Pastika: Lokasi Keberadaan Dulmatin Cs Tercium

Ketua Tim Investigasi Bom Bali I Made Mangku Pastika meyakini Dulmatin dan Umar alias Patek masih berada di Indonesia. Sejumlah bukti dan informasi sudah mengarah kepada keberadaan mereka.

Diterbitkan 16 Maret 2003, 05:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Denpasar: Sepuluh tersangka kasus pengeboman di Bali, termasuk Dulmatin dan Umar alias Patek, terus diburu polisi. Lokasi keberadaan para tersangka, berdasarkan penyelidikan Tim Investigasi Bom Bali sudah diketahui. Menurut Inspektur Jenderal Polisi I Made Mangku Pastika, mereka masih berada di Tanah Air. Hingga kini, polisi tengah menyelidiki kebenaran informasi yang bisa menunjukkan di mana Dulmatin Cs berada. Demikian diungkapkan Pastika kepada pers selepas menghadiri acara Asian-Cina-Japan-and Korea Tourism Minister Retreat, di Hotel Ritz Carlton, Denpasar, Bali, Sabtu (15/3) siang.

Namun Pastika enggan memaparkan lebih lanjut soal penemuan tersebut. Dia khawatir para tersangka kabur jika informasi keberadaannya tersebar luas. "Nyari orang mesti ada petunjuk, kalau nggak ada mau nyari ke mana. Yang pasti masih di Indonesia," kata dia. Pastika berharap penangkapan Dulmatin akan menghapus keraguan terhadap tersangka atas kemampuan merakit bom. Selain Dulmatin dan Patek, polisi juga mengejar Hambali alias Ridwan Isamudin, Zulkarnaen, Idris, dan doktor Azhari [baca: Enam Tersangka Baru Kasus Bom Bali Diumumkan]. Sisanya, antara lain, Nurdin Muhammad Top, Umar alias Abdul Goni, Saad alias Achmad Roichan, dan Heri Hafidin.

Dulmatin dan Hambali diduga juga terlibat peledakan rumah Duta Besar Filipina di Jakarta, dua tahun silam. Sebab itulah, Polri menggalang kerja sama dengan kepolisian Filipina untuk mengusutnya. Informasi itu dibenarkan Kepala Kepolisian RI Jenderal Da`i Bachtiar. Da`i mengakui jajarannya sudah banyak menyerap informasi soal kegiatan Hambali. Sayang, lagi-lagi ia tak mau mengungkap lebih jauh soal itu. "Kalau kita sudah temukan di mana Hambali, semua harus di-crosscheck [cek silang]," kata Kapolri, Kamis kemarin [baca: Kapolri: Al-Ghozi Akan Diperiksa](KEN/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6