Mandarin Champion 2025, Dorong Apresiasi Sastra Kalangan Pelajar

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan bahasa Mandarin dan kebudayaan Tionghoa kepada generasi muda Indonesia.

Diperbarui 07 Mei 2025, 05:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Program Studi Bahasa Mandarin Universitas Bunda Mulia (UBM) bersama Shenzhen Chinese Road Education Technology Co., Ltd. menyelenggarakan Lomba Membaca Puisi Bahasa Mandarin Tingkat Nasional “Mandarin Champion” 2025, dengan puncak babak final digelar secara luring pada Sabtu 26 April 2025 di The UBM Grand Auditorium, Kampus Ancol.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan bahasa Mandarin dan kebudayaan Tionghoa kepada generasi muda Indonesia. Lomba terbuka untuk tiga kategori peserta dari tingkat SMP, SMA/K sederajat, hingga universitas. Lomba tahun ini telah berhasil menjaring ribuan peserta dari seluruh penjuru Indonesia.

“Universitas Bunda Mulia rutin membuat lomba berskala nasional hingga internasional. Hal ini menjadi suatu bentuk nyata kontribusi dunia akademik dalam pelestarian bahasa dan budaya serta pembinaan generasi muda melalui jalur sastra dan bahasa," ucap Hillarius Bambang Winarko, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Bunda Mulia, dalam keterangan diterima.

Lebih dari 1.700 pelajar seluruh Indonesia mengikuti lomba membaca puisi berbahasa mandarin tingkat nasional, para finalis terpilih melalui seleksi ketat dari babak penyisihan berbasis aplikasi hingga semifinal berupa pengumpulan video. Babak final mempertemukan 30 finalis terbaik yang tampil secara langsung, serta memperlihatkan kemampuan vokal, ekspresi emosional, serta pemahaman mendalam terhadap makna puisi.

Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari Hillarius Bambang Winarko, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Bunda Mulia, Guo Xinlin selaku Founder & Chairman of ChineseRd, Wang Siping sebagai Konselor Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Indonesia, dan Perwakilan dari Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI).

Wang Siping mengatakan “Saya sangat mengapresiasi lomba ini karena sudah mengintegrasikan AI dalam rangkaian lomba khususnya dalam penilaian dan meningkatkan kemampuan literasi bahasa Mandarin pelajar Indonesia.”

 

Peran Budaya dan Medsos

Selain kompetisi, acara ini juga menyajikan dua seminar inspiratif yang membuka wawasan peserta akan pentingnya peran budaya dan media sosial dalam kehidupan masa kini.

Seminar pertama dibawakan oleh Elsa Novia Sena dengan tema "Dari Tradisi ke Tren: Peran Media Sosial dalam Mengangkat Budaya Tionghoa", membahas bagaimana kekuatan platform digital saat ini bisa menjadi jembatan efektif dalam mempopulerkan budaya tradisional ke audiens yang lebih luas dan modern.

Seminar kedua dibawakan oleh Ir. Azmi Abubakar dengan tema "Mewarisi Akar, Menulis Masa Depan: Peran Pustaka Budaya Tionghoa bagi Generasi Muda", yang mengajak peserta untuk mengenal nilai-nilai luhur Tionghoa yang terekam dalam pustaka dan sastra, serta bagaimana generasi muda dapat mewarisinya secara kontekstual.

Total hadiah senilai ratusan juta disediakan sebagai bentuk dukungan terhadap para talenta muda yang berprestasi. Tidak hanya penghargaan untuk juara utama, panitia juga memberikan penghargaan The Most Favorite berdasarkan interaksi publik melalui media sosial, The Most Creative bagi peserta yang menunjukkan kreatifitasnya dalam pelantunan puisi, serta Juara Harapan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras peserta lomba.

Kegiatan ini membuktikan bahwa pembelajaran bahasa Mandarin tidak hanya tentang linguistik, tetapi juga tentang pemahaman budaya dan ekspresi kreatif. UBM berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang inovatif untuk mendorong pertumbuhan generasi muda pada kancah global.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6