Usai Dengar Pidato Prabowo, Massa Buruh di Monas Bubar dengan Tertib

Prabowo langsung meninggalkan panggung utama setelah berpidato. Dengan mendapatkan pengawalan, ketat dia berjalan menuju ke arah mobilnya.

Diperbarui 01 Mei 2025, 12:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang diselenggarakan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, berakhir, pada Kamis (1/5/2025). Massa membubarkan diri usai mendengar orasi Presiden Prabowo Subianto

Pantauan Liputan6.com, Prabowo langsung meninggalkan panggung utama setelah berpidato. Dengan mendapatkan pengawalan ketat, dia berjalan menuju ke arah mobilnya.

Prabowo kemudian berdiri di atas mobilnya. Di tengah terik panas matahari, Ia menyapa para buruh. Sesekali melempar bingkisan berupa kaos dan topi ke arah massa. Hal itu mendapat sambutan dari massa yang mendekati mobil prabowo.

“Prabowo! Prabowo! Pak Prabowo!” kata massa buruh

Barikade dibentuk oleh sebagian buruh, mengawal kepergian Prabowo dari kawasan Monas. Diikuti oleh rombongan pejabat yang lain.

Di sela-sela acara, pembawa acara kemudian menyampaikan informasi total ada 14 KTP yang diserahkan ke panitia. 14 KTP milik buruh yang lahir pada 1 Mei.

Saat itu, hanya satu dari 14 yang akan diberangkatkan umrah melalui undian. Namun, atas kebijakan Prabowo seluruhnya akan diberangkatkan umrah.

"14 KTP yang berhasil kami kumpulkan, mereka lahir 1 Mei. Atas intruksi dari Prabowo Subianto, mereka akan diberangkatkan umrah semua," ujar Panitia acara.

"Alhamdulilah," Raffi Ahmad menimpali.

Bentuk Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional

Presiden Prabowo Subianto memberikan hadiah kepada para buruh saat Hari Buruh Internasional atau May Day tahun 2025. Prabowo menegaskan akan segera membentuk Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional.

"Saya ingin memberi hadiah kepada kaum buruh pada hari ini, saya akan membentuk segera Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional," kata Prabowo saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional (Monas) Jakarta, Kamis (1/5/2025).

Dia mengatakan dewan tersebut akan diisi semua pimpinan serikat buruh di Indonesia. Tugas mereka yakni, mempelajari keadaan para buruh dan memberi nasihat kepada Presiden terkait undang-undang (UU) yang merugikan buruh.

"Mereka tugasnya adalah mempelajari keadaan buruh dan memberi nasihat kepada presiden mana UU yang enggak beres dan enggak melindungi beres, mana regulasi yang enggak bener dan segera akan kita perbaiki," jelasnya.

Selain itu, Prabowo berjanji segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Hal ini untuk melindungi para pekerja atau buruh Indonesia yang terkena PHK.

"Kita akan segera membentuk Satgas PHK, kita tidak akan membiarkan rakyat kita, kita tidak akan biarkan pekerja-pekerja di PHK seenaknya. Bila perlu, tidak ragu-ragu kita negara akan turun tangan," tutur Prabowo.

 

Infografis

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6