Tim pembela polisi pemilik rekening Rp 1,5 triliun, Aiptu Labora Sitorus, menegaskan tidak ada campur tangan dari Wakapolri Komisaris Jenderal Nanan Sukarna dalam kasus anggota Polres Sorong itu.
Ketua DPP Pembela Kesatuan Tanah Air (Pekat), Markoni Koto, menyatakan, meski kasus ini melibatkan anak buah Nanan, namun Wakapolri tidak memberikan pesan khusus terhadap kasus Aiptu Labora
"Beliau hanya berpesan siapapun yang buat salah, harus diselesaikan dengan hukum, tidaka ada pesan khusus sama sekali," kata Markoni saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu (18/5/2013).
Selain itu, Koto menegaskan kalau Aiptu Labora sendiri tidak mengetahui ada Nanan di dalam Pekat. "Hanya kebetulan minta bantuan kemari," ucapnya.
Kemarin, Labora mendatangi DPP Pekat guna meminta bantuan hukum dalam menghadapi kasusnya kepemilikan rekening Rp 1,5 triliun dan penyelundupan kayu-BBM. Sekretariat DPP Pekat berada di Kompleks Harmoni Plaza Apartemen Istana Harmoni Unit GF-IF, Jalan Suryopranolo 2, Jakarta Pusat.
Saat konferensi pers yang digelar pada Jumat (17/5), Aiptu Labora memberikan pernyataan atas kasusnya di ruangan Markoni Koto. Dia didampingi Azet.
Di ruangan itu, terpajang 3 foto Markoni Koto bersama 3 jenderal yakni Wakapolri Komisaris Jenderal Nanan Sukarna, Kapolda Papua Inspektur Jenderal Tito Karnavian, dan Kepala Biro Bindiklat Lemdikpol Brigadir Jenderal Anton Charliyan.
Tanggapan Polri
Mengenai dugaan duduknya Nanan sebagai Dewan Penasihat DPP Pekat, Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Pol Agus Riyanto, mengaku belum tahu. "Tapi memang Pak Nanan ikut beberapa komunitas," kata Agus saat dihubungi Liputan6.com.
Menurut Agus, jika Nanan benar duduk sebagai dewan penasihat, tentunya bukan dalam kapasitas sebagai Wakapolri. "Tapi sebagai pribadi. Meskipun, jabatan tidak akan lepas dari seseorang," ujarnya.
Agus pun meyakinkan, penyidikan terhadap Aiptu Labora akan berjalan norma. "Penyidikan dipastikan proposional," ujarnya. (Ary/*)
Ketua DPP Pembela Kesatuan Tanah Air (Pekat), Markoni Koto, menyatakan, meski kasus ini melibatkan anak buah Nanan, namun Wakapolri tidak memberikan pesan khusus terhadap kasus Aiptu Labora
"Beliau hanya berpesan siapapun yang buat salah, harus diselesaikan dengan hukum, tidaka ada pesan khusus sama sekali," kata Markoni saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu (18/5/2013).
Selain itu, Koto menegaskan kalau Aiptu Labora sendiri tidak mengetahui ada Nanan di dalam Pekat. "Hanya kebetulan minta bantuan kemari," ucapnya.
Kemarin, Labora mendatangi DPP Pekat guna meminta bantuan hukum dalam menghadapi kasusnya kepemilikan rekening Rp 1,5 triliun dan penyelundupan kayu-BBM. Sekretariat DPP Pekat berada di Kompleks Harmoni Plaza Apartemen Istana Harmoni Unit GF-IF, Jalan Suryopranolo 2, Jakarta Pusat.
Saat konferensi pers yang digelar pada Jumat (17/5), Aiptu Labora memberikan pernyataan atas kasusnya di ruangan Markoni Koto. Dia didampingi Azet.
Di ruangan itu, terpajang 3 foto Markoni Koto bersama 3 jenderal yakni Wakapolri Komisaris Jenderal Nanan Sukarna, Kapolda Papua Inspektur Jenderal Tito Karnavian, dan Kepala Biro Bindiklat Lemdikpol Brigadir Jenderal Anton Charliyan.
Tanggapan Polri
Mengenai dugaan duduknya Nanan sebagai Dewan Penasihat DPP Pekat, Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Pol Agus Riyanto, mengaku belum tahu. "Tapi memang Pak Nanan ikut beberapa komunitas," kata Agus saat dihubungi Liputan6.com.
Menurut Agus, jika Nanan benar duduk sebagai dewan penasihat, tentunya bukan dalam kapasitas sebagai Wakapolri. "Tapi sebagai pribadi. Meskipun, jabatan tidak akan lepas dari seseorang," ujarnya.
Agus pun meyakinkan, penyidikan terhadap Aiptu Labora akan berjalan norma. "Penyidikan dipastikan proposional," ujarnya. (Ary/*)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327521/original/042881300_1787113384-Screenshot_2026-08-19_110246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295088/original/038010600_1783912968-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-13T101127.805.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/45746/original/nanan-wakapolri130515c.jpg)