Hamdan Zoelva kepada Eks Pemain OCI: Saya Pesan Jangan Berbicara Berbohong

Terkait hal ini, penasihat hukum pendiri OCI, Hamdan Zoelva, mengimbau agar para mantan pemain OCI untuk berbicara jujur, dan tidak menebarkan narasi-narasi yang bermuatan kebohongan.

Diperbarui 07 Mei 2025, 16:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Mantan Pemain muncul menyuarakan keluh-kesahnya atas ketidakadilan yang diterima selama menjadi pemain Oriental Circus Indonesia (OCI).

Terkait hal ini, penasihat hukum pendiri OCI, Hamdan Zoelva, mengimbau agar para mantan pemain OCI untuk berbicara jujur, dan tidak menebarkan narasi-narasi yang bermuatan kebohongan.

"Saya pesan kepada anak anak ini. Pertama, saya pesan jangan berbicara bohong, saya minta bicara dengan sebenar-benarnya tidak ada gunanya bicara bohong, karena kita pengadilan atau kemana pun pasti kita bicara kebenaran dan sebagainya," kata dia ditemui di kantornya, Jakarta, Rabu (7/5/2025).

Hamdan mengatakan, pendiri OCI membuka ruang penyelesaian secara kekeluargaan dan selalu mengutamakan pendekatan humanis.

Belum lama ini, pendiri OCI menawarkan uang kompensasi kepada eks pemain OCI sebesar Rp 150 juta per-orang. Hal itu disampaikan oleh perwakilan pendiri OCI saat bertemu dengan difasilitasi oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

"Kami sudah menawarkanyang baik untuk mereka sebagai tanda menyelesaikan secara kemanusaiaan kemudian kedua sebagai tanda satu keluarga besar. Tidak hitung-hitungan matematis, karena gimana hitungannya. Kami sampai kemarin menawarkan Rp 150 juta untuk memberikan kepada mereka," ujar dia.

Bukan tanpa alasan upaya kekeluargaan dikedepankan, Hamdan Zoelva mengatakan, pihak pendiri OCI masih memandang mantan eks pemain OCI sangat berjasa terhadap kliennya.

"Mereka kami anggap sebagai keluarga. Karena iru kami ajak kemarin untuk tetap sebagai keluarga besar eks OCI. Bahkan kami menjanjikan kalau mereka mau berusaha dan membentuk koperasi kami fasilitasi dan kami berikan akses untuk menjadi supliyer atau apapun dengan kami di usaha masih eksis yaitu Taman Safari," ujar dia.

 

Ditolak

Namun, tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh eks pemain OCI. "Tapi mereka ngotot menolak," ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Hamdan pun menyampaikan kekhawatiran terkait adanya pihak-pihak luar yang memanfaatkan isu ini untuk keuntungan tertentu.

"Jangan dimanfaatkan oleh orang lain yang mau eksplotasi kalian untuk dapat keuntungan. Mari kita bicara sebagai keluarga besar eks OCI secara kekeluargaan," ucap dia.

Sebelumnya, Hamdan Zoelva terlibat langsung dalam proses investigasi bersama anggota Komnas HAM yang pertama kali menanggapi laporan Fifi Nur Hidayah.

 "Ini berawal dari laporan Fifi yaitu seorang anak keluarga OCI yang sejak kecil dididik dan menjadi keluarga Pak Frans Manansang. Sejak kecil ini, kemudian dilatih untuk main sirkus," kata dia ditemui di kantornya, kawasan Jakarta Selatan, Rabu (7/5/2025).

Cerita Hamdan Zoelva

"Tahun 1996 Fifi lari dan menghilang dari rumah, karena merasa tanggung jawab sebagai keluarga dicari ke mana-mana, ditemukan rupanya dia ada di Semarang, dibawa pacarnya atau bersama anak yang bernama Robi. Nah pernah dari pihak keluarga OCI yaitu Pak Frans mengutus orang untuk mengajak Fifi kembali, tetapi dia tidak mau karena mengaku sudah menikah dengan Robi. Dan tidak berapa lama keluarlah berita yang ramai. Fifi bercerita rupanya dengan Pak Muladi, anggota Komnas HAM saat itu sekarang sudah almarhum," dia memaparkan.

Menurut Hamdan, laporan Fifi kepada Komnas HAM saat itu menyangkut sejumlah isu yaitu asal-usul keluarga, dugaan penyiksaan, hingga hak atas pendidikan yang tidak dipenuhi.

Untuk mencari kebenaran, Komnas HAM membentuk tim investigasi. Bersama tim tersebut, Hamdan Zoelva ikut dalam upaya verifikasi terhadap anak yang pernah menjadi bagian dari Oriental Circus Indonesia.

Adapun fokus utama penyelidikan adalah mencari tahu bagaimana asal-usul para pemain OCI. "Saya berjalan bersama Komnas HAM untuk mencari kebenaran itu melakukan verfikasi," ujar dia.

"Saya sebagai saksi, ikut melakukan riset mencari anak-anak ini. Saya cari anak-anak ini. Ini yang ketemu dengan latar belakang keluarga. Ini ada tanda tangan saya. Ini yang saya ikut cari, saya sebagai saksi mata juga menyelesaikan masalah ini," sambung dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6