Kriminolog Dukung Reformasi Polri Buntut Kasus Teddy Minahasa

Josias berpendapat kasus Teddy Minahasa tidak hanya dilakukan oleh jenderal bintang dua itu sendirian. Ia menduga ada petinggi di Polri lainnya yang ikut bermain barang haram tersebut.

Diterbitkan 18 Oktober 2022, 20:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Josias Simon mendukung langkah Kapolri Jenderl Listyo Sigit Prabowo mereformasi kultural institusi Polri menyusul penangkapan dan penetapan tersangka mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Teddy Minahasa dalam kasus dugaan jual beli narkoba.

Josias menyebut langkah menjerat Irjen Teddy bagian dari bersih-bersih di Korps Bhayangkara. Namun, ia mengatakan Kapolri harus benar-benar serius mengungkap kasus ini lantaran melibatkan perwira tinggi bintang dua.

"Sangat mendukung. Satu sisi, ya tentu harus ditindaklanjuti secara transparan sampai peradilan pidana," ujar Josias dalam keterangannya, Selasa (18/10/2022).

Josias berpendapat kasus Teddy Minahasa tidak hanya dilakukan oleh jenderal bintang dua itu sendirian. Ia menduga ada petinggi di Polri lainnya yang ikut bermain barang haram tersebut.

"Menjawab ini butuh investigasi lebih dalam pihak penyidik, dan tentu diduga tidak dilakukan sendirian," kata Josias.

Dalam kasus ini, Irjen Teddy Minahasa diduga menggelapkan barang bukti sabu 5 kg dan menjualnya ke bandar. Kata Josias, keadaan ini menunjukkan bahwa demand dan supply yang merupakan rantai utama kejahatan narkotika melibatkan oknum petinggi penegakan hukum.

Lebih lanjut, Josias menyatakan umumnya kasus peredaran narkoba yang rumit melibatkan organisasi kejahatan dan kerap berhubungan dengan kasus kejahatan jalanan. Barang bukti narkoba jenis sabu yang diduga digelapkan Irjen Teddy diduga dilepas ke Kampung Bahari.

"Ya karena umumnya kasus narkoba yang rumit melibatkan organized crime dan seringkali berhubungan dengan kasus street crime," kata dia.

Sebelumnya Irjen Teddy Minahasa diduga menggelapkan barang bukti sabu seberat 5 kg dari hasil penangkapan di wilayah Sumatera Barat. Irjen Teddy memerintahkan mantan Kapolres Bukittinggi AKBP D untuk menjual barang haram tersebut.

 

11 Orang Jadi Tersangka

Total ada 11 tersangka, termasuk Irjen Teddy dan AKBP D yang dijerat, dalam kasus ini. Polisi menyebut menyita sekitar 3,3 kg sabu tersebut. Sedangkan sabu seberat 1,7 kg telah dijual ke Kampung Bahari oleh salah satu tersangka.

Menko Polhukam Mahfud Md menilai, ada pil pahit yang sengaja ditelan Kapolri Jenderal Listyo Sigit demi Korps Bhayangkara. Hal itu dilakukan untuk sebuah reformasi dan bersih-bersih.

"Sebab, sebenarnya kan kalau kita mau berfikir lebih negatif lagi kan bisa, sesudah ibu-ibu siapa itu yang membawa narkoba ditangkap lalu ya dia saja yang ditahan dan mungkin tidak ada yang tahu kalau dia diproses sendiri meskipun dia menyebut Teddy (Polisi Jenderal Bintang dua) gitu," kata Mahfud dalam keterangan diterima, Minggu (16/10/2022).

Mahfud melanjutkan, kesaksian ibu tersebut yang menyebut nama Teddy Minahasa lalu ditindaklanjuti oleh keberanian Kapolri dan proses tegas diambil meski tahu akan mengguncang institusinya sendiri.

"Kapolri mengambil langkah tegas kan untuk melakukan itu, ungkap, tangkap, pecat," tegas Mahfud.

Mahfud menilai, ketegasan Listyo Sigit tidak hanya soal narkoba, tetapi juga terhadap kasus Ferdy Sambo yang juga berpangkat jenderal bintang dua. Bahkan saat ini, Kapolri turun tangan langsung untuk memberantas praktik judi online dengan menjemput sendiri pelakunya.

"Ketegasan Kapolri untuk menunjukkan kepada seluruh jajaran polri bahwa dia bisa bertindak tegas. Misalnya terhadap Sambo gitu, itu tindakannya tegas. Polri itu punya power," yakin Mahfud.

Mahfud mengapresiasi bahwa keburukan yang ada di tubuh Polri dapat secara gamblang diungkap ke publik. Dia pun meyakini, hal dapat menjadi titik balik Polri untuk berbenah dan lebih baik.

"Mari kita lihat ini sebagai langkah yang merupakan sisi lain dari sudut kemajuan. Kita bisa melihatnya dari sudut sebaliknya untuk tetap mendukung Polri bersemangat," Mahfud menutup.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6