Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta kembali menggelar sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan Alquran dan laboratorium komputer Madrasah Tsanawiyah di Kementerian Agama dengan tersangka Zulkarnaen Djabar dan Dendy Prasetya.
Sidang beragendakan mendengarkan keterangan saksi ini akan menghadirkan Ketua Gema MKGR Fahd El Fouz untuk dimintai keterangan. Anak almarhum pedangdut A Rafiq itu sering disebut saksi-saksi lain memiliki peran penting dalam mengurus pemenang tender proyek senilai Rp 71 miliar ini.
Ditemui Liputan6.com di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (21/3/2013), Fahd menyatakan pasrah dan siap bila suatu saat ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. "Urusan tersangka itu urusan KPK, kalau masalah tersangka atau tidak urusannya dia," kata Fahd di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (21/3/2013).
Dalam persidangan Senin 18 Maret lalu, terungkap peran Fahd dalam mengurus proyek di Kementerian Agama. Fahd menurut saksi yang juga merupakan rekannya, Vasco Rusemy, pernah memarahi pegawai Kementerian Agama lantaran PT Adhi Aksara Abadi Indonesia tidak kunjung ditetapkan sebagai pemenang lelang.
"Gara-gara pengumuman diundur. Saudara Fahd memang gayanya gitu, marah-marah terus. Dia mengancam juga mau memindahkan beberapa pegawai Kementerian Agama ke Papua kalau pemenang lelang tidak diumumkan juga," ujar Vasco dalam sidang.
Menurut Vasco, Fahd selalu mengajak dia, Dendy, Bendahara Gema MKGR Syamsurachman dan Rizky Mulyoputro ke mana pun dia pergi. Menurut dia, Fahd dalam mengurus proyek penggandaan Alquran pada 2011 dan 2012 kerap mengatakan sebagai utusan Senayan.
"Fee yang diperoleh pengurusan proyek Alquran sebesar 10 persen dengan total Rp 9 miliar, fee proyek alat laboratorium komputer sebesar 15 persen. Total nilai proyek yang dibantu tahun 2011 Rp 32 miliar dan 2012 Rp 50 miliar," ungkap Vasco.(Ais)
Sidang beragendakan mendengarkan keterangan saksi ini akan menghadirkan Ketua Gema MKGR Fahd El Fouz untuk dimintai keterangan. Anak almarhum pedangdut A Rafiq itu sering disebut saksi-saksi lain memiliki peran penting dalam mengurus pemenang tender proyek senilai Rp 71 miliar ini.
Ditemui Liputan6.com di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (21/3/2013), Fahd menyatakan pasrah dan siap bila suatu saat ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. "Urusan tersangka itu urusan KPK, kalau masalah tersangka atau tidak urusannya dia," kata Fahd di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (21/3/2013).
Dalam persidangan Senin 18 Maret lalu, terungkap peran Fahd dalam mengurus proyek di Kementerian Agama. Fahd menurut saksi yang juga merupakan rekannya, Vasco Rusemy, pernah memarahi pegawai Kementerian Agama lantaran PT Adhi Aksara Abadi Indonesia tidak kunjung ditetapkan sebagai pemenang lelang.
"Gara-gara pengumuman diundur. Saudara Fahd memang gayanya gitu, marah-marah terus. Dia mengancam juga mau memindahkan beberapa pegawai Kementerian Agama ke Papua kalau pemenang lelang tidak diumumkan juga," ujar Vasco dalam sidang.
Menurut Vasco, Fahd selalu mengajak dia, Dendy, Bendahara Gema MKGR Syamsurachman dan Rizky Mulyoputro ke mana pun dia pergi. Menurut dia, Fahd dalam mengurus proyek penggandaan Alquran pada 2011 dan 2012 kerap mengatakan sebagai utusan Senayan.
"Fee yang diperoleh pengurusan proyek Alquran sebesar 10 persen dengan total Rp 9 miliar, fee proyek alat laboratorium komputer sebesar 15 persen. Total nilai proyek yang dibantu tahun 2011 Rp 32 miliar dan 2012 Rp 50 miliar," ungkap Vasco.(Ais)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499207/original/032366000_1770779753-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-11T101208.314.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389747/original/012986700_1793772599-Screenshot_2026-11-04_130915.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317894/original/043579200_1786076765-Screenshot_2026-08-07_110222.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6126278/original/025631900_1779010300-Tugas__13_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/76411/original/fahd-arafiq-tipikor-130321b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)