6 Fakta Terkait Siswa Sekolah di Kota Bogor Diduga Keracunan MBG, Sample Diperiksa di Labkesda

Belum lama ini, puluhan siswa Bina Insani diduga mengalami keracunan usai menyantap menu makanan bergizi gratis (MBG) di Kota Bogor, Jawa Barat (Jabar).

Diperbarui 11 Mei 2025, 11:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Belum lama ini, puluhan siswa Bina Insani diduga mengalami keracunan usai menyantap menu makanan bergizi gratis (MBG) di Kota Bogor, Jawa Barat (Jabar). Mereka mengalami gejala mulai dari mual hingga diare setelah mengonsumsi makanan itu.

Berdasarkan data yang diterima Dinas Kesehatan Kota Bogor, jumlah korban keracunan mencapai 36 orang dengan keluhan beragam, mulai dari diare, pusing, muntah, demam, hingga sakit perut.

Saat ini, mereka yang terindikasi keracunan telah mendapatkan perawatan. Adapun yang dirawat inap sebanyak 5 orang, rawat jalan 7 orang, dan keluhan ringan 24 orang.

Dinas Kesehatan Kota Bogor pun menyelidiki penyebab keracunan paket makan bergizi gratis (MBG) yang menimpa puluhan siswa Bina Insani.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno menyampaikan pihaknya telah melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) dan pemeriksaan terhadap sampel makanan serta kondisi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bosowa Bina Insani. SPPG ini penyedia 2977 porsi MBG untuk 13 sekolah di Kota Bogor.

"Dari hasil penelusuran PE, kasus pertama terjadi pada pukul 15.00 WIB. Diduga disebabkan oleh makanan yang disajikan pada 6 Mei 2025," kata Retno, Rabu 7 Mei 2025.

Retno mengungkapkan, dugaan keracunan baru dilaporkan, Rabu 7 Mei 2025 sekitar pukul 12.00 WIB. Berdasarkan data sementara, 36 orang mengalami keluhan seperti diare ringan, mual, muntah, dan demam usai mengonsumsi paket MBG. Korban keracunan terdiri dari siswa TK dan SMP Bosowa Bina Insani.

Berikut sederet fakta terkait puluhan siswa Bina Insani diduga mengalami keracunan usai menyantap menu makanan bergizi gratis (MBG) di Kota Bogor, Jawa Barat dihimpun Tim News Liputan6.com:

 

1. Gejala Siswa Keracunan

Puluhan siswa Bina Insani diduga mengalami keracunan usai menyantap menu makanan bergizi gratis (MBG). Mereka mengalami gejala mulai dari mual hingga diare setelah mengonsumsi makanan itu.

Berdasarkan data yang diterima Dinas Kesehatan Kota Bogor, jumlah korban keracunan mencapai 36 orang dengan keluhan beragam, mulai dari diare, pusing, muntah, demam, hingga sakit perut.

Saat ini, mereka yang terindikasi keracunan telah mendapatkan perawatan. Adapun yang dirawat inap sebanyak 5 orang, rawat jalan 7 orang, dan keluhan ringan 24 orang.

Adapun rincian pasien rawat inap adalah 2 siswa dan 3 guru dari TK Bina Insani. Sementara pasien rawat jalan terdiri dari 2 siswa dan 5 guru TK Bina Insani.

Sedangkan yang mengalami keluhan ringan berjumlah 24 orang, terdiri dari 5 murid SMP Bina Insani, 18 guru SMP Bina Insani, dan 1 office boy SMP Bina Insani.

 

2. Wali Kota Perintahkan Dinkes Turun Tangan

Diketahui, menu MBG berasal dari Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bosowa Bina Insani, Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim membenarkan puluhan siswa dan guru diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG.

Dedie mengaku telah meminta Kepala Dinas Kesehatan untuk segera memantau proses pemeriksaan sampel sisa makanan dari siswa, termasuk kemungkinan dari kebersihan nampan makan.

"Saya menekankan agar diperiksa mulai dari bahan dan pengolahan apakah betul-betul aman, bersih, dan higienis," ujar Dedie Rachim, Rabu 7 Mei 2025.

Selain itu, Dedie Rachim juga menegaskan agar dapur SPPG Bina Insani yang menyiapkan menu makanan untuk 13 sekolah dengan total 2.977 porsi makanan, untuk lebih waspada dan berhati-hati serta menjaga kualitas sajian makanan bagi para siswa.

"Ke depan kejadian ini enggak boleh terjadi lagi. Selain memenuhi gizi, kebersihan juga harus diperhatikan," pungkasnya.

 

3. Dinkes Selidiki Penyebab Keracunan MBG, Ambil Sampel Makanan

Dinas Kesehatan Kota Bogor tengah menyelidiki penyebab keracunan paket makan bergizi gratis (MBG) yang menimpa puluhan siswa Bina Insani.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno menyampaikan pihaknya telah melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) dan pemeriksaan terhadap sampel makanan serta kondisi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bosowa Bina Insani. SPPG ini penyedia 2977 porsi MBG untuk 13 sekolah di Kota Bogor.

"Dari hasil penelusuran PE, kasus pertama terjadi pada pukul 15.00 WIB. Diduga disebabkan oleh makanan yang disajikan pada 6 Mei 2025," kata Retno, Rabu 7 Mei 2025.

Retno mengungkapkan, dugaan keracunan baru dilaporkan, Rabu 7 Mei 2025 sekitar pukul 12.00 WIB.

Berdasarkan data sementara, 36 orang mengalami keluhan seperti diare ringan, mual, muntah, dan demam usai mengonsumsi paket MBG. Korban keracunan terdiri dari siswa TK dan SMP Bosowa Bina Insani.

"Gejalanya muncul rata-rata 7 jam setelah makan," kata Retno.

Dari jumlah tersebut, 12 orang telah dipulangkan setelah sempat dirawat di rumah sakit. Lima siswa masih menjalani perawatan dan tujuh lainnya saat ini telah diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik.

Sementara sebanyak 24 siswa lain yang tidak dirawat di rumah sakit telah mendapat penanganan dari dokter jaga di Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Retno menyatakan belum bisa memastikan sumber penyebab puluhan siswa mengalami keracunan. Namun, pihaknya telah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium.

"Hasil uji sampel diperkirakan baru akan keluar dalam beberapa hari ke depan," jelasnya.

 

4. Dari 171 Siswa, 22 Orang Dirawat

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo RetnoSebanyak 171 siswa di Kota Bogor diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari jumlah tersebut, 22 orang diantaranya dirawat di sejumlah rumah sakit.

Adapun korban yang menjalani rawat inap di RS Hermina sebanyak 7 orang, RS Azra berjumlah 4 orang, RS Islam 6 orang, RS EMC 1 orang, RS Graha Medika 2 orang, dan RS Salak 2 orang.

"Update terbaru hari ini satu pasien sudah pulang. Jadi yang masih dirawat sampai hari ini berjumlah 21 orang," kata Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin usai meninjau korban keracunan di RS Hermina, Jumat 9 Mei 2025.

Menurutnya, pasien yang menjalani rawat inap karena diduga keracunan MBG umumnya sudah mulai membaik.

"Memang ada yang masih belum stabil, masih ada keluhan mual. Kami sudah minta pihak rumah sakit untuk mengintensifkan pemeriksaan," kata dia.

Dinas Kesehatan, kata dia, masih terus memantau sekolah-sekolah yang terindikasi keracunan. Ada 13 sekolah yang menerima program MBG yang didistribusikan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bosowa Bina Insani.

Ia juga mengimbau jika ada gejala keracunan segera mengakses pelayanan kesehatan di Puskesmas terdekat atau Dinas Kesehatan melalui call center PSC 119.

"Begitu juga bagi pasien rawat jalan, jika ada keluhan lagi untuk segera mendatangi puskesmas," pintanya.

Dari hasil penyelidikan epidemiologi (PE) pada 8 Mei 2025, tercatat dari 13 sekolah yang menerima MBG, ada 6 sekolah yang telah melaporkan kejadian keracunan.

 

5. Sebanyak Enam Sekolah Ada Kejadian Keracunan

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan, dari enam sekolah tersebut yaitu TK Bina Insani sebanyak 18 orang, SD Bina Insani 2 orang, SMP Bina Insani 82 orang, SDN Kukupu 3 sebanyak 9 orang, SDN Kedung Jaya 1 sebanyak 16 orang, dan SDN Kedung Jaya 2 berjumlah 43 orang.

Dari total 171 orang, 22 orang menjalani rawat inap, 29 orang menjalani rawat jalan, dan 120 orang mengalami keluhan ringan.

Hingga saat ini Pemkot Bogor masih menunggu hasil pemeriksaan sampel muntahan dari korban maupun sampel makanan dari dapur SPPG.

"Faktor penyebabnya kami belum tahu apakah makanan, air maupun dari lainnya. Kita masih menunggu hasil uji lab, hari minggu mudah-mudahan sudah keluar," pungkasnya.

Siswa mulai mengalami gejala keracunan usai menyantap menu MBG pada Selasa (6/5/2025) sore. Namun kasus ini baru dilaporkan pada Rabu (7/5/2025). Semula korban keracunan berjumlah 36 siswa, namun setiap harinya terus bertambah hingga mencapai 171 orang.

 

6. Sample MBG yang Bikin 171 Siswa di Bogor Keracunan Sedang Diperiksa di Labkesda

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bosowa Bina Insani angkat bicara terkait ratusan siswa keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penanggung Jawab SPPG Yayasan Bosowa Bina Insani, Eko Arianti mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk dengan Badan Gizi Nasional (BGN) maupun Pemkot Bogor untuk terus melakukan evaluasi.

"Kami sudah menyerahkan sampel makanan yang kami distribusikan pada hari itu. Saat ini sedang diperiksa di Labkesda Kota Bogor dan menunggu hasilnya," ujar Eko, pada Jumat 9 Mei 2025.

Atas nama yayasan, lanjut Eko, pihaknya menyampaikan rasa prihatin dan menyesal atas kejadian tersebut. Pihak yayasan juga telah mengunjungi beberapa siswa yang mengalami keracunan.

"Hal tersebut sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab kami terhadap pelaksanaan program ini," jelasnya.

Ia menerangkan bahwa makanan yang disajikan dalam program MBG ini telah melewati serangkaian proses mulai dari pengolahan sampai dengan pendistribusian kepada 2977 porsi MBG untuk 13 sekolah.

"Sebelum didistribusikan kepada siswa, makanan tersebut diuji secara organoleptik, dan setiap makanan yang selesai dimasak dan sebelum dikemas dicicipi secara menyeluruh oleh petugas dapur," terangnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6