Warga Mendekat Usai Ledakan Amunisi di Garut, Polisi: Diduga Ambil Selongsong

Beredar video warga yang bergegas menggunakan motor untuk mendekati lokasi pemusnahan amunisi kedaluwarsa di Garut, Jawa Barat, sekejap setelah diledakkan.

Diterbitkan 13 Mei 2025, 16:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Beredar video warga yang bergegas menggunakan motor untuk mendekati lokasi pemusnahan amunisi kedaluwarsa di Garut, Jawa Barat, sekejap setelah diledakkan.

Terkait hal tersebut, pihak kepolisian menduga, mereka berusaha mengumpulkan bekas selongsong untuk jual beli.

“Diduga mau ambil bekas selongsong, itu harganya mahal, buat di-kilo,” tutur Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan saat dikonfirmasi, Selasa (13/5/2025).

Sebelumnya, suasana mendadak geger di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, saat suara ledakan keras terdengar dari lahan kosong yang digunakan oleh TNI untuk meledakkan amunisi kedaluwarsa.

Peristiwa tersebut terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terdengar suara prajurit TNI yang memberikan aba-aba sebelum ledakan terjadi. Suara prajurit TNI menghitungan mundur sebelum ledakan keras mengguncang, disusul asap hitam pekat yang membumbung tinggi.

Tak lama setelah ledakan, puluhan warga terlihat mendekat ke lokasi kejadian, sebagian besar menggunakan sepeda motor dan beberapa di antaranya berboncengan. Tak hanya datang untuk melihat, sejumlah warga juga membawa kantong dan karung, diduga untuk mengumpulkan proyektil sisa ledakan.

Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana menegaskan bahwa kejadian tersebut kini menjadi bagian dari proses investigasi internal TNI AD.

"Video yang beredar dan perilaku warga yang mendekati lokasi masuk dalam materi penyelidikan," kata Wahyu saat dikonfirmasi, Selasa (13/5/2025).

TNI Akan Investigasi

Wahyu juga menambahkan bahwa penyelidikan terhadap insiden tersebut sudah dimulai sejak sehari sebelumnya, namun dihentikan sementara karena hari telah larut malam. Investigasi dilanjutkan hari ini untuk mengungkap penyebab pasti ledakan serta mengevaluasi prosedur yang dijalankan.

"Kami mohon doa agar kegiatan investigasi yang dilakukan hari ini oleh TNI AD dapat berjalan dengan lancar," pungkasnya.

Sebelumnya, TNI Angkatan Darat (AD) memastikan bertanggung jawab penuh terhadap pengurusan para korban meninggal dunia akibat ledakan amunisi kedaluwarsa di Garut, Jawa Barat. Tercatat, sebanyak 13 orang tewas dalam kejadian tersebut, dengan rincian 4 prajurit TNI dan 9 warga sipil.

“TNI AD bertanggung jawab secara penuh untuk membantu semua proses penanganan dan pemakaman para korban, baik yang berasal dari jajaran TNI AD maupun yang dari masyarakat sekitar,” tutur Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana kepada wartawan, Selasa (13/5/2025).

 

Segera Dimakamkan

Wahyu mengatakan, jenazah Kepala Gudang Pusat Amunisi III Pusat Peralatan TNI AD Kolonel Korps Peralatan Antonius Hermawan akan dibawa ke rumah duka Bekasi, Jawa Barat, dan disemayamkan di kampung halamannya yakni Sleman, Yogyakarta.

Kemudian, jenazah Kepala Seksi Administrasi Pergudangan Gudang Pusat Amunisi III Pusat Peralatan TNI AD Mayor Korps Peralatan Anda Rohanda akan dibawa ke kediaman Cileunyi, Bandung, Jawa Barat.

Selanjutnya, jenazah Anggota Gudang Pusat Amunisi III Pusat Peralatan TNI AD Kopda Eri Dwi Priambodo akan dibawa ke kediaman Temanggung, Jawa Tengah.

Serta jenazah Anggota Gudang Pusat Amunisi III Pusat Peralatan TNI AD Pratu April Setiawan akan dibawa ke Pulau Mongondow, Sulawesi Utara.

“Untuk korban yang berasal dari masyakarat sekitar, setelah ada izin dari tim medis nanti akan dibawa oleh pihak keluarga masing-masing, dimakamkan di TPU yang ada di desa sekitar,” jelas dia.

Wahyu memohon doa dari semua pihak agar persemayaman dan pemakaman 13 korban meninggal dunia akibat ledakan amunisi kedaluwarsa di Garut, Jawa Barat, dapat berjalan lancar. Termasuk juga untuk kegiatan investigasi yang digelar kembali hari ini.

“Nanti pada kesempatan berikutnya saya akan memberikan informasi perkembangan berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan tim investigasi,” Wahyu menandaskan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6