yang telah dikumpulkan.
Advertisement
"Untuk nantinya akan dilaksanakan analisa. Dan juga ada beberapa unsur yang perlu diuji sehingga itu memerlukan waktu," jelas dia.
Wahyu pun meminta publik dapat menunggu hasil investigasi secara menyeluruh terkait insiden ledakan amunisi kedaluwarsa di Garut. Dia berharap semua pihak dapat ikut mendoakan, baik untuk korban tewas dan keluarganya, serta kelancaran proses investigasi.
"Kami memohon doa dan juga memohon pengertian semua pihak, investigasi yang sedang bekerja di lapangan sehingga nanti pada saatnya dapat kami sampaikan kepada semua pihak berkaitan dengan hasil pelaksanaan tugas tim investigasi di lapangan," Wahyu menandaskan.
TNI Angkatan Darat (AD) menawarkan kesempatan bagi anak-anak korban meninggal dunia dalam peristiwa ledakan amunisi di Garut, Jawa Barat, untuk menjadi prajurit TNIÂ AD.
"Pimpinan TNI Angkatan Darat sudah menyampaikan kepada Bapak Pangdam Siliwangi untuk menyampaikan kepada putra putri dari korban, apabila ingin bergabung dengan TNI AD, TNI AD membuka peluang kepada seluruh putra putri korban," tutur Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana kepada wartawan, Rabu (14/5/2025).
Menurut Wahyu, nantinya jajaran Kodim 0611 Garut akan memberikan pendampingan dan bimbingan kepada seluruh putra putri korban agar prosesnya dapat berjalan dengan baik.
Sementara itu, TNI AD telah menyalurkan santunan kedukaan bagi seluruh korban sipil. Termasuk juga tengah menyiapkan hak-hak dari keluarga korban dari prajurit.
"Semua hak-hak dari anggota semua akan diberikan. Saat ini, Pusat Peralatan TNI Angkatan Darat selaku induk satuan Angkatan Darat sedang menyelesaikan berkaitan dengan hak-hak almarhum sehingga nanti tersampaikan kepada seluruh korban, dalam hal ini keluarganya," jelas Wahyu.
Â
TNI Investigasi Ledakan Amunisi di Garut yang Tewaskan 13 Orang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5207868/original/084823000_1746280384-WhatsApp-Image-2025-02-15-at-18.53-.36-1.jpeg)
TNI Angkatan Darat (AD) masih mengumpulkan hasil investigasi terkait peristiwa ledakan amunisi kedaluwarsa di Garut, Jawa Barat. Insiden tersebut menyebabkan 13 orang meninggal dunia, dengan rincian empat prajurit TNI AD dan sembilan warga sipil.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana meminta publik dapat menunggu hasil investigasi kasus ledakan amunisi kedaluwarsa itu secara menyeluruh.
"Ini tim sedang mendata semua keterangan," tutur Wahyu kepada Liputan6.com, Rabu (14/5/2025).
Wahyu belum mengulas lebih jauh perihal penyebab adanya korban dari sipil, hingga dugaan warga mengambil puing hasil pemusnahan amunisi untuk dijual kembali. "Mohon kita sama-sama menunggu hasil investigasi ya," kata dia.
Wahyu memastikan, setelah data didapatkan secara menyeluruh maka akan transparan dibuka ke publik. Baik soal jenis amunisi kedaluwarsa yang dimusnahkan, hingga penyebab adanya ledakan yang menimbulkan korban jiwa.
"Sambil mengikuti perkembangan investigasi secara menyeluruh dari semua sisi dan aspek ya," Wahyu menandaskan.
Sebelumnya, beredar video warga yang bergegas menggunakan motor untuk mendekati lokasi pemusnahan amunisi kedaluwarsa di Garut, Jawa Barat, sekejap setelah diledakkan. Pihak kepolisian menduga, mereka berusaha mengumpulkan bekas selongsong untuk jual beli.
"Diduga mau ambil bekas selongsong, itu harganya mahal, buat di-kilo," tutur Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan saat dikonfirmasi, Selasa (13/5/2025).
Advertisement
TNI Siap Bertanggung Jawab Penuh Terhadap Para Korban
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5217048/original/082254400_1747041289-IMG-20250512-WA0040.jpg)
TNI Angkatan Darat (AD) memastikan bertanggung jawab penuh terhadap pengurusan para korban meninggal dunia akibat ledakan amunisi kedaluwarsa di Garut, Jawa Barat. Tercatat, sebanyak 13 orang tewas dalam kejadian tersebut, dengan rincian 4 prajurit TNI dan 9 warga sipil.
“TNI AD bertanggung jawab secara penuh untuk membantu semua proses penanganan dan pemakaman para korban, baik yang berasal dari jajaran TNI AD maupun yang dari masyarakat sekitar," tutur Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana kepada wartawan, Selasa (13/5/2025).
Wahyu mengatakan, jenazah Kepala Gudang Pusat Amunisi III Pusat Peralatan TNI AD Kolonel Korps Peralatan Antonius Hermawan akan dibawa ke rumah duka Bekasi, Jawa Barat, dan disemayamkan di kampung halamannya yakni Sleman, Yogyakarta.
Kemudian, jenazah Kepala Seksi Administrasi Pergudangan Gudang Pusat Amunisi III Pusat Peralatan TNI AD Mayor Korps Peralatan Anda Rohanda akan dibawa ke kediaman Cileunyi, Bandung, Jawa Barat.
Selanjutnya, jenazah Anggota Gudang Pusat Amunisi III Pusat Peralatan TNI AD Kopda Eri Dwi Priambodo akan dibawa ke kediaman Temanggung, Jawa Tengah.
Serta jenazah Anggota Gudang Pusat Amunisi III Pusat Peralatan TNI AD Pratu April Setiawan akan dibawa ke Pulau Mongondow, Sulawesi Utara.
"Untuk korban yang berasal dari masyakarat sekitar, setelah ada izin dari tim medis nanti akan dibawa oleh pihak keluarga masing-masing, dimakamkan di TPU yang ada di desa sekitar," jelas dia.
Wahyu memohon doa dari semua pihak agar persemayaman dan pemakaman 13 korban meninggal dunia akibat ledakan amunisi kedaluwarsa di Garut, Jawa Barat, dapat berjalan lancar. Termasuk juga untuk kegiatan investigasi yang digelar kembali hari ini.
"Nanti pada kesempatan berikutnya saya akan memberikan informasi perkembangan berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan tim investigasi," Wahyu menandaskan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5218370/original/049593000_1747138342-Ledakan_Garut_2.jpg)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7675056/original/096398500_1780469939-1000436835.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709839/original/047593100_1782789385-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T101408.733.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/337736/original/076777000_1744269579-IMG_1450.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5217049/original/077663200_1747041292-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3594220/original/032588200_1633508023-peristiwa-5-oktober-lahirnya-tentara-nasional-indonesia-begini-sejarahnya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259216/original/078310400_1781491972-AP26165670492100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8430043/original/003749400_1782319438-1001465798.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5282449/original/090034000_1752476049-photo_2025-07-12-18.23.13.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8671572/original/037280300_1782709904-Jepretan_Layar_2026-06-26_pukul_12.07.20.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3913778/original/099751800_1643088559-20220125-TNI-AD-Gelar-Pasukan-Monas-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569416/original/031673100_1777441882-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2942695/original/044415100_1571378232-apel_pengamanan_pelantikan_presiden.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261665/original/072133000_1781753389-Proses_eksekusi_Hotel_Sultan_berlangsung_ricuh.jpeg)