PPK Kemayoran Jadi Pusat Acara Gema Waisak Pindapata Nasional

Kegiatan ini digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Raya Waisak 2569 BE pada 12 Mei 2025.

Diperbarui 05 Mei 2025, 08:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kawasan Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPK Kemayoran) kembali menjadi tempat perayaan Gema Waisak Pindapata Nasional 2025 di Jakarta.

Kegiatan tersebut digelar Sangha Theravada Indonesia (STI) dan acara melibatkan 59 Bhikkhu Sangha dan 800 panitia dari unsur Keluarga Buddhis Theravada Indonesia (KBTI), yaitu STI, MAGABUDHI, WANDANI, dan PATRIA. Kegiatan ini digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Raya Waisak 2569 BE pada 12 Mei 2025.

Direktur Utama PPK Kemayoran, Teddy Robinson Siahaan menyambut baik pelaksanaan Gema Waisak Pindapata Nasional di kawasan Kemayoran. Menurut dia hal itu adalah bukti dukungan spritual antar masyarakat.

"Kami sangat mendukung kegiatan Pindapata ini sebagai bagian dari tradisi spiritual yang mempererat kebersamaan," kata Teddy dalam keterangan diterima.

Teddy berharap, hal tersebut menunjukkan bahwa Kawasan PPK Kemayoran bukan hanya berperan sebagai pusat bisnis maupun event internasional tetapi juga sebagai alternatif pelaksanaan aktivitas keagamaan.

"Ini menunjukkan betapa dinamis dan beragamnya kegiatan di kawasan kami," ujarnya.

Teddy menambahkan, PPK Kemayoran terus berkomitmen untuk memajukan kawasan ini menjadi Central Business District yang modern dan berdaya saing tinggi, sekaligus tetap menjaga nilai-nilai budaya dan sosial yang memperkaya kehidupan masyarakat.

 

Pengalihan Lalu Lintas

Sebagai informasi, demi mendukung kelancaran acara, pengalihan arus lalu lintas akan diberlakukan di sepanjang Jalan Benyamin Sueb dari Bundaran Ondel-Ondel hingga Bundaran JIEXPO hari Sabtu, 4 Mei 2025, pukul 24.00 hingga 15.00 WIB, dengan jalur lambat tetap dibuka untuk pengguna jalan.

Perayaan Gema Waisak berlangsung di Jalan Benyamin Sueb dengan prosesi Pindapata, Tradisi mengumpulkan makanan atau persembahan makanan dari umat Buddha kepada para biksu. Tradisi ini berasal dari bahasa Pali, gabungan dari "pinda" yang berarti makanan dan "patta" yang berarti mangkuk makanan.

Untuk perayaan Pindapata di Kemayoran, doarkkjdilakukan dengan melalui rute Jalan Benyamin Sueb tepatnya di Bundaran Indogrosir, Mega Kemayoran (MGK), Bundaran Kuda Nil (JIEXPO), dan kembali ke Bundaran Indogrosir. Dalam kegiatan ini ribuan umat Buddha yang memberikan persembahan puja dana berupa sandang, pangan, papan, dan obat-obatan kepada para bikkhu yang berjalan tanpa alas kaki.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6