Sukses

Top 3 News: Ketika Nyanyian Ferdy Sambo soal Ismail Bolong Bikin Kapolri Berang

Liputan6.com, Jakarta Korps Bhayangkara kembali disorot banyak publik saat seorang mantan anggota polisi berpangkat Aiptu bernama Ismail Bolong menyebut nama Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto sebagai penerima uang panas hasil tambang ilegal di Kalimantan Timur.

Saat, video pengakuannya tersebut viral, tak lama kemudian, Ismail menarik kembali semua ucapannya. Namun, hal itu tidak serta merta membuat institusi Polri tidak bertindak. 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit bahkan kini memerintahkan jajarannya untuk mencari Ismail Bolong untuk dimintai klarifikasinya terkait pengakuanya yang sempat viral di video yang beredar.

Beredarnya video pengakuan Ismail soal dugaan keterlibatan Kabareskrim belakangan juga dibenarkan oleh Ferdy Sambo. Menurutnya, kasus Ismail Bolong sudah masuk ke pihak Propam Polri semasa ia menjabat sebagai Kadiv Propam.

Sementara itu, kehadiran Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Gelora Bung Karno, pada Sabtu 26 November 2022 lalu dinilai malah menurukan citra Jokowi.

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan, banyak sekitar Jokowi yang kurang paham bahwa elit relawan tersebut adalah kumpulan berbagai kepentingan.

Hal senada juga dikatakan politikus PDIP Deddy Yevri Sitorus. Tak hanya digelar pada waktu yang tidak tepat, Menurut Deddy acara relawan Nusantara Bersatu di GBK tersebut hanya malah akan merugikan kewibawaan Pak Jokowi.

Seharusnya, lanjut Deddy, para relawan harus lebih turun langsung ke masyarakat daripada melakukan berbagai manuver yang nantinya akan mengesankan Jokowi memiliki preferensi tertentu.

Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Minggu, 27 November 2022:

 

**Liputan6.com bersama BAZNAS bekerja sama membangun solidaritas dengan mengajak masyarakat Indonesia bersedekah untuk korban gempa Cianjur melalui transfer ke rekening:

1. BSI 900.0055.740 atas nama BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional)2. BCA 686.073.7777 atas nama BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

1. ‘Nyanyian’ Sambo dan Hendra Soal Ismail Bolong Bikin Kapolri Berang hingga Turun Tangan

Pernyataan Ismail Bolong yang menyebut Kabareskrim Komjen Agus Andrianto terlibat dalam kasus dugaan suap terhadap izin tambang ilegal, belum usai.

Meski Ismail sudah memberi video bantahan tentang pernyataan awalnya, namun ‘nyanyian’ Eks Karopaminal Brigjen Hendra Kurniawan dan Eks Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo baru-baru ini kembali membuat Korps Bhayangkara berang.

Menanggapi hal itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit menegaskan sudah memerintahkan jajarannya untuk mencari Ismail Bolong. Dia meminta publik menunggu hingga klarifikasi sesungguhnya dari mantan anggota polisi berpangkat Aiptu ini diperoleh.

"Ismail bolong sekarang tentunya tim yang mencari baik dari Kaltim ataupun dari Mabes, ditunggu saja,” kata Sigit kepada awak media, seperti dikutip Minggu (27/11/2022).

Menurut Sigit, perburuan terhadap Ismail dilakukan guna mengungkap kejadian yang sebenarnya terkait dugaan kasus yang kembali membuat Korps Bhayangkara berguncang.

Sigit menjelaskan, perburuan terhadap Ismail dilakukan dua cara, baik melalui surat pemanggilan dan jemput bola alias langsung mencari yang bersangkutan.

“Tentunya proses pencarian kan itu strategi dari kepolisian, panggilan ada juga,” jelas Sigit.

 

Selengkapnya...

3 dari 4 halaman

2. Sekjen PDIP: Acara Relawan di GBK Hanya Menurunkan Citra Jokowi

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyayangkan gerakan relawan Jokowi yang menggelar acara Nusantara Bersatu di GBK pada Sabtu 26 November 2022 kemarin.

Hasto menilai relawan hanya memanfaatkan kebaikan Jokowi. “Saya pribadi sangat menyesalkan adanya elit relawan yang dekat dengan kekuasaan, lalu memanfaatkan kebaikan Presiden Jokowi sehingga menurunkan citra Presiden Jokowi," kata Hasto dalam keterangannya, Minggu (27/11/2022).

"Akibatnya kehebatan kepemimpinan Presiden Jokowi di acara G20 yang membanggakan di dunia, dan rakyat Indonesia, lalu dikerdilkan hanya urusan gegap gempita di GBK,” Tambahnya.

Menurut Hasto, prestasi Jokowi harus tercoreng dengan manuver para relawannya. Para relawan juga terus menggangu Jokowi dengan mengancam akan bubar.

“Kepemimpinan Presiden Jokowi yang sudah going global dan menjadi inspirasi dunia, direduksi dengan cara-cara yang tidak elegan. Sepertinya elit relawan tersebut mau mengambil segalanya, jika tidak dipenuhi keinginannya mereka mengancam akan membubarkan diri, tetapi jika dipenuhi elit tersebut melakukan banyak manipulasi,” kata Hasto.

 

Selengkapnya...

4 dari 4 halaman

3. Politikus PDIP: Kami akan Buat Perhitungan bagi Pihak yang Rugikan Martabat Pak Jokowi

Politikus PDIP Deddy Yevri Sitorus menuturkan, acara relawan Nusantara Bersatu hanya menjaga Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Deddy menilai acara tersebut digelar tidak pada waktu yang tepat.

Deddy meminta para relawan menjaga kehormatan presiden. PDIP sebagai partai pengusung selalu mendukung dan membela Jokowi. Tetapi relawan asyik bermanuver untuk politik kekuasaan yang merugikan mantan gubernur DKI Jakarta itu.

"Karena itulah saya minta jangan lagi menjebak Pak Jokowi, beliau Presiden RI dan bukan Presiden Relawan. Jangan demi ambisi kekuasaan dan materi, para relawan melakukan manuver-manuver yang di luar ruang lingkupnya sehingga malah merugikan kewibawaan Pak Jokowi," ujarnya, Minggu (27/11/2022).

Deddy mengingatkan para relawan tidak seret Jokowi ke manuver Pilpres. Supaya Pilpres 2024 tidak dituduh berpotensi curang karena manuver relawan yang mengesankan Jokowi memiliki preferensi tertentu.  

"Kami akan terus mengawal Presiden Jokowi hingga akhir masa jabatan dan memastikan bahwa Pilpres 2024 akan menghasilkan kepemimpinan nasional yang selaras dan menuntaskan visi Presiden Jokowi," ujar Deddy.

PDI Perjuangan sebagai Partai asal Jokowi, lanjut dia, telah terbukti konsisten menjaga dan mendukung pemerintahan secara tuntas, dan kami akan membuat perhitungan dengan pihak-pihak dan para petualang politik yang merugikan martabat Presiden," ujar Deddy.

 

Selengkapnya...

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS