Top 3 News: Lima Fakta Terkait Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Larang Sekolah Adakan Study Tour

Gubernur Jawa Barat atau Gubernur Jabar Dedi Mulyadi berulang kali menekankan larangan bagi sekolah mengadakan kegiatan study tour. Itulah top 3 news hari ini.

Diterbitkan 29 April 2025, 08:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Jawa Barat atau Gubernur Jabar Dedi Mulyadi berulang kali menekankan larangan bagi sekolah mengadakan kegiatan study tour. Meski begitu, rupanya masih ada sejumlah sekolah yang tetap melaksanakan study tour dengan bermacam-macam dalih. Itulah top 3 news hari ini.

Hal itu seperti diadukan oleh seorang ibu kepada Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat berkunjung ke salah satu daerah di Kabupaten Bekasi pada Kamis 24 April 2025. Aduan tersebut diposting oleh Sang Gubernur di akun Instagram pribadi @dedimulyadi71.

Ibu yang tak diketahui namanya itu mengadukan sekolah sang anak, SMK Karya Pembaharuan yang akan melaksanakan study tour ke Bali pada Juni 2025. Estimasi biaya kegiatan tersebut dikabarkan mencapai Rp5-6 juta.

Sementara itu, seorang pengacara bernama Samir alias S (31) harus berurusan dengan polisi setelah kedapatan memiliki sejumlah senjata api ilegal.

Penangkapan Samir dilakukan usai mendalami kasus kecelakaan lalu lintas di kawasan Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Jumat, 25 April 2025.

Kasat Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Muhammad Firdaus menyampaikan, anggota lalu lintas yang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) menemukan sepucuk pistol jenis Makarov kaliber 7,65 milimeter.

Berita terpopuler lainnya di kanal News Liputan6.com adalah terkait Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah serius dalam memberantas judi online.

Menurutnya, judi online atau judol mengancam masa depan anak bangsa dan telah banyak merusak sendi-sendi kehidupan dan ketahanan keluarga.

Puan mengatakan, praktik judi online sudah semakin banyak menyasar anak-anak. Ia menyebut, judi online semakin mengkhawatirkan di Indonesia dan bisa merusak masa depan generasi penerus.

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Senin 28 April 2025:

1. Lima Fakta Terkait Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Larang Sekolah Adakan Study Tour

Gubernur Jawa Barat atau Gubernur Jabar Dedi Mulyadi berulang kali menekankan larangan bagi sekolah mengadakan kegiatan study tour. Meski begitu, rupanya masih ada sejumlah sekolah yang tetap melaksanakan study tour dengan bermacam-macam dalih.

Hal itu seperti diadukan oleh seorang ibu kepada Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat berkunjung ke salah satu daerah di Kabupaten Bekasi pada Kamis 24 April 2025. Aduan tersebut diposting oleh Sang Gubernur di akun Instagram pribadi @dedimulyadi71.

Ibu yang tak diketahui namanya itu mengadukan sekolah sang anak, SMK Karya Pembaharuan yang akan melaksanakan study tour ke Bali, pada Juni 2025. Estimasi biaya kegiatan tersebut dikabarkan mencapai Rp5-6 juta.

Menurut pengakuan sang ibu, biaya study tour dibebankan kepada para orangtua, dengan cara membayar iuran setiap bulannya sebesar Rp150 ribu selama tiga tahun, sejak awal masuk kelas sepuluh.

"Jadi sama SPP-nya Rp300.000. Terus kami diwajibkan membayar pembayaran akhir tahun dan lain-lainnya," ujar ibu tersebut kepada Dedi.

 

Selengkapnya...

2. Usut Kecelakaan, Polisi Malah Temukan Senjata Api Milik Seorang Pengacara

Seorang pengacara bernama Samir alias S (31) harus berurusan dengan polisi setelah kedapatan memiliki sejumlah senjata api ilegal.

Penangkapan Samir dilakukan usai mendalami kasus kecelakaan lalu lintas di kawasan Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Jumat, 25 April 2025.

Kasat Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Muhammad Firdaus menyampaikan, anggota lalu lintas yang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) menemukan sepucuk pistol jenis Makarov kaliber 7,65 milimeter.

"Sehingga pada saat itu anggota Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat memberitahukan kepada tim dari Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat dan langsung mengamankan tersangka dan barang bukti untuk dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat," kata Firdaus kepada wartawan, Senin, 28 April 2025.

 

Selengkapnya...

3. Transaksi Capai Triliunan, Puan Minta Pemerintah Serius Berantas Judi Online

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah serius dalam memberantas judi online. Menurutnya, judi online atau judol mengancam masa depan anak bangsa dan telah banyak merusak sendi-sendi kehidupan dan ketahanan keluarga.

Puan mengatakan, praktik judi online sudah semakin banyak menyasar anak-anak. Ia menyebut, judi online semakin mengkhawatirkan di Indonesia dan bisa merusak masa depan generasi penerus.

"Judi online tidak boleh dibiarkan berkembang semakin luas. Judol mengancam masa depan anak bangsa," kata Puan Maharani dalam keterangannya, Senin, 28 April 2025.

Puan mengingatkan negara harus serius dan benar-benar hadir untuk berantas judol. Ia juga menilai diperlukan pula sistem keuangan baru yang membutuhkan pembaruan regulasi yang adaptif untuk menghalau praktik judol.

 

Selengkapnya...

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6